Wednesday, September 12, 2018

Mengenal Seni dalam Lingkungan Montessori bersama Nippon Paint Indonesia dan Indonesia Montessori


"The education of even a small child, therefore, does not aim preparing for him shool but for life"
~Maria Montessori~ 

Seneng banget beberapa waktu yang lalu saya kembali mendapat kesempatan belaar dan tahu lebih banyak tentang metode Montessori, ingat Montessori itu tidak berhubungan dengan nama organisasi, sekolah atau lembaga tertentu lho... 

Montessori lebih tepatnya adalah metode pendekatan yang bisa diterapkan pada anak usia dini, montessori ini seperti gaya hidup dan cara kita menaruh respek kepada anak, memberikan mereka kebebasan bereksplorasi dan mendapatkan pengalaman langsung tentang hidup ( saya kutip dari buku Real Mom Real Journey, karya Elvina Lim, founder Indonesia Montessori.com)

Acara kali ini bersama Nippon Paint Indonesia dan Indonesia Montessori.com dengan tema ART in The Montessori Environment, bertempat di Mamain, restoran yang asik banget buat acara ngumpul bareng anak-anak, two thumbs up deh buat penyelenggara yang sudah memilih tempat ini, meski tidak terlaluu luas, tapi mereka menyediakan area bermain yang nyaman plus Mbak-mbak yang siap jagain anak kita.. keren.


Puas main plus mewarnai Hania


Sebenarnya kenapa yah Nippon Paint Indonesia membuat acara ini? acara yang notabene berkaitan dengan parenting dan pendidikan anak? kan mereka memproduksi cat, sealer dan teman-temannya?

Ternyata ini sebagai salah satu dukungan Nippon Paint Indonesia akan kampanye terbaru mereka yang mambantu para orangtua Indonesia untuk mewujudkan Rumah Sehat untuk keluarga, yang memiliki  fungsi utama :
  1. Bebas Kuman 
  2. Bebas Berkatifitas
  3. Aman bagi Kesehatan
Sadar tidak kalau anak-anak kita ini setidaknya menghabiskan 8- 20 jam waktunya didalam ruangan, entah itu ruang kelas atau ruangan dirumah, dan dari waktu yang panjang itu, area yang sering dekat dengan anak-anak adalah dinding, dan ternyata dinding rumah kita tanpa kita ketahui bisa jadi rumah yang nyaman buat kuman dan bakteri, wah ngeri yah.. karena penting sekali memperhatikan kualitas cat yang digunakan untuk dinding sehat.



Padahal dinding termasuk bagian rumah yang paling luas lho.. dan itu artinya selamma 8- 20 jam itu kuman, virus dan bakteri bebas bisa masuk ketubuh anak kita, naah.. itulah perlunya menggunakan perlindungan khusus untuk dinding yaitu dengan menggunakan cat dinding yang baik untuk kesehatan.

Saat diperkenalkan dengan Nippon Paint Spot-Less Plus, yaitu cat dinding yang memiliki  3 keunggulan :
  1. Anti Baterial : Nippon Paint Spot-less Plus ini didukung dengan teknologi Silver Ion yang membasmi penyebaran bakteri didinding, ini membuat dinding aman disentuh anak-anak.
  2. Superior Washability : menggunakan teknologi Stain Guard membuat dinding lebih mudah dibersihkan, coret-coret tembok memang mengasah kreatifitas anak, tapi dinding rumah yang penuh coretan terkadang suka bikin puyeng yah..jadi at dinding yang mudah dibersssihkan seperti ini seperti jawaban dari surga buat para Ibu seperti saya, yang terkadang bingung lihat dinding kamar sudah kayak mural hasil karya Hania.
  3. Low VOC : Volatile Organic Compound ( VOC) adalah zat aktif dalam cat yang biasanya sangat berbau menusuk dan seringkali mengganggu pernapasan, terutama anak-anak, dan  produk Nippon Paint Spot-Less bebas VOC dan itu artinya anak-anak bebas bernapas.
Tiga keunggulan inilah yang nantinya diharapkan akan membuat dinding rumah keluarga Indonesia ini lebih sehat dan terlindungi dari bakteri, artinya anak-anak akan terlindungi juga donk.. seperti yang disampaikan oleh Mbak Linda dari Nippon Paint Indonesia.



Mbak Linda


Dinding rumah yang sehat dan mudah dibersihkan  artinya anak -anak akan  bisa berkegiatan dan berkreatifitas dengan baik dirumah, karena memang waktu terbanyaka anak dirmah, jadi buat para Orangtua yang ingin menerapkan metode Montessori untk pendidikan anaknya, sebaiknya juga menerapkan hal ini juga dirumah.

Montessori di Rumah bersama Elvina Lim 

Sudah beberapa bulan ini saya menerapkan metode Montessori dirmah, messki tidak secara keseluruhan, berbekal ikut beberapa pelatihan dan dari buku-buku tentang Montessori, saya yakin sekali kalau metode ini memang cocok buat Hania yang memang memiliki gangguan ADHD atau gangguuan fokus dan hiperaktif.


Me with Elvina Lim


Karena memang awalnya metode ini dicciptakan oleh Maria Montessori untuk anak dengan kebutuhan khusus, meskipun ternyata metode pendekatan ini juga bisa diterapkan pada anak tanpa gangguan perkembangan.

Montessori bukan hanya mengajarkan anak bagaimana pelajaran disekolah, tapi lebih ke bagaimana anak-anak menadi lebih percaya diri dan mampu bertahan hidup.

Jadi saat mendapat undangan acara ini dan berkesempatan bertemu langsung dengan Elvina Lim Kusumo seorang Montessori Educator yang juga foundernya IndonesiaMontessori.com  langsung serasa menang lotere, apalagi ternyata yang mendaftar untuk acara ini lewat akun Instagram mereka itu ratusan, dan hanya dipilih 10 orang saja yang beruntung.

ART dalam lingkungan montessori 

 "Pelajarilah seni maka otakmu akan berkembang"
~Anonim~

Belajar seni unttuk anak-anak dalam lingkungan montessori bukan berarti kita ingin menjadikan anak kita seniman atau pelukis terkenal, kalapun nantinya mereka menjadi seperti itu, anggap itu bonus, atau kita menuntut anak kita menciptakan karya seni yang selalu indah, masterpiee dan instagramable.. bukan..

Seni dan montessori sangat berhubngan, anak-anak akan mampu mengembangkan kreatifitasnya saat kita membiarkan mereka mengeksplore kempuannya dan membebaskan mereka berkesenian, membuat coretan, menggambar bebas, membuat prakarya itu semua berhubungan dengan seni dan akan bagus untuk menstimulasi semua indera mereka.

Ada beberapa hal yang bisa kita siapkan sebagai Orangtua untk mendukung kegiatan berkesenian anak kita, seperti :
  •  Siapkan Sudut Seni : pilih salah satu ruangan dirumah yang bisa kita dedikasikan atau pergunakan anak-anak mengasah bakat seninya.
  • Siapkan Tray Kegiatan Seni : nampan atau meja kusus agar anak-anak mengerti kalau mereka bisa melakukan apapun dalam batas tray itu.
  • Siapkan alat-alat sungguhan tapi dalam ukuran anak-anak : Ini nantinya akan membuat anak-anak terbiasa menggunakan alat-alat ini dalam ukuran yang sebenarnya, seperti lem, gunting dan lain-lain.
  • Siapkan bahan-bahan : bisa menggunakan recyled item9 bahan daur lang) seperti kertas glungan tisu, koran bekas juga bahan-bahan lain.
 
Contoh kegiatan seni dalam lingkungan montessori, sumber foto : indonesiamontessori.com

Mencuri ilmu dari Elina Lim tentang menerapkan seni dalam metode montessori di rumah, ada beberapa poin penting yang sepertinya bisa kita tiru, saya termasuk salah satunya yang sedang intens menerapkan metode ini unttuk Hania, yaitu :
  • Ikuti keinginan anak, ingat montessori intinya anak adalah pemimpin.
  • Open - ended
  • Biarkan anak berkreasi, tidak selalu harus mengikuti contoh dari kita.
  • Tekankan pada proses, bukan hasil.
  • Jangan jadikan kegiatan ini untuk nilai baik dan layak diperlihatkan pada orang lain untuk mendapat pujian.
  • Berikan mereka kesempatan untuk berkreasi namun terus pantau, tahan komentar atau kritikan.

Tujuan dari kegiatan berkesenian ini adalah agar kreatifitas anak semakin meningkat, mengenal beragam teknik seni, mengambil resiko, meningkatkan konsentrasi dan motorik halus mereka. jadi ingat, yang paling penting jangan pernah pusingkan hasilnya, selalu hargai prosesnya.

Lingkungan yang sehat, dengan kondisi rumah dengan cat dinding yang sehat serta perhatian dan dukungan serta metode yang tepat untuk anak kita InsyaAllah akan menunjang tumbuh kembangnya dan momen-momen emas anak kita terisi dengan baik. 


Nippon Paint #dindingsehatkeluargasehat







 

No comments:

Post a Comment