Friday, October 2, 2015

#BedaAnakBedaPintar : Karena Tiap Anak Itu Unik.




Pernah tidak membanding-bandingkan anak kita dengan anak lain ? kalau saya terus terang iya, tapi itu dulu, saat anak saya baru satu, dan saya masih buta tentang betapa uniknya setiap anak.

Padahal secara kasat mata tak perlu penjelasan panjang kita dapat melihat lho .. betapa setiap penampilan orang itu berbeda, bahkan si kembar identik pun masih bisa kita lihat perbedaanya, nah kalau dari tampilan tiap anak berbeda kenapa kepintaran mereka harus kita samaratakan?

#BedaAnakBedaPintar ini adalah tagline yang sedang gencar-gencarnya dikampanyekan oleh salah satu brand susu ternama Wyeth, ditandai dengan launchingnya tanggal 1 Oktober 15 kemarin , dengan mengangkat tema :

#BedaAnakBedaPintar : Memahami Multiple intelligences & Peran Nutrisi

Acara yang berlangsung di Hotel indonesia Kempinski ini bertujuan mengajak para orang tua, Ayo.. sadar donk, tiap anak itu berbeda, dan setiap anak terlahir dengan kepintaranya masing-masing.

Bicara tentang perbedaan kepintaran anak, saya jadi teringat anak-anak saya sendiri, buat si sulung Hasnah tampil didepan orang banyak bukanlah hal sulit, bahkan saat dia tiba-tiba harus memberikan sambutan di satu acara dengan enteng dijalani, tapi jangan pernah memintanya mengerjakan satu soal matematika yang buat saya itu cukup mudah, nah.. kalau adiknya Ali lain lagi, tampil atau sekedar bicara didepan kelas yang hanya berisi tak lebih dari 20 siswa itu sudah jadi siksaan buat dia, keringat dingin, gugup, pucat enggak ada kontak mata bakal terjadi, tapi uniknya beberapa temannya malah sering minta tolong dia untuk dibuatkan teks pidato atau puisi, dan bisa saya bilang hasilnya bagus, terbukti kan kalau tiap anak memiliki kepintaran dan kemampuan masing-masing, bahkan yang bersaudara sekalipun.

Acara yang berlangsung tak lebih dari 2 jam itu sangat sarat dengan pesan buat yang hadir, saya salah satunya apalagi saat tiga narasumber yaitu Ibu Ika Nursantini ( Head of Marketing Service PT.Wyeth Nutrition Indonesia) , Thomas Armstrong Ph.D (Ahli bidang Multiple Intellegences) dan dr Endang D Lestari Sp.A(K), MPH (pakar nutrisi anak)

 Acara dibuka dengan sambutan dari Mr.Alejandro E Septien (Vice President Director PT.Wyeth Nutrition Indonesia) , Mr.Alex mengucapkan terimakasih kepada semua pihak media yang hadir dan ikut serta mengkampanyekan #BedaAnakBedaPintar .


Mr.Alejandro, Vice president PT.Wyeth Indonesia


 Selanjutnya  ada dua pernyataan dari audiens yang hadir tentang kepintaran anak yang berbeda-beda, Ibu Ika mengatakan  tak bisa dipungkiri kalau setiap orang tua sering membanding-bandingkan anaknya dengan anak lain, atau bahkan membandingkan dengan orang tua itu sendiri saat masih seumuran si anak,  namun seiring perkembangan jaman dan kemajuan arus informasi membuat orang tua sekarang lebih bijak dan menyadari kalau setiap anak itu dengan bakat dan minat mereka yang berbeda, jadi buat para ortu nih yang masih sering menjadikan anaknya bahan perbandingan siap-siap deh dipanggil ORTU JADUL hehe..

Dan untuk mendukung kesadaran kalau tiap anak mempunyai kepintaran yang berbeda maka Wyeth secara khusus mengedukasi para orang tua untuk lebih sadar kalau #Beda AnakBedaPintar lewat Sosmednya ProGold Parenting Clubnya di Facebook dan Twitter, selain itu juga lewat website resminya www.progoldparentingclub.com atau juga bisa menghubungi care line Wyeth Nutrition Indonesia.

Ibu Ika Noorsanti Noor ,Head of marketing service PT.Wyeth Indonesia


Pemaparan yang kedua oleh Thomas Armstrong, ahli di bidang multiple intelligences, beliau mengatakan kalau kita bisa mengenali kepintaran anak kita dan menstimulasinya dengan memperhatikan minat dan tingkah laku mereka, secara garis besar kepintaran ini bisa di bagi 8, dan berikut cara menstimulasinya:

  1. Kepintaran Linguistik : menyangkut kemampuan berbahassa si anak, bisa distimulasi dengan membacakan buku, menyediakan perlengkapan merekm suara untuk anak kita.
  2. Kepintaran Logika Matematika : yang berhubungan dengan hitung-hitungan, dan kemampuan anak untuk berpikir secara logika, bisa distimulasi dengan bermain teka teki logika atau main balok berpola.
  3. Kepintaran Visual spasial : kepintaran ini melibatkan kepekaan dalam gambar, bisa distimulasi dengan bermain gambar menggambar atau menyelesaikan puzle gambar.
  4. Kepintaran Kinestetik : kepintaran yang berhubungan dengan olah raga atau olah tubuh, stimulasi dengan mengajak anak berolah raga bersama.
  5. kepintaran Musik : anak memiliki kepekaan yang tinggi dibidang musik, stimulasi dengan mendengarkan musik ke anak dan bernyanyi bersama
  6.  Kepintaran Interpersonal : kemampuan anak untuk berkomunikasi dengan orang lain dan memahami perbedaan temperamen dan suasana hati lawan bicaranya, bisa distimulasi dengan bermain monopoli bersama.
  7. Kepintaran Intrapersonal : Kemampuan anak untuk memahami dirinya sendiri, anak dengan kepintaran ini mengetahui apa yang baik buat dirinya dan akan jadi apa dia nantinya, kepintaran ini bisa distimulasi dengan melakukan kegiatan yoga bersama.
  8. Kepintaran Naturalis : kemampuan anak untuk mengobseravsi alam sekitar, bisa distimulasi dengan mengajak anak bermain dialam bebas.

Thomas Armstrong

Masih menurut Thomas Armstrong, sebenarnya ada 4 cara khusus yang bisa diterapkan semua orang tua untuk bisa lebih mengenali kepintaran anaknya yaitu dengan

  •  Perbanyak material atau lat bantu anak untuk lebih mengenal kepintarannya, tak perlu mainan mahal, balok kayu yang paling sederhana pun bisa menjadi alat bermain yang seru yang bisa menstimulai kepintaran mereka.
  • Lakukan hal-hal menyenngkan bersama anak dalam satu keluarga, kebersamaan ini sangat penting untuk mengembangkan kepintaran dan kepribadian anak, manfaatkan waktu yang sedikit bersama mereka dengan baik.
  •  Ciptakan selalu moment yang tepat untuk bisa mengembangkan kepintaran mereka, mungkin kita tak punya banyak waktu untuk anak-anak kita, tapi yang sedikit itulah yang bisa kita manfaatkan dengan baik.
  • Jangan pernah memaksakan anak kita dalam hal apapun, biarkan mereka melakukan hal-hal yang mereka sukai dan biarkan mereka mengembangkan bakat dan minatnya.
Dari 4cara itu sebenarnya sederhana, saya juga berpikir hal sesederhana seperti ini harusnya bisa saya lakukan, dan efeknya akan sangat baik buat anakanak, kuncinya kebersamaan dengan anak.

Pembicara terakhir yaitu dr.Endang, pakar gizi anak, dr.Endang mengatakan kalau anak yang pintar tentunya harus sehat dan gizinya terpenuhi, karena zat-zat gizi seperti protein, vitamin dan mineral sangat dibutuhkn untuk daya tahan tubuh anak dan perkembangan otak anak, sebagai orang tua memilihkan makanan yang sehat dan penuh gizi merupakan syarat mutlak untuk menunjang tumbuh kembang anak.

Bicara masalah pemenuhan gizi ini , PT.Wyeth sebagai salah satu produsen susu premium telah memberikan solusi dengan dua produk andalannya yang memang khusus untuk menunjang optimalnya tumbuh kembang anak, dua produk tersebut ialah
  1. S 26 Procal Gold untuk anak usia 1- 3 tahun
  2. S 26 Promise Gold untuk anak usia 3- 12 tahun.
 Setelah ketiga narasumber ini memaparkan presentasinya, kini tiba waktunya acara tanya jawab, beberapa rekan media dan blogger yang hadir menanyakan beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan topik yang dibahas saat itu, dan semuanya dijawab dengan baik, dan seperti biasa saya nanya donk.. lumayan itung-itung konsul gratis, dengan Profesor pula.

sesi tanya jawab


 Dan  berakhirlah rangkaian acara hari ini dengan banyak ilmu yang saya dapat, yang pastinya mulai hari ini stop membanding-bandingkan anak kita dengan anak lain karena #BedaAnakBedaPintar

Seluruh pengisi acara hari ini.


14 comments:

  1. Kasian kalau anak dibanding2kan yaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. itu akan menjadi tekanan lho buat anak.

      Delete
  2. Dulu aku paliing benci banget kalo dibanding2kan aama kakakku. Sekarang sih anakku masih 1 mak semoga aja nanyi klo udah nambah aku ga membandingkan gtu karena semua anak itu unik dan pintar

    ReplyDelete
  3. Aku setuju banget sama tagline. Coba bayangkam betapa tertekannya anak jika harus menyamakan diri dg yang lain. Orang dewasa pun tak mau begitu.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Idem Mbak, aku adalah aku kalau kata anakku.

      Delete
  4. baru bs mendteksi 4 kecerdasan si ken, kinestetik, visual spasial, musik, dan natural, dan sdh mulai distimulus,..
    yup, beda anak beda kecerdasan
    tfs y mak, bermanfaat bgd

    ReplyDelete
    Replies
    1. sama-sama mak.. terus eksplorasi kecerdasan anak kita :)

      Delete