Sunday, August 28, 2016

Bersenang-senang di Kidzania bersama Larutan Cap Kaki Tiga Anak Kemasan Baru




Diundang ke acara launching satu produk yang anak kita suka dan di tempat favorit anak kita itu buat saya itu adalah berkah.

Jadi ceritanya beberapa hari  yang lalu tepatnya tanggal 25 Agustus 2016 saya bersama Hania bersama para Mom Blogger yang tergabung dalam Kumpulan Emak Blogger, menghadiri acara:

Launching Kemasan Baru Larutan Cap Kaki Tiga Anak
Dan
Re Opening Estabilisment Baru Police Station di Kidzania

Kebayang donk... dua hal seru buat anak-anak, larutan cap kaki tiga anak yang merupakan minuman kesukaan Hania dan Kidzania adalah tempat yang sangat mengasyikkan, jadilah undangan ini jadi undangan yang teramat sangat menarik buat saya.

Acara yang dimulai bersamaan dengan jam buka Kidzania ini sebenarnya bertujuan untuk mengenalkan kemasan baru Larutan Cap Kaki Tiga Anak yang kalau dilihat untuk kemasan sekarang lebih segar dan ceria, meski tetap dengan karakter Disney yang memang disukai anak-anak, kemasan baru ini juga lebih imut menurut saya, dan yang penting Hania suka.

Sebenarnya saya memang sering memberikan Larutan Cap Kaki Tiga Anak ini untuk anak-anak agar mereka tetap fit dan enggak mudah terkena panas dalam, bisa dibilang kalau buka kulkas supermarket atau minimarket pasti mereka akan pilih minuman ini untuk dibeli.


Inilah kemasan baru Cap Kaki Tiga Anak



Segaaar...


Dimulai dengan pementasan drama anak yang cukup menghipnotis Hania di ruangan Theater, salah satu ruangan di Kidzania yang berfungsi juga sebagai hall atau ruang pertemuan, cerita yang diangkat tentang seorang anak yang bermimpi melakukan petualangan bersama temannya dan bertemu bajak laut yang mencari harta, ceritanya sederhana tapi sepertinya bisa membuat anak-anak yang hadir disitu untuk tetap duduk dan menyaksikan pementasan drama ini sampai akhir.

Dan ternyata Hania juga menikmati pertunjukan drama itu, meski saya yakin dia belum tahu jalan ceritanya, tapi senang bisa melihat Hania fokus dan menikmati sesuatu hingga selesai.


Pertunjukan ini yang menghipnotis Hania.


Acara dilanjutkan dengan sambutan hangat Bapak Kery Riza selaku Presiden Direktur Kidzania Jakarta, yang menyatakan bergembira sekali karena akan bekerjasama dengan Larutan Cap Kaki Tiga Anak untuk Estabilishment baru yaitu Police Station atau Kantor Polisi, di estabilishment baru itu anak-anak bisa merasakan bagaimana rasanya menjadi seorang Polisi yang mengejar penjahat, o iya...penjahat disini ditangkap karena melakukan pencurian formula rahasia yang ajaib dari Larutan Cap Kaki Tiga Anak, seru ya.. bermain peran sebagai Polisi selain menantang juga diharapkan mampu mengasah kemampuan anak dalam menganalisa dan mengembangkan logika berpikir tentang lokasi dimana si penjahat berada lewat beberapa petunjuk yang diberikan,dan biasanya permainan yang menantang dan penuh teka-teki akan membuat anak penasaran kan..

Estabilishment ini sepertinya bakal jadi favorit anak-anak yang datang ke Kidzania, karena disini mereka selain bermain peran sebagai Polisi lengkap dengan seragamnya juga akan mendapatkan gaji berupa Kidzos, mata uang resmi Kidzania.

Bapak Kerry Riza, Presiden Direktur Kidzania Jakarta


Setelah sambutan dari Bapak Kery Riza, selanjutnya giliran Ibu Merliyana selaku GM Marketing Beverages PT. Kino Indonesia, Tbk yang menyampaikan rasa terima kasihnya dan harapannya agar estabilishment ini akan disukai anak-anak, selain itu Ibu Merliyana juga mengenalkan kemasan baru Larutan Cap Kaki Tiga Anak yang secara simbolik dilakukan oleh keduanya.
 
Ibu Merliyana

Kemasan baru Larutan Cap Kaki Tiga Anak dan penyerahan kunci estabilishment baru

Setelah acara sambutan yang singkat di ruangan Theater selanjutnya kami para undangan di ajak melihat langsung bagaimana rupa estabilishment baru itu.
Dan ternyata beneran seru banget... tempatny memang didesain sangat mirip dengan ruangan kantor Polisi namun dengan ukuran serba mini, sampai-sampai pas ngeliat saya jadi pengen ngurus SKCK disitu, buat ngelamar kerja..hehehe..
Dan di hari itu juga secara simbolik Kantor Polisi (ala Kidzania) itu resmi dibuka, diiringi musik drumband, tirai penutup estabilishment itu dibuka dan semua yang hadir bisa merasakan aura keceriaan dari anak-anak yang akan bermain peran disitu sudah terasa, tapi sayang untuk bisa main disitu minimal anak harus berusia 6 tahun, jadi Hania enggak bisa ikutan main dulu.. tunggu 2 tahun lagi ya sayang...
Inilah estabilishment Police Station yang baru di Kidzania

Dan didepan estabilishment baru itu acara kembali dilanjutkan, kini selain ada Bapak Kery Riza dan Ibu Merliyana juga hadir seorang Psikolog cantik, yaitu Ibu Efnie.
 
Ibu Efni ( paling kiri) psikolog cantik yang juga hadir
Ibu Efnie memaparkan tentang pentingnya menanamkan hal-hal baik di saat usia kanak-kanak, karena di usia ini, yang hanya sekali terjadi seumur hidup manusia, merupakan waktu yang tepat untuk membekali anak dengan hal-baik agar tetap di lakukan hingga dia dewasa, kedekatan Orang tua disaat anak-anak masih kecil juga sangat berpengaruh pada kehidupan mereka nantinya.
Mendengar penuturan Ibu Efnie saya jadi ingat saat saya kecil Orang tua saya sering memberikan semangat kepada saya dan selalu mengatakan
“ kamu pasti bisa, lakukan itu untuk kamu sendiri’
Kata-kata itu sampai sekarang sepertinya terus terngiang saat saya sudah dewasa dan memiliki anak, tinggal jauh dari Orang tua pasca menikah dan harus bertahan hidup di kota orang terkadang membuat saya sering menemui banyak kendala, tapi kata-kata dan semangat yang sering di sampaikan Orang tua saya saat saya kecil membuat saya seperti memperoleh energi dari alam bawah sadar saya kalau saya bisa melakukan hal-hal yang menurut saya mustahil.
Sama halnya ketika Ibu saya mengajarkan untuk mencuci kaki dan menggosoknya sebelum tidur, dan lucunya sampai sekarang saya tidak akan bisa tidur nyenyak kalau belum melakukan ritual itu.. coba deh ingat-ingat hal baik apa yang Orang tua kita ajarkanyang sampai sekarang masih kita lakukan..
Penjelasan Ibu Efni memang sangat sejalan dengan kampanye #masakecilanakcumasekali yang sedang dilakukan oleh Cap Kaki Tiga Anak di berbagai media sosial miliknya, yaitu
Twitter : @Kakitigaanak
Keseruan acara tak hanya berhenti disini, masih ada satu lomba khusus digelar untuk para tamu cilik yang hadir, termasuk Hania lho.. yaitu lomba mewarnai kaleng, dan ternyata pesertanya diluar ekspektasi, membludak.. untung panitia menyiapkan banyak kaleng untuk properti lomba, karena banyak peserta yang meski pendaftaran sudah ditutup masih ngotot untuk mengikuti lomba, termasuk saya dan Hania hehe...
Di lomba mewarnai kaleng ini peserta dibebaskan berekspresi dengan media yang akan dilukis, dan ternyata banyak juga anak berbakat disitu, saya sampai takjub melihat hasilnya, enggak mau kalah dengan peserta lain Hania juga serius sekali mewarnai kaleng yang dipegangnya, meski hasil akhirnya hanya dia dan Allah yang tahu maksudnya, tapi saya senang karena Hania sudah mulai mengekspresikan dirinya dengan mencoretkan warna-warna cat air itu di kaleng, dan saya yakin sebenarnya itulah tujuan utama lomba itu diadakan, membebaskan ekspresi anak-anak.

Hania ikut lomba mewarnai kaleng lho..
Ini hasilnya...

Dan acara seru ini pun diakhiri dengan penyerahan hadiah para pemenang lomba mewarnai kaleng dan makan siang, para undangan yang hadir, yaitu dari kalangan media, Blogger, para orang tua dan anak-anak  terlihat sekali sangat antusias mengikuti sesi persesi dari acara ini, karena memang dibungkus dengan sangat menarik apalagi ditunjang suasana di Kidzania yang memang cozy banget.

 Ada apa sih di Kidzania?


Dari awal cerita saya, berkali-kali saya menyebutkan Kidzania, sebenarnya apa sih Kidzania itu? kalau menurut anak-anak saya Kidzania itu seperti perwujudan mimpi mereka, disini meeka bisa mencoba bermain peran beragam profesi mulai dari Polisi, Hakim, Pengacara, Pilot, Juru masak, Dokter dan masih banyak profesi yang bisa mereka jalankan di lebih dari 100 estabilishment yang ada, karena kata anak saya Kidzania adalah perwujudan mimpi mereka tak salah sapaan di Kidzania adalah 
"Selamat malam Pak / Bu .."
Karena waktu bermimpi adalah dimalam hari, entahlah.. tapi bisa jadi benar apa yang dipikirkan anak-anak saya dengan konsep yang diusung oleh Kidzania sendiri.
Saat ini ada 22 Kidzania diseluruh dunia yang tersebar di 18 negara, antara lain Indonesia (Jakarta), Jepang (Tokyo), Portugal (Lisbon) Filipina (Manila) juga banyak negara besar lainnya.
Untuk di Jakarta Kidzania menempati salah satu space di lantai 6 Pacific Place , Kawasan Niaga Terpadu (SCBD) jl.Jend.Sudirman Kav 52-53.
Waktu bermain di Kidzania lumayan lama untuk tiap sesinya, tapi dijamin anak-anak tidak akan cukup sekali untuk datang kesana, karena ini juga terjadi pada anak-anak saya, dan di tiap sesi itu bisa menampung maksimum 1.800 pengunjung.
O iya.. usia pengunjung juga di kategorikan disini yaitu :
Usia  balita   : 2-3 Tahun
Usia anak     : 4-16 tahun
Usia dewasa : diatas 16 tahun 
Yang masing-masing kategori umur akan berbeda harga tiket dan jenis permainan peran yang bisa dilakukan didalam area Kidzania.


Salah satu profesi yang bisa dipilih di Kidzania

Menyenangkan sekali bisa menghabiskan hari bersama Hania di acara dan tempat yang membuatnya nyaman, karena saya juga mendukung Masa kecil Cuma Sekali, saya berharap kenangan-kenangan seperti ini akan terus dikenang Hania sampai dia dewasa nanti, dan tahu betapa Mamanya sangat mencintainya dan selalu menikmati waktu  bersamanya.

Kebersamaan seperti ini yang saya ingin Hania kenang sampai dia dewasa


Bersama para Emak Blogger KEB




Tuesday, August 23, 2016

Cegah Obesitas Anak dengan Main di Luar



Saat melihat anak kecil yang gembul dengan pipi montok dan menggemaskan apa yang spontan kita lakukan..?

Pasti langsung mencubit sambil bilang “ iiihh... lucunya”

Padahal dibalik kemontokan dan kemumblukan si anak ini ada banyak bahaya penyakit yang mengintai lhoo... enggak percaya, keep reading artikel ini..

Pada hari Selasa tanggal 23 Agustus 2016 kemarin saya diundang oleh salah satu forum diskusi yang sering membahas masalah kesehatan, yaitu NGOBRAS (Ngobrol Bareng Sahabat) dan kebetulan mengangkat tema :

“ Cegah Obesitas Anak dengan Main di Luar”

Acara talkshow santai tapi sarat isi ini dihadiri beberapa media online maupun cetak, yang sering mengangkat isu tentang kesehatan pastinya.

Saat memasuki area acara di restoran Locanda, salah satu restoran yang berada di bilangan Sudirman, Jakarta, saya agak bingung karena terpampang spanduk produk sabun disitu, agak ragu juga pas mau masuk... ternyata Nuvo Family salah satu produk kebutuhan keluarga yang diproduksi Wings ini memang sedang gencar berkampanye #Yukmaindiluar dan sepertinya tema diskusi kali ini sangat cocok dengan campaign ini, jadi yaah.. sekalian kita dapat product knowledge tentang Nuvo ini, ok juga sih..

Diskusi kali ini menghadirkan  Spesialis Kedokteran Olahraga dan pemerhati kebugaran anak Dr. Indarti Soekotjo SpKO, psikolog anak dan keluarga Naomi Soetikno M.Psi, dan juga artis dan founder Gerakan Indonesia Makan Sayur Sophie Navita.

Dr.Indarti ” menjelaskan bahwa karakteristik alamiah anak-anak adalah bergerak, sejak ia dilahirkan. Ia bergerak saat belajar telungkup, merangkak, memanjat, berjalan hingga berlari. Hanya saja, orangtua justru sering membatasi pola alamiah anak ini, dengan berbagai alasan, misalnya takut jatuh atau faktor kesibukan sehingga cenderung menginginkan anaknya diam, apalagi ditambah kesibukan orang tua yang kadang asyik sendiri dengan gadget dan mager ( males gerak).

Padahal mau tidak mau, sadar tidak sadar apa yang kita lakukan itulah yang akan anak kita tiru, seperti pola makan dan bagaimana kita beraktifitas itulah yang akan dicopy plek ketiplek oleh anak kita.

Dr.Indarti juga mengatakan kalau permasalahan terbesar anak dikota besar adalah kurangnya ruang gerak, bayangkan saja, saat bangun tidur membuka mata anak akan mulai dimanjakan dengan tontonan di depan televisi, lalu berangkat sekolah anak akan menggunakan mobil atau motor dengan alasan keselamatan, lalu pulang sekolah hanya menghabiskan waktu didalam rumah kembali dengan gadget dan televisi, karena memang lingkungan sekitar rumah yang tidak mendukung untuk anak beraktifitas diluar, lahan terbuka semakin jarang.. lha trus anaknya mau main dimana.

Hadir di acara diskusi itu sebenarnya  agak kurang sejalan dengan yang anak-anak saya alami, Alhamdulillah.. saya tinggal di daerah pinggiran Jakarta, tepatnya Bekasi yang dibandingkan Jakarta memang masih lebih bersahabat lingkungannya untuk anak-anak, disini Ali dan Hania masih bebas main layangan atau sekedar bermain petak umpet di beberapa lahan kosong yang masih ada, tapi entah beberapa tahun lagi saya enggak yakin, bisa jadi tanah kosong itu bakal jadi kontrakan atau rumah yang harganya terus meroket disini, tapi untuk saat ini saya masih bersyukur lahan – lahan ini masih ada.

Tapi meski lahan terbuka tersedia , fasilitas tersedia kalau memang kemauan sia anak untuk beraktifitas diluar enggak ada apalagi ditambah kekuatiran Orang tua berlebih saat anak main diluar tinggi ya sama saja... ujung-ujungnya anak akan kembali lagi ke gadgetnya di temni sepiring keripik kentang dan susu coklat kesukaan.

Padahal kebiasaan seperti itu yang membuat anak semakin bertambah berat badannya, dan lama-lama anak akan overweight, itu yang ditakutkan.

Anak dengan masalah berat badan biasanya akan malas bergerak dan mulai menimbun penyakit, enggak mau kan kasus Arya si bocah raksasa dengan bobot 190 kg yang ditayangkan di televisi itu menyerang anak kita..

Arya dengan berat badan yang sangat berlebih , sumber foto bbc.com


Selain masalah kesehatan fisik kesehatan psikis si anak juga akan terganggu, sebutan “ si gendut” atau “ Gajah” biasanya membuat anak menjadi tidak percaya diri dan cenderung menjadi tertutup.

Itulah sebabnya psikolog anak dan keluarga Naomi Soetikno M.Psi, menjelaskan kalau anak adalah peniru ulung. Ia meniru orangtua terlebih dahulu sebelum meniru lingkungan. Dalam hal pola makan, apa yang dimakan orangtua juga akan dimakan oleh anak. Bahkan masalah makan pada anak, juga dipengaruhi orangtua. Naomi mencontohkan, karena alasan menghindari anak rewel, orangtua akan membiarkan anak makan apapun yang disukai, kapanpun anak suka. Atau, anak menolak makan sayur, dan hanya mau makan roti dan permen saja, dan semuanya dituruti orangtua, Orangtua mengabaikan kandungan gizi dari apa yang dimakan anak sehari-hari.

Kecenderungan kenapa anak menjadi kelebihan berat badan karena anak dibiarkann diam tidak aktif bertahun-tahun. “Anak yang kurang gerak atau melakukan sendentary life lebih dari 3 jam sehari, disertai snacking tinggi gula otomatis akan menaikkan berat badan. Semakin gemuk semakin malas anak bergerak dan pada akhirnya sampai pada tingkat kegemukan yang menurunkan psikologisnya dan mengisolir dia dari pergaulan dengan teman-temannya. Dan dampak jangka panjang akan berujung pada berbagai penyakit kronis saat dewasa, mulai diabetes sampai penyakit jantung,” jelas Dr. Titi.

Ajak anak aktif bergerak ( dok.pribadi0


Di acara taklshow ini juga sang bintang kita Sophie Navita juga berbagi tentang bagainama dia mengajak kedua anak laki-lakinya untuk aktif bergerak, kedua anaknya yang sudah memasuki usia preteen ini memang sedang asyik di dunianya sendiri, mojok dengan gadgetnya dan mulai enggak begitu asyik kalau diajak main diluar.. toss mbak, kita senasib.

Tapi Sophie Navita ini termasuk Ibu yang oke lho kalau menurut saya dan cukup kreatif, dia bercerita kalau memang butuh trik-trik khusus agar anak mau main diluar dan sesaat berpisah dengan gadgetnya, apalagi sekarang mereka tinggal di Bali yang notabene lingkungannya asyik buat beraktifitas diluar.


Sophie Navita punya banyak trik agar anak-anaknya mau main diluar


Nuvo dan Kampanye “Yuk Main di Luar”

Tapi tak bisa dipungkiri juga meski kita senang anak-anak main diluar, tapi sebagai Ibu tetap donk.. kekuatiran serangan kuman dan kotoran itu selalu ada.

“Tidak perlu takut dengan keringat dan kuman dari luar. Makanya higienitas perlu diperhatikan. Sebelum makan, sebelum memegang layar komputer, setelah bermain, harus cuci tangan dan mandi 2 kali sehari sudah menjadi kebiasaan,” ujar Sophie yang juga adalah brand ambassador NUVO Family.

NUVO, produk anti bakteri produksi Wings menginisasi gerakan “Yuk, Main di Luar!”.  Merry Christanty, Product Manager NUVO, mengajak para orang tua untuk tidak takut mengajak anak-anaknya bermain di luar karena NUVO sebagai produk produk anti bakteri, telah menyediakan produk perlindungan agar anak tetap bersih dan bebas dari kuman. “Sebagai langkah pertama, kami mengadakan edukasi masyarakat melalui media. Gerakan dan edukasi ini akan terus dilakukan di sekolah-sekolah, perumahan dan tempat umum lainnya,” tutupnya.

NUVO mengandung formulasi khusus dari antibacterial TCC dan Triclosan yang efektif membunuh 100 persen kuman. Nuvo juga mengandung pelembab untuk menjaga kelembaban kulit.




Jadi mulai sekarang kayaknya enggak ada alasan lagi untuk sesekali membiarkan anak-anak main diluar .

Monday, August 15, 2016

Tips "Pisah Ranjang" dengan Anak



Tips pisah ranjang dengan anak, kapan sih sebaiknya anak tidur sendiri pisah dengan kita orang tuanya?

Pertanyaan ini menggelitik saya akhir-akhir ini gegara ada beberapa teman sesama ortu yang punya anak balita dan tergabung dalam grup Whatsapp “ Dunia Psikologi dan Parenting” yang saya tergabung didalamnya ramai membicarakan hal ini .

Saya pribadi sih .. sebenarnya mulai memisahkan diri dari anak-anak saat tidur sejak mereka berusia 3 tahunan, ketiga anak saya sudah terbiasa tidur sendiri saat mereka berusia segitu.

Tapi dari obrolan di grup itu saya jadi tahu ternyata banyak para ortu yang masih berat terutama Ibu ini yah.. untuk berpisah dengan anaknya saat tidur, dan memutuskan “umpel-umpelan” diranjang yang sama dengan mereka, padahal kalau di runut banyak lho ruginya kalau anak yang sudah beranak basar masih tidur dengan kita, mau tahu ?
  •     Anak jadi kurang mandiri
     Anak saya yang pertama dan kedua setelah tidur terpisah menjadi lebih mandiri dan berani, dan lebih   terbiasa melakukan beberapa hal kecil sendiri.
  •   Kualitas tidur orang tua dan anak  terganggu
    Seharian bersama anak-anak itu menyenangkan sekaligus melelahkan lho.. jadi tidur berkualitas itu perlu agar kita kembali fit esok harinya, apalagi kalau ukuran ranjang tidak begitu luas, pasti empet-empetan dan membatasi gerak kita dan anak kita saat tidur, dan posisi tidur yang kurang baik dalam artian kesempitan tidak baik untuk pertumbuhan anak kita.
  • Dikhawatirkan anak melihat hal-hal yang tidak selayaknya.
    Ini yang ditakutkan, kalau anak tidur bersama orang tua dan terbangun di malam hari dan melihat “adegan” suami istri ditakutkan akan membekas dimemorinya dan itu sangat tdak dianjurkan

Jadi sebenarnya kapan yah anak sudah bisa berpisah tidur dengan kita? Kalau menurut saya saat yang tepat yaitu saat anak sudah mulai bisa berpura-pura tidur, dan usia 3-4 tahun sepertinya wktu yang tepat, bukan menyamakan dengan anak saya tapi dari pengalaman di usia itu anak akan lebih bisa diarahkan.


Ada beberapa tips yang mungkin berguna berdasar pengalaman saya saat mulai “pisah ranjang” dengan anak-anak, mungkin saja tips ini bisa berguna buat para orang tua yang kebetulan nyasar dan membaca artikel saya ini

•    Siapkan kamar yang nyaman buat anak kita dan cat dengan warna yang menarik, kalau rumahnya sempit dan tidak memungkinkan setidaknya siapkan ranjang kecil dan korden pembatas yang bercorak lucu untuk mereka, tunjukkan kamarnya dan katakan kalau kamar itu nunggu di tempatin.
 

•    Di awal-awal pisah tidur saya membiarkan anak saya tidur di kamar saya dan membacakan dongeng di kamar saya, dan kalau sudah tertidur baru saya pindahkan ke kamarnya, kalau tengah malam terbangun dan kembali ke kamar kita, tak mengapa lama-lama dia akan terbiasa dikamarnya.
 

•    Setelah beberapa minggu giliran saya yang menyambangi kamarnya setiap malamnya dan melakukan ritual sebelum tidur ( ngobrol, baca dongeng) dan akhirnya sampai dia tertidur.
 

•    Tetap buka pintu kamar kita dan kamarnya, syukur-syukur kalau kamarnya saling terhubung, saya dan suami biasanya baru akan mematikan lampu dan menutup pintu kamar-kamar saat anak-anak sudah terlelap.
 

•    Beri pengertian kalau meski kita tidur terpisah tapi tetap masih sayang.
 

•    Usahakan kalau bisa masih satu lantai antara kamar kita dengan kamar anak-anak.


Semua yang saya tulis diatas mungkin hanya teori yang Alhamdulillah berjalan baik di saya dan anak-anak saya, tapi saya yakin kalau setiap orang tua punya cara dan pertimbangan sendiri kapan waktu yang tepat dan bagaimana triknya agar bisa membiasakan anak tidur sendiri, boleh lho.. di bagi disini dengan berbagi di kolom komentar di bawah.

Menjadi orang tua artinya belajar tanpa henti, itulah mengapa saya sering bilang ke teman-teman saya yang notabene lebih muda dari saya dan anaknya masih kecil-kecil kalau memang benar setiap anak itu unik tapi permasalahan yang ditemui di anak-anak itu biasanya mirip, itulah kenapa ada ilmu parenting, jadi sering mencari tahu akan ilmu itu InsyaAllah membuat kita lebih mudah menghadapi masalah-masalah yang akan kita hadapi dalam hal pengasuhan anak.