Tuesday, September 26, 2017

Perilaku Anak di Usia Pra Sekolah, Apa Saja yang Perlu Diperhatikan?



Pernah tidak ada pertanyaan, usia berapa ya anak harusnya masuk sekolah ?

Kalau jaman kita keil dulu tahapan sekolah seperti ini TK-SD-SMP-SMA dan seterusnya, tapi seiring perubahan gaya hidup sepertinya tahapan sekolah ini juga berubah, sebelum masuk TK biasanya ada beberapa jenjang yang disiapkan pihak sekolah, seperti Play Group atau malah ada Baby School, meskipun jenis-jenis sekolah ini sifatnya hanya pengenalan saja buat si kecil.

Naah..bicara tentang masa-masa anak memasuki usia sekolah ini, beberapa hari yang lalu saya dan beberapa orang tua membahasnya diacara Parenting Club Wyeth bersama Clozette Indonesia yang di gelar di salah satu restoran di Jakarta, dan mengangkat tema : Kenali Perilaku Anak di Usia Sekolah

O iya.. saya mau cerita sedikit tentang Parenting Club Wyeth ini, adalah sebuah komunitas digital yang diprakarsai oleh Wyeth, disitu para orang tua berkumpul dan saling berbagi informasi mengenai tumbuh kembang dan pola asuh yang tepat untuk anaknya, dan secara berkala juga menyelanggarakan kegiatan off air yang bisa diikuti membernya.

Tempat yang dipilih buat acara ini pas banget, karena enggak hanya asik buat ngumpul, tapi juga sekaligus buat momong, hehe.. karena ternyata di belakang restoran ini adalah playground, kebayang donk, senangnya Hania yang memang sengaja saya ajak untuk hadir di acara ini, jadi Mamanya nyari ilmu, anaknya tenang main, apalagi pihak Clozette juga menyediakan kakak-kakak cantik yang siap menemani Hania.

Hania ditemani Kakak cantik 




Tempatnya asik banget,  foto : Mira Utami

Jadi kembali kebahasan yah.. sebenarnya usia berapa dan bagaimana kesiapan anak kita untuk memasuki dunia sekolah, karena memang suasana sekolah dan rumah akan jauh beda, dan ini tentu saja butuh persiapan mental dan fisik buat anak kita. 

Dr.Rini Sukatini yang didapuk menjadi pembicara hari ini menjelaskan, ada tahapan yang di lalui anak sebenarnya yaitu :
  • Bayi baru lahir sampai usia  1 tahun
  • Anak kecil yaitu usia 1- 3 tahun
  • Pra sekolah yaitu usia 3-6 tahun
  • Masa sekolah dimulai usia 6 tahun
Jadi kalau Hania sekarang ada dimasa pra sekolah, ada beberapa karakteristik tertentu yang dimiliki anak di fase usia ini, egosentris (kalau dia suka artinya semua orang harus suka), susah untuk berbagi, dan kesulitan mengungkapkan keinginannya.

Ayudia Bing Slamet yang hadir dan menjadi bintang tanu di acara itu juga mengungkapkan kegalauannya tentang perkembangan usia anaknya nanti diusia ini, meski sekarang anaknya masih umur 1 tahun, tapi nantinya bakal menemui fase ini kan..

Bersama Ayudia


Tumbuh kembang anak diusia pra sekolah ini kalau bisa dijabarkan meliputi 3 hal yaitu akal, fisik dan sosial, ketiganya ini harusnya bersinergi, meskipun setiap anak tidak bisa disamaratakan perkembangan dari ketiganya, namun ada beberapa tanda bahaya yang harus di perhatikan bila ada tanda-tanda berikut dari 3 sisi ini :

Sosial
  • Sangat tidak mempunyai ketertarikan bermain dengan anak lain.
  • Sangat tidak tertarik permainan interaktif
  • Tidak menampakkan kesukaan pada permainan "pura-pura"
  • Sering meronta tanpa kontrol saat marah atau kesal
  • Sangat penakut dan pemalu
  • Sangat agresif
  • Nampak sangat tidak bahagia dan sedih sepanjang waktu.
Fisik
  • Seringkali jatuh dan kesulitan dengan tangga
  • Meneteskan air liur terus-menerus
  • Belum bisa melempar bola diatas kepala
  • belum dapat melompat ditempat
  • Menunjukkan kepasifan fisik yang tidak wajar
Akal 
  • Belum bisa memegang pensil dengan ibu jari dan jari telunjuk
  • Sangat kesulitan untuk corat-coret
  • Belum bisa membuat kalimat dari 3 kata
  • Sangat mudah terdistrak dan tidak dapat konsentrasi untuk kurun waktu  lebih dari 5 menit
  • Tidak dapat menceritakan tentang aktifitas sehari-hari
Naah.. bila anak sudah berada di usia pra sekolah atau sekitar 3-6 tahun baiknya sih kita sudah tidak menemui hal-hal yang seperti saya tulis diatas yah.. kalau memang ditemui yang seperti itu, sebaiknya berkonsultasi dengan ahlinya.

Dan bagaimana membentuk sinergisme akal-fisik-sosial yang baik? tentunya dengan nutrisi dan stimulasi yang sesuai dengan usianya.

Salah satu bentuk stimulasi buat si pra sekolah


Baca juga #Beda AnakBedaPintar : Karena Tiap Anak itu Unik

Salah satu cantoh stimulasi yang dipraktekkan untuk anak usia pra sekolah ini adalah dengan mendongeng, bagaimana sih mendongeng yang baik buat anak usia ini yah ?

Kalau menurut Kak Budi, yang kebetulan kemarin juga hadir dan bergabung di acara ini, juga sempat mendongeng buat anak-anak juga, ada beberapa poin penting sebenarnya yang perlu diperhatikan, yaitu :
  • Usia pendengar
  • Pilihan ccerita dan kata
  • keterlibatan pendengar (akal, fisik, dan sosial)
  • Suara, ekspresi, gerak
  • Peralatan pendukung
  • Referensi cerita yang akan didongengkan.
Hal-hal seperti itu perlu diperhatikan lho.. supaya kegiatan mendongeng menjadi menyenangkan dan bisa menjadi sarana belajar buat si pra sekolah, enggak perlu yang muluk-muluk sih sebenarnya, seperti untuk peralatan pendukung, Kak Budi ini mencontohkan memakai kaus kaki yang diberi mata sebagai tokoh dongengnya, atau paper bag yang tahu-tahu berubah ungsi jadi boneka tangan, kreatif banget yah..


Boneka yang dimainkan Kak Budi itu dari paper bag lho.. 

Ada kejutan manis saat acara berlangsung, kita para Mommi yang lagi asyik mendengarkan penjelasan dari para narasumber, tiba-tiba di sajikan video anak-anak yang sedang  bermain di playground yang diambil secara candid, dan enggak tahu kenapa, pas lihat video itu koq saya malah jadi baper yah...


Pas video diputar,  dan saya baper. 



Banyak sekali pengetahuan baru yang kami dapat dari acara ini, dan semuanya pasti sangat berguna, terima kasih Clozette Indonesia buat acara yang keren dan bermanfaat ini.


What a great event.. 



Pesona Daya Tarik Semarang, Cantik dari Segala Sisi



umbul sidomukti travel.kompascom.JPG
sumber : travel.komas.com
Sekitar setahun yang lalu, saya dan keluarga menyambangi kota Semarang untuk sebuah acara pernikahan, tapi sayangnya hanya sebentar, padahal ternyata banyak sekali tempat-tempat ciamik yang ada dikota ini.

 Meskipun lebih dikenal sebagai kota perdagangan dengan pelabuhan besarnya, namun Semarang sebenarnya punya banyak pesona yang menjadi daya tarik untuk berwisata ke sana.

Umbul Sidomukti

Naiklah ke kawasan Umbul Sidomukti, kamu akan mendapatkan pemandangan yang luar biasa indah dari kolam airnya sendiri dan juga hamparan kota yang ada di bawahnya. Ketika senja menjelang, Umbul Sidomukti memberikan warna emas yang indahnya tak tergambarkan.

Taman Puri Maerokoco

Bagaimana rasanya jalan-jalan di tepi kawasan hutan mangrove yang sekelilingnya sudah dibangun jembatan kayu yang cantik? Datanglah ke Taman Puri Maerokoco dan kamu akan menemukan keindahan yang tak ada di tempat lain.

Wisata Lereng Kelir

kelir indra setian youtubecom.jpg


Tidak hanya kota Semarang saja yang punya tempat wisata indah, di Kabupaten Semarang juga ada banyak tempat cantik. Salah satunya adalah Wisata Lereng Kelir yang menyajikan pemandangan alam berupa hutan dan pondok-pondok kayu yang berdiri di tepi bukitnya. Ketika senja menjelang, pemandangan alam di hadapannya sungguh luar biasa.

Candi Gedong Songo

Di tengah perbukitan kawasan Bandungan, berdiri tegak Candi Gedong Songo yang masih dijaga kelestariannya sampai saat ini. Di sekitar Candi, terdapat kebun bunga dan jalanan cantik untuk menuju ke sana. Lokasinya sangat bersih, dengan pemandangan alam yang sangat indah.

Brown Canyon

Lembah berwarna cokelat ini dinamakan Brown Canyon karena memang warnanya demikian adanya. Terletak tak jauh dari Kota Semarang, Brown Canyon adalah tempat liburan yang nggak biasa buat para wisatawan yang suka berpetualang di tempat baru.

Ambarawa

Kawasan ini tidak hanya memiliki museum kereta api yang sudah terkenal seantero Indonesia, tapi juga punya Benteng Fort Willem yang sisa-sisa bangunannya masih terjaga sampai sekarang. Benteng ini sudah lama tidak terpakai, namun tetap cantik buat pemotretan prewedding atau belajar sejarah.

Gunung Telomoyo
gunung telomoyo ngademco.jpg
sumber : ngadem.co


Tidak hanya bisa dikunjungi para pendaki, Gunung Telomoyo juga bisa jadi tempat wisata seru. Kawasan di sekitar lereng Gunung Telomoyo sudah dibangun dengan cantik dan bisa jadi spot foto yang menarik dan pastinya kekinian. Tidak hanya itu, pemandangan di sekitar lereng Gunung Telomoyo juga cantik, amat sayang kalau sampai kelewatan.

Pantai Marina

Pantai ini letaknya tidak jauh dari pusat Kota Semarang, yang memiliki pemandangan senja luar biasa cantiknya. Pantai ini selalu menjadi tujuan utama wisata di Kota Semarang. Karena selain tempatnya yang dekat, pemandangan alamnya pun indah.

Simpang Lima

Belum sah main ke Semarang kalau belum menjelajah kawasan Simpang Lima. Di tempat ini terdapat banyak wisata kuliner khas Semarang yang bisa kamu cicipi. Juga terdapat pusat oleh-oleh buat keluarga dan sahabat di kampung halaman.

Lawang Sewu
lawang sewu febbiasihekawordpresscom.jpg
sumber :febbiasiheka.wordpress.com


Bukan buat uji nyali, tapi untuk mempelajari sejarah dan budaya bangsa ini yang tertoreh di Lawang Sewu. Meski terkenal karena angker, Lawang Sewu sebenarnya bukan bangunan yang benar-benar seram seperti cerita yang beredar. Dengan perawatan dari pemerintah daerah Semarang, Lawang Sewu sudah menjelma menjadi cantik seperti dulu.

Dari sudut ke sudut, Kota Semarang menawarkan pemandangan yang tidak akan kamu temui di tempat lain. Bangunan-bangunan bergaya kolonial dan Tionghoa masih banyak di kota ini, dengan penduduk yang sangat ramah.

Ingin liburanmu berbeda, berwisata ke Semarang saja!

Thursday, September 21, 2017

Mungkinkah Anak Kita Menjadi Korban, Pelaku atau Saksi Bullying ?



Saat hadir diacara Temu Blogger KEB bersama Sinarmas MSIG Life, beberapa waktu lalu di JSC Hive workspace sebenarnya kami tidak hanya membicarakan masalah keuangan semata, tapi ada 1 topik yang juga sangat menarik yang bakalan saya ceritakan disini, yaitu masalah bullying pada anak.

Baca juga tulisan saya Yuk, Atur Uangmu Agar Tidak Terjebak di Lingkaran Middle Income Trap

Sesuai tema acara " Smart Mom, Protect Your Family's Smile" jadi tak heran kalau masalah bullying ini yang diangkat dan menjadi bahan diskusi kami para Emak blogger, bersama seorang Psikolog yang juga Ibu Vera Itabiliana Hadiwidjoyo S.Psi.




Gemes, sedih, sekaligus miris yah kalau kita baca berita tentang anak-anak yang melakukan bullying , masih ingat kan berita tentang anak kelas 2 SD di Sukabumi, Jawabarat yang dipukul teman sebayanya hingga meninggal dunia, kita yang mendengar berita itu seperti tersentak " koq bisa sih?" pasti itu pertanyaan yang terbersit dalam hati kita.

Masalah bullying ini memang sangat masiv  dalam kehidupan sosial anak-anak kita, tapi sebenarnya apa sih yang di maksud dengan bullying itu sebenarnya.


Menurut Ibu Vera, bullying adalah aktifitas berbentuk kekerasan dengan tujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental dengan menggunakan kekuatan superiornya untuk mendapatkan apa yang diinginkannya, dan ini dilakukan berulang

Jadi bisa dikatakan bullyng terjadi antara si lemah dan si kuat, saat keadaan tidak seimbang, kalau kedua-duanya seimbang, bukan bullying namanya, tapi perkelahian, dan ini yang sering kali para orang tua salah mengartikannya.

Tapi apapun itu bentuknya bullying ataupun perkelahian keduanya tidak bisa dibenarkan dan sangat tidak baik buat perkembangan anak-anak kita, beberapa akibat buruk timbul dari perilaku bullying ini, mulai dari anak enggan bersosialisasi dan berangkat sekolah, tidak bersemangat sampai yang terparah ada keinginan bunuh diri pada si anak.

bullying bisa dilakukan secara :
  • verbal ; ucapan, cacian.
  • fisik : memukul atau melakukan kekerasan fisik.
  • cyber bullying : bullying yang dilakukan leat media sosial.

Sebenarnya ada 3 peran penting terjadinya bullying ini, yaitu Pelaku-Korban- Saksi/Penonton, menjadi salah satu dari ketiganya ini bisa dianggap terlibat dalam praktek bullying, semoga anak-anak kita terhindar dari ke3 peran ini yah..

Tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk dari ketiga peran itu, semuanya saling mendukung terjadinya bullying, itulah sebabya bisa dibilang ketiga peran itu harus dihindari.

Yang membuat miris terkadang banyak orang tua yang tidak menyadari peran yang dilakukan anak-anaknya, dan bahkan ketika anak menjadi korban atau pelaku sekalipun, ada orang tua yang baru sadar ketika kondisinya sudah sangat parah, apalagi kalau si anak cuma menjadi penonton / saksi, dan hal ini biasanya terjadi saat ada dikomunikasi yang terhambat antara orang tua dengan anak. 

Ada beberapa tips yang mungkin bisa di lakukan seandainya anak kita terjebak dalam perilaku bullying ini :

Kalau anak kita adalah korban bullying.
Kenapa anak kita bisa menjadi korban bullying ?
  • Terlihat lemah
  • Terlihat penakut
  • Berbeda dengan teman-temannya
  • Berada ditempat dan waktu yang salah ( kebetulan saja)
Sangat tidak mudah menerima kenyataan kalau tahu anak kita menadi korban bullying, kesel, marah itu pasti, tapi hal yang paling penting adalah memposisikan diri kita sebagai orang tua korban, yang sebisa mungkin membuat solusi bukannya malah memperkeruh masalah.

Bicara dengan anak kita, coba dengarkan dia, jangan potong pembicaraanya, jangan menambah bebannya dengan kembali membullynya 

" kamu sih.. takutan anaknya, masa digituin diam aja" atau " lawan donk.. masa enggak berani'

Dijamin anak kita akan berhenti membicarakan masalah bullying yang diterimanya, dan itu artinya masalah selesai ? tidak! malah akan lebih buruk lagi.

Bicarakan dengan orang tua si pelaku bullying, tidak mudah memang, kemungkinan besar orang tuanya tidak akan terima kalau anaknya disebut pembully, tapi mengungkapkan kebenaran itu akan lebih baik, jadi paling tidak orang tua pelaku sudah tahu kalau anaknya melakukan tindakan bullying. 

Bicara dengan Guru atau pihak sekolah, bila perilaku ini terjadi disekolah, bicarakan hal ini dengan guru yang paling berkepentingan, seperti wali kelas atau guru BP.

Lakukan pendekatan psikologis profesional, ajak anak konsultasi ke Psikolog kalau memang ada trauma yang kita tidak bisa menanganinya.


Kalau anak kita adalah pelaku bullying

Kenapa anak kita menjadi pelaku bullying ?
  • Merasa paling kuat
  • Merasa keinginannya terpenuhi dengan melakukan perilaku bullying
  • mendapat pengaruh dari lingkungan dan role modelnya.
  • Iseng saja
Mendengar kalau anak kita adalah pelaku bullying memang sangat tidak mengenakkan, apalagi biasanya orang tua korban akan balik melakukan perilaku bullying pada anak kita, tapi berbesar hati dan berusaha mencari solusi adalah cara terbaik.

Bicarakan dengan anak, jangan menekannya, ini akan membuatnya intens melakukan perilaku bullying sebagai bentuk pelampiasan,  dengarkan alasan mereka dan berusahalah menyampaikan kalau dibully itu tidak enak, juga paparkan akibat yang akan diterima oleh anak yang telah dibullynya.

Sebisa mungkin hindarkan anak melihat secara visual segala bentuk kekerasan yang bisa mempengaruhi perilakunya.

Pekalah terhadap perubahan anak kita, habiskan lebih banyak aktu bersamanya, ini akan membuat anak akan merasa dicintai dan akan membuat anak enggan melakukan perilaku bullying.

Kalau anak kita penonton/ saksi bullying

Kalau ini sebenarnya pernah kejadian pada anak saya Ali, waktu itu saat dia masih duduk di kelas 4 SD, secara tidak sengaja dia cerita kalau ada temannya yang dipukuli anak sekolah lain yang usianya lebih besar, tanpa bersikap menekan interogasi dan menekan, akhirnya saya dapat informasi banyak dari Ali, dan bisa saya sampaikan ke guru kelasnya.

Saat itu Ali hanya berkata " cuman nonton aja sih..ga berani deket, entar malah di gebuk juga"

Padahal peran penonton atau saksi ini juga penting, pelaku seperti mendapat keberanian lebih untuk melakukan bully dan mendapat dukungan dari mereka, jadi saat tahu anak kita menjadi penonton ini sebisa mungkin minta mereka untuk mencegah atau paling tidak melaporkan apa yang mereka lihat kepada orang dewasa, bisa orang tua atau Gurunya.

Tanamkan pada mereka kalau perilaku bullying itu bukan hal keren yang perlu disoraki, itu adalah kejahatan, dan seorang yang hebat itu yang bisa mencegah kejahatan.

Yang harus orang tua lakukan agar anak-anak menghindari perilaku bullying :

  •  Jalin komunikasi yang intens dengan anak, jadikan kita orang yang pertama tahu apapun mengenai anak kita.
  • Tanamkan ajaran agama dengan sungguh-sungguh
  • Sepakati pengasuhan berdua yang kompak antara suami dan istri
  • Khusus untuk Ayah, tanggungjawabnya lebih besar, pantau terus perkembangan anak-anak dan berusahalah jadi imam yang baik, hadirkan sosok Ayah yang sebenarnya dirumah.
  • Ajak anak bijak berteknologi informasi, karena pengaruh sosial media sangat besar terhadap perkembangan anak saat ini.


Yuk, Atur Uangmu Agar Tidak Terjebak di Lingkaran Middle Income Trap



berkomunitas dan berkumpul dengan teman-teman yang sehobi dengan kita memang selalu menyenangkan yah..

kalau saya yang kebetulan hobi curhat dan ketak-ketik di blog, pastinya seneng banget kalau bisa dapat kesempatan berkumpul dengan teman-teman yang sama sukaanya, dan lucky me, beberapa hari yang lalu, diawal bulan september ceria ini, saya mendapat undangan dari KEB (Kumpulan Emak Blogger), salah satu komunitas yang semua anggotanya adalah perempuan, dan memang kebanyakan sih Emak-emak yang hobi ngeblog.



Komunitas KEB ini sebenarnya anggotanya sudah ribuan, dan tersebar diseluruh Indonesia, tapi untuk event ini hanya sekitar 50 anggota yang mendapat kesempatan, jadi beruntung banget kan..

Bertempat di JSC Hive Workspace, di bilangan Dr.Satrio, Jakarta, acara ini digelar. Ada 2 topik penting yang diangkat dan keduanya penting, yaitu masalah edukasi keuangan keluarga dan satunya lagi menyikapi bullying pada anak, keduanya menarik, tapi untuk artikel ini saya hanya tulis tentang pengelolaan keuangan yah.. untuk masalah bullying kita akan bahas di artikel selanjutnya.

Baca juga artikel saya Mungkinkah Anak kita Menjadi Korban, Pelaku atau Saksi Bullying 

Kali  ini KEB menggandeng salah satu perusahaan jasa finansial yang sudah cukup lama dikenal, Sinarmas MSIG life.

Sinarmas MSIG Life adalah anak perusahaan PT Sinar Mas Multiartha Tbk รข€“ satu dari enam pilar bisnis Sinar Mas yang menyediakan layanan finansial yang terpadu dan menyeluruh, meliputi perbankan, asuransi, pembiayaan, pasar modal, manajemen aset, jasa administrasi saham, keamanan, perdagangan serta industri dan teknologi informasi. PT Sinar Mas Multiartha Tbk juga merupakan perusahaan induk bagi Bank Sinarmas, Asuransi Sinar Mas, Sinarmas Sekuritas and Sinar Mas Multifinance.
(sumber : https://www.sinarmasmsiglife.co.id)

Kalau saya pribadi mengenal Sinarmas MSIG Life karena di tempat kerja suami, salah satu perusahaan otomotif terbesar di Indonesia asal Jepang, menjalin kerjasama dengan perusahaan asuransi ini selama bertahun-tahun untuk menunjang pelayanan kesehatan karyawannya yang berjumlah lebih dari 6000 orang, jadi secara tidak langsung saya banyak merasakan benefit dari asuransi ini sebagai keluarga karyawan.

Acara dibuka dengan sambutan dari bapak Suwandi dari Sinarmas MSIG Life, beliau menjelaskan kalau pengetahuan keuangan sangat penting untuk perempuan, karena secara praktiknya, perempuan terutama yang menjadi Ibu adalah pentransfer ilmu terbaik buat anak-anaknya, jadi kalau Ibunya melek masalah keuangan, maka si anak juga akan paham bagaimana mengatur uang dengan baik.



Dan sepertinya tema acara  " Smart Mom, Protect Your Family's Smile" ini cocok banget yah, yang diundang Emak-emak, yang diomongin masalah uang, jadi 3 jam lebih di acara ini enggak terasa sama sekali.




 Yuk Atur Uangmu 

Sesi yang pertama ini kita bakal bahas segala sesuatu yang berhubungan dengan uang, dan ternyata memang benar kalau ada istilah " Money is more taboo than sex", karena pada kenyataanya masalah uang ini sepertinya enak ga enak buat diomongin.

Contohnya saja saat makan bareng seseorang, pasti ada rasa enggak enak kalau kita mesti nanya " siapa yang bayar nih ?" apalagi partner makan kita itu kurang begitu akrab, so memang bisa dibilang kalau uang ini kadang bisa sangat tabu buat diomongin.

Padahal masalah keuangan ini sangat penting lho dibicarakan, terutama dalam keluarga, karena pengaturan keuangan yang tepat dalam keluarga akan membuat kondisi keuangannya sehat dan itu artinya goal atau tujuan yang ingin dicapai keluarga akan tercapai.

Nah.. di acara ini kita para Emak Blogger ini akan diberi sedikit pencerahan dan wejangan *halah tentang bagaimana mengatur keungan keluarga dengan baik, agar tidak compang-camping dan njomplang kanan-kiri.

Sudah umum kan sekarang kebanyakan keluarga sumber pemasukannya tidak hanya dari salah satu orang tua ( baca : suami) tapi para istri juga berpenghasilan, meskipun secara notabene sang istri ini bukanlah pekerja formal, tapi semakin banyaknya kesempatan yang ditawarkan diluaran seperti gabung MLM, berjualan online atau usaha kuliner sampingan membaut para istri ini berpenghasilan juga.

Suami berpenghasilan, suami berpenghasilan, trus.. uang keduanya itu bagaimana statusnya, jangan sampai sang istri punya pikiran " uangmu adalah uangku, uangku adalah uangku" lho yaah..karena ternyata pemikiran seperti ini rentan membuat kehidupan rumah tangga menjadi tidak harmonis.

Jadi ada baiknya  masalah keuangan ini dibicarakan secara terbuka antar suami dan istri, termasuk juga bagaimana cara mengaturnya agar hasil yang mereka peroleh tidak habis sia-sia, juga apa saja yang seharusnya dimasukkan dalam daftar "harus punya" dan "ingin punya".

Jadi pas banget saya hadir diacara ini, karena salah satu pembicara adalah Aakar Abhiyasa Fidzuno, seorang Finance Adviser sang Founder Jouska , jadi kita bisa mencuri ilmu dari Mas Aakar ini bagaimana mengelola keungan kita ini agar lebih sehat.

Aakar Abhiyasa membuka pemaparannya dengan mengenalkan apa itu Middle Income Trap, tak bisa dipungkiri kalau sebagian masyarakat kita berada di posisi ini, berpenghasilan menengah, miskin enggak, kaya banget juga enggak, kalau orang Surabaya nyebutnya magak, di posisi penghasilan seperti ini jeleknya banyak yang menurutkan nafsu konsumtifnya, dan sering galau dengan gaya hidup apa yang harusnya mereka jalani. 

Saat gaji masih 3 jutaan, kemana-mana pakai motor enggak masalah, tapi setelah gaji naik jadi 5 juta mulai kepikiran buat punya mobil keluarga, akhirnya melipir ke dealer dan deal nyicil mobil, tidak berhenti sampai situ, saat gaji naik lagi sedikit, kepikiran lagi untuk ganti mobil yang lebih baik dan itu artinya jumlah cicilannya lebih gede, terus saja seperti itu, itu jadi seperti jebakan, tumbuhnya sikap konsumtif dan keinginan memiliki hal-hal yang kita tidak atau belum perlu, dan akhirnya keuangan keluarga menjadi tidak sehat dan mulai oleng, ini tidak hanya soal mobil lho..juga gaya hidup lain, dan inilah yang dimaksud dengan middle income trap. 

Lalu bagaimana mengatasi jebakan Middle Income Trap ini ?
Pernah lihat balapan mobil ? setiap pembalap akan  berkejaran satu sama lain, tapi di sisi arena selalu disediakan pit stop, yang fungsinya untuk para pembalap ini mengoptimalkan kondisi kendaraanya, mulai dari ganti ban atau perbaikan mesin.


Sama.. kondisi keuangan kita yang carut-marut gara-gara jebakan keinginan konsumtif sama seperti keadaan mobil balap itu, kita perlu menciptakan pit stop untuk itu, berhenti sejenak, periksa kondisi pemasukan dan pengeluaran dengan seksama, atur lagi dengan baik semua budget pengeluaran termasuk mengoptimalkan investasi dan asuransi yang dimiliki, pilah-pilah lagi mana barang yang memang kita harus punya atau harus punya karena gengsi saja.

Lalu sebenarnya apa saja yang perlu diperhatikan dalam mengelola keuangan kita agar lebih sehat, masih menurut Aakar Abhiyasa, ada beberapa hal penting yang bisa dilakukan, diantaranya :

Susun anggaran dengan bijak
Pas dapat gaji yang ada dalam pikiran kita apa ya? belanja, makan enak dan pergi plesir ketempat yang asik *itu saya hehe..tapi ternyata pola hidup yang seperti itu yang seringnya membuat kondisi keuangan kita sering kritis, belum ketemu gaji lagi sudah ada acara gali lubang-tutup lubang.

Jadi sebaiknya mulai menempatkan prioritas pengeluaran, mulai dari membayar semua kewajiban, menyiapkan tabungan dan belanja keperluan keluarga, begitulah susunannya, dan ini terbukti efektif menyelamatkan keuangan kita.

Tentukan goal dan tujuan dalam keuangan.
Seseorang yang memiliki tujuan biasanya akan lebih teratur dan bersemangat hidupnya, itulah sebabnya mengapa dalam mengelola keuangan kita juga harus punya goal atau tujuan yang jelas, ini tentang bagaimana masa depan pendidikan anak-anak, tempat tinggal yang layak dan kehidupan setelah pensiun nanti.

Miliki asuransi.
Hal ini menjadi sangat penting untuk kesehatan keuangan kita, karena asuransi  bisa menjadi andalan saat keadaan keuangan memburuk dan hal-hal yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan misalnya terjadi pada kita.

Banyak yang menganggap mengapa harus membayar rutin untuk sesuatu yang belum tentu terjadi pada kita? tapi pada kenyataanya asuransi mampu menyelamatkan keuangan keluarga.

Sebaiknya memiliki polis asuransi dari perusahaan jasa asuransi yang sudah memiliki kredibelitas terpercaya dan track recordnya baik, sebelum membeli polis asuransi kita harus mengetahui benefit apa saja yang akan kita dapatkan dari asuransi yang kita miliki ini.
 
Salah satu asuransi yang paling penting adalah asuransi jiwa,  kalau saya pribadi punya pendapat sih.. asuransi jiwa ini lebih seperti bentuk tanggungjawab kita ke anak-anak,  namanya umur kan enggak ada yang tahu,  juga bagaimana keadaan kesehatan kita,  meskipun sekarang bisa dibilang masih muda,  tapi persiapan itu penting banget, jadi kalau nanti ada sesuatu yang terjadi pada kita, setidaknya anak-anak kebutuhannya masih bisa terpenuhi. 

Miliki Investasi
Apapun bentuknya, investasi itu wajib hukumnya untuk dimiliki, bisa berupa tanah, emas , reksadana atau bentuk investasi lain.

jangan menunggu pensiun untuk memilikinya, karena investasi ini bisa kita kumpulkan secara bertahap dan banyak badan atau lembaga yang akan membantu mewujudkannya, tapi kembali  diingat tetap harus berhati-hati dalam berinvestasi.




Dan semoga selanjutnya kita semua bisa lebih bijak mengelola keuangan kita dan terhindar dari jebakan Middle inccome trap ini yah.