Thursday, September 12, 2019

CISC for HER2 Komunitas Penunjang Harapan Para Penyintas Kanker Payudara HER2+


 Apa kabar Mams..semoga sehat selalu buat Mams dan keluarga yah. Karena memang kesehatan adalah hal paling berharga yang selalu harus kita syukuri.

Di artikel kali ini, saya akan bercerita banyak tentang bagaimana kehidupan para penyintas kanker saat mereka berjuang untuk membuat harapan hidup mereka menjadi labih baik dan lama.

Saat seseorag divonis mengidap penyakit mematikan sepertinya tidak akan pernah ada yang bisa dibilang benar-benar siap menghadapinya, mereka selalu butuh bahu untuk bersandar dan orang-orang terdekat yang bisa memberikan dukungan.

Dukungan tidak melulu dari keluarga, meskipun itu adalah yang terbaik, tapi bergabung dengan teman senasib dalam komunitas bisa menjadi pilihan buat para penyintas kanker agar menjadi lebih kuat dan saling berbagi informasi yang bermanfaat.

Ada banyak sebenarnya komunitas khusus untuk para penyitas kanker, salah satunya yang saya tahu adalah CISC ( Cancer Information & Support Center) yang sudah ada sejak 2003 lalu, kalau saya mengenal komunitas ini sekitar 4 tahun yang lalu, saat saya diundang untuk hadir di acara sharing mereka tentang komunitas ini di tahun 2015, saya juga menuliskan perkenalan saya  di blog kesayangan ini.


Dari situ saya mulai mengenal dan salut dengan bagaimana komunitas yang diprakarsai dan diketuai hingga sat ini oleh Ibu Aryanthi Baramuli Putri , SH.,MH  ini bergerak dan membantu banyak para penyitas kanker untuk mendapatkan semangat hidupnya dan juga pengetahuan yang baik tentang jenis kanker dan bagiaman pengobatan yang tepat untuk mereka.

Ibu Aryanthi Baramuli Putri, SH, MH


Sesuai dengan semboyan mereka “ Hidup lebih berkualitas, lebih berarti dan lebih bersemangat dengan kanker”. Komunitas ini memberikan semangat dengan adanya support group baik secara offline maupun online, serta pendampingan sebelum, saat terapi maupun paska terapi baik di RS maupun dirumah pasien langsung.

Dan beberapa waktu yang lalu saya kembali mendapatkan undangan untuk hadir di acara CISC ini, kali ini berkenaan dengan lahirnya sub komunitas CISC yaitu CISC For Her2, sub komunitas yang berkaitan khusus dengan kanker payudara.

Tema acara yang diangkat adalah Tantangan dan Harapan : Peningkata Kualitas Pelayanan Kesehatan Pasien kanker Payudara HER2-Positif di Indonesia

Untuk informasi HER2+ ini adalah sebutan untuk salah satu subtipe kanker payudara yang sangat berbahaya, dan kabar buruknya 20-25% kanker payudara di Indonesia berjenis HER2+ yang bersifat ganas ini.
Di acara yang digelar di Hongkong Café, Jakarta 29 Agustus 2019 ini menghadirkan 2 narasumber ahli, yaitu:

1.            Dr. Farida Briani Sobri ,Sp. B. Onk
2.            Dr.Ronald A .Hukom, MHSc, SpPD-KHOM

Dari keterangan Dr. Farida membuka mata saya tentang bagaiman seharusnya pengobatan kanker payudara Her 2 Positif  yang tepat, Kalau dulu saya yang awam ini hanya tahu kalau pengobatan kanker terbaik yaitu kemoterapi, ternyata saya salah, menurut dokter cantik ini yang juga penulis beberapa buku yang berhubungan dengan kanker, salah satunya CERDAS MENGHADAPI KANKER PAYUDARA di tahun 2017 ini mengatakan kalau perpaduan kemoterapi dan Tratuzumab adalah pilihan terbaik buat para penyitas kanker untuk meningkatkan harapan hidupnya.

Dr.Farida Briani Sobri, Sp.B.Onk


Tapi sayangnya memang pengobatan dengan kombinasi tersebut biayanya tergolong tinggi, itulah kenapa pihak JKN hanya mengcover 8 X tindakan ini, dari yang seharusnya dianggap efektif yaitu 16X, hal ini sepertinya harus menjadi peer nih buat pemerintah kita, semoga ada jalan keluarnya yah..
Prosentase harapan hidup buat penyitas kanker memang sangat berarti, oleh karena itu perlu terus dikaji bagaiman baiknya pelayanan dan pelayanan yang tepat buat mereka, ini juga yang disampaikan oleh Dr. 

Ronald yang merupakan Senior Consultant di Departemen Onkologi RS. Dharmais, beliau mengatakan edukasi yang tepat kemasyarakat tentang penyakit kanker ini sudah sangat urgent untuk dilakukan. Ditambah lagi beberapa fasilitas pelayanan di daerah belum memiliki fasilitas yang lengkap untuk bisa menegakkan diagnose  kanker ini dengan tepat, dan mereka membutuhkan waktu lebih banyak untuk bisa memberikan vonis kanker dan memebrikan pelayanan, dan itu artinya saat pasien menunggu vonis dan penanganan yang tepat, sis el kanker ini sudah menyebar ditubuh pasien.

Foto bersama Dr.Ronald A Hukom dengan Ibu Aryanthi dan moderator.


Dengan berbagai latar belakang yang dijelaskan kedua narasumber ini, juga merupakan alasan kenapa CISC for Her  ini dibentuk, yang diharapkan bisa menjadi wadah untuk berbagi informasi, inspirasi dan dukungan buat para penyintas kanker payudara HER2+, yang memang sangat membutuhkan itu.

Di acara ini kami juga sempat mendengarkan testimony dari 2 orang luar biasa yang mampu hidup dan berdamai dengan kanker dan menjalani kehidupan yang baik, adalah Ibu Yuni Tanjung dan Bapak Wielly Wahyudin, koq bapak-bapak? Sangan salah.. laki-laki juga bisa terkena kanker payudara lho..

Ibu Yuni Tanjung yang juga seorang pengacara ini menceritakan bagaimana perjuangannya menaklukan sel-sel kanker yang bersarang ditubuhnya, juga perjuangannya menggugat pihak JKN untuk mendapatkan hak pengobatan yang lebih baik , salah satunya kuantitas pemberin trastuzumab ini, dan akhirnya berhasil, habit Ibu..

Dan untuk Bapak Wielly ini sebenarnya saya juga pernah bertemu beliau di acara CISC sebelumnya, dan saya takjub karena setelah 4 tahun kembali bertemu, beliau terlihat bugar dan sehat, jadi ini membuktikan kalau penyintas kanker juga memiliki harapan hidup yang lebih baik bila mendapatkan pengobatan yang tepat dan manjalankan pola hidup sehat.

Dari acara ini saya jadi tahu lebih banyak tentang CISC for Her 2 yang kalau menurut saya sangat bermanfaat sekali, dan untuk lebih mengenal komunitas ini, bisa koq mencari informasi lewat akun Facebook mereka di Facebook Fanpage Indonesia For Her 2, disitu akan ada banyak informasi yang diperlukan yang berkaitan dengan kanker payudara Her 2.

Writing Competition Indonesia For Her2 +

Setelah membaca artilkel dan cerita saya tentang CISC For Her2  dan juga cerita tentang Bibi saya yang menderita kanker, pasti ada bayangan donk betapa banyak cerita dibalik penyakit mematikan ini, nah.. tidak ada salahnya kalau Mams menuliskannya dan berbagi dengan banyak orang, siapa tahu bisa menjadi inspirasi.

Apalagi tulisan Mams nantinya akan mendapat apresiasi dari CISC for Her 2 dan bisa meenangkan berbagai hadiah menarik, simak yah bagaimana mekanisme lomba penulisan artikel It’s time to share HER2, apa saja yang bsa ditulis diartikel yang akan dilombakan ini yah ? apa saja Mams bisa cerita mengenai diri sendiri, teman atau keluarga yang berjuang menghadapi kanker.

Mekanisme mengenai lomba dan hadiah yang akan diterima para juara bisa dilihat di situs akun Fapage resmi CISC Indonesia For Her2+ 

Ayo ..tunggu apalagi, tulis dan bagikan ke banyak orang dan semoga cerita Mams bisa menjadi penyemangat para penyintas kanker di seluruh Indonesia.



No comments:

Post a Comment