Menjadi seorang Ibu itu dituntut harus kreatif, dalam hal apa saja.
Saya termasuk orang yang lumayan pilih-pilih kalau sudah urusan makanan buat anak-anak, meskipun saya sendiri termasuk makhluk omnivora (pemakan segala) sejati, apaaa aja dimakan asal halal.
Tapi lucunya kalau buat anak-anak, saya suka sedikit parno atau kalau kata orang Surabaya was-wasen kalau memberikan makanan atau minuman ke mereka, dan dampaknya memang anak-anak saya kurang suka dengan makanan atau minuman yang serba instan, maunya Mamanya repot, tapi enggak papalah yang penting mereka sehat dan doyan.
Itulah sebabnya yang pernah ketemu saya lagi bersama anak-anak di satu event atau acara pasti kelihatan repot sendiri dengan perbekalan makanan, bukannya apa buat jaga-jaga saja kalau nanti makanan yang disediakan tidak cocok dengan selera mereka.
Pun dalam hal minuman, sebagai Ibu yang sering mondar-mandir ikut acara seminar kesehatan dan di cekokin tentang bahayanya gula berlebih, minuman berkarbonasi dengan gula tinggi serta minuman instan lainnya, membuat saya agak takut juga memberikannya buat anak anak.
Nah dari situ saya jadi mikir alternatif minuman manis buat keluarga yang juga sehat apa yah... dan olah punya olah saya dapat dua resep minuman yang tidak hanya enak tapi juga sehat.
Es Madu, minuman dingin di cuaca panas.
Minuman yang pertama yaitu yang cocok dikonsumsi di cuaca terik atau saat matahari sedang sombong dan eksis terus, bahan yang diperlukan gampang koq :
Air matang
Madu murni
Es batu
Cara membuatnya yah biasa saja, campur semua bahan jadi satu lalu sajikan.
Teh Rempah Madu, hangat di cuaca dingin.
Kalau resep yang kedua cocok diminum saat sang surya sedang malu-malu alias suasana sedang dingin dan ayem, minuman ini juga cocok lho dinikmati ketika berada di tempat yang berhawa sejuk, seperti pas liburan di puncak atau negara yang bersuhu minus-minus.
Bhan-bahan yang diperlukan adalah
Air
Kayu manis
Kapulaga
Sereh
Madu murni
Caranya dengan merebus semua bahan kecuali madu kedalam air dengan api kecil sampai mendidih dan tuang kedalam cangkir selanjutnya masukkan madu murni sebagai pemanis, kalau suka bisa ditambahkan air jeruk lemon.
Itu adalah dua minuman yang mungkin bisa ditiru, kedua-duanya segar dan menyehatkan.
O iya... di kedua resep itu saya selalu menambahkan madu sebagai pemanis, karena daripada gula saya memang lebih memilih madu dan biasanya saya pakai madu murni atau yang sudah ditambahkan bahan-bahan berkhasiat, salah satu contohnya adalah Madu Grow n Health,
Kenapa memilih Madu Grow n Health?
Memang saat ini banyak sekali pilihan madu murni yang sudah ditambahkan berbagai macam bahan herbal yang diklaim memiliki beragam khasiat, tapi Madu Grow n Health ini memiliki keunggulan dengankandungan gizi dan nutrisi yang lebih lengkap, di setiap 15 ml nya mengandung :
Ekstrak kulit manggis (120 mg) sebagai anti mikroba dalam menagkal berbagai macam penyakit serta memiliki anti oksidan yang tinggi untuk kekebalan tubuh.
Ekstrak Temulawak (168 mg) selain sebagai booster untuk nafsu makan juga sebagai penjaga fungsi hati karena mengandung zat kataggoga yang memproduksi empedu dalam hati, serta merangsang pengosongan empedu, kalau dulu Ibu saya rajin membuat jamu dari perasan temulawak ini untuk membuat anak-anaknya doyan makan.
Ekstrak ikan gabus atau yang hits disebut Albumin (480 mg), zat ini dipercaya mampu menambah kecerdasan karena meningkatkan kinerja otak dan juga sebagai kekebalan tubuh yang bagus.
Selain berbagai bahan itu, Madu Grow n Health mengandung madu murni (23,2 g) sebagai bahan utamanya, tentunya dengan kualitas madu terbaik yang penuh degan nutrisi, diantaranya Vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6,D, E, K, Uric Asid dan asam nikotinal.
Dan yang lebih hebatnya lagi semua vitamin dan zat penting itu mudah sekali diserap oleh tubuh, sekitar 1 jam setelah dikonsumsi.
Sebenarnya madu Grow n Healh ini memang dikhususkan untuk anak yang sedang bertumbuh yaitu usia 1-12 tahun, dosis yang di anjurkan adalah 3X2 sendok teh sehari, karena dengan dosis sebanyak itu akan mencukupi kebutuhan gizi harian anak.
Satu zat gizi yang menarik buat saya adalah adanya Albumin sebagai komposisi utamanya, banyak dari kita yang tahu Albumin ini banyak sekali manfaatnya, bahkan saat saya berkonsultasi dengan salah satu Dokter Tumbuh Kembang tentang kasus terlambatnya bicara pada Hania, Dokter juga menyarankan untuk di berikan "makanan otak" yang lebih banyak, diantaranya beliau menyebutkan Albumin ini, yang juga berfungsi sebagai lalu lintasnya nutrisi dan hormon ke dalam tubuh.
Dan untuk alasan itulah kenapa saya memilih madu ini, selain saya sebagai bahan pelengkap minuman terkadang madu ini saya berikan begitu saja untuk anak-anak, apalagi kualitasnya dan kehalalannya sudah terjamin, jadi sepertinya tidak ada alasan buat saya untuk kuatir lagi.
Tapi tetap yah.. karena madu ini rasanya enak dan biasanya anak-anak cenderung menyukai rasa manis jadi sebaiknya dalam hal penyimpanannya juga harus diperhatikan, agar konsumsi mereka bisa dikontrol, cukup berikan 2 sendok teh sebelum sarapan, 2 sendok teh sebelum makan siang dan 2 sendok teh sebelum tidur.
Kalau yang saya rasakan sih, setelah satu minggu anak-anak mengkonsumsi madu ini ada perubahan yang lumayan besar pada si kecil Hania dan Abangnya Ali, nafsu makannya bertambah, lebih fokus dan tidurnyapun lebih nyenyak.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai madu ini, bisa ceki-ceki sosial media yang mereka punya lho..
FB : Grownhealth
Twitter : @grownhealth
Instagram : @Grownhealth
Whatsapp : 0878 3446 4222
BBM : D29550E4
Kalau ingin juga merasakan manfaat dari madu yang saya konsumsi ini bisa lho di pesan online lewat website mereka
Harga perbotolnya Rp 75 ribu / 200 ml
Gunakan kodeKBGNH66 untuk potongan 10%
Apa yang membuat seorang Istri dan Ibu bahagia ? keluarga yang sehat, rumah rapi dan dihadiahi perabot merek Tupperware ?
Haah... kenapa Tuperware ? iyalah, perangkat makan ini sepertinya sudah menjadi wish list buat sebagian besar Ibu-ibu, meskipun koleksi yang dimilikinya sudah lumayan banyak tapi kalau ada koleksi baru keluar atau promo diskon buat pembelian Tupperware, tak ayal pasti ingin nambah lagi, iyyyaa kaan...
Dan ... What lucky I am 😊, hari kamis 27 Oktober kemarin saya mendapat undangan khusus dari Tupperware untuk ikut hadir di event Blogger Gathering yang mereka adakan, enggak pakai ba-bi-bu lagi, langsung saya konfirmasi undangan itu, kebayang koleksi Tupperware saya bakal bertambah donk, karena sudah jamak diketahui hampir di semua event yang diadakan Tupperware selalu bertabur hadiah dan promo diskon besar-besaran, jadi sayang kalau dilewatkan.
Apalagi tema acara kumpul-kumpul Mom Blogger kali ini mengangkat tema yang cukup menarik, dan bermanfaat tentunya, yaitu bakal membahas tentang :
Menyusui Sambil Bekerja ? Bisa !
Sebenarnya topik seperti ini sudah tidak terlalu relevan dengan saya, karena si bungsu Hania sudah berhenti minum ASI sejak 3 tahun lalu, tapi yang namanya ilmu kan selalu berguna kapan saja dan yang terpenting bisa saya bagikan disini, dan bisa berbagi dengan banyak Ibu baru atau para calon Ibu, apalagi acara yang akan dihadiri dokter spesialis anak ini juga akan membahas tentang manajemen ASI Perah, berguna banget kan 😊
Saat saya datang ke tempat acara, di salah satu showwroom Tupperware di mall Taman Anggrek Jakarta, suasana masih agak sepi, hanya beberapa (biji 😆) teman blogger saja yang hadir, karena memang jam belum menunjukkan waktu yang ditentukan untuk dimulainya acara, jadi ceritanya saya kerajinan.
Tapi karena suasana masih belum terlalu ramai, saya malah berkesempatan menjelajah showroom itu, tempatnya meski tidak terlalu luas, tapi tertata apik dan rapi, dominasi warna ungu dan merah terlihat cozy sekali, ada dua ruangan utama di showroom itu, satu untuk ruang pamer yang juga bisa dibilang ruang utama dengan display barang-barang koleksi Tupperware yang ditata sedemikian rupa, dan ruang yang kedua adalah ruang memasak, dari para pegawai disitu saya diberitahu kalau ruangan itu dipakai untuk acara-acara Cooking Demo yang rutin di adakan disitu.
Ruangan yang kedua meski lebih kecil tapi nyaman banget, dapur dengan kitchen set yang praktis dan fungsional, dan yang pasti terlihat sangat menarik yah, karena semua perlengkapannya menggunakan Tupperware, teteup yah...
Setelah puas putar-putar, kami para undangan diarahkan untuk berkumpul di ruang utama dan acarapun dimulai ada Dr.Ariani Dewi Widodo SpA(K) yang cantik bersama Mbak MC yang akan menjelaskan materi tentang menyusui pada Ibu bekerja.
Para narasumber yang kompeten
Sudah tahu donk kalau ASI itu the best ever buat bayi kita, dan kandungan gizi dalam ASI itu tiada bandingannya, bahkan susu formula yang paling mahal sekalipun tidak akan bisa menandingi ASI, bayi yang diberi ASI terbukti lebih sehat, lebih cerdas dan lebih kuat bondingnya antara Ibu-anak.
Para Mom Blogger yang serius memperhatikan materi dari Dr.Ariani
Bahkan untuk beberapa kasus ASI juga bisa menurunkan resiko penyakit berat pada bayi, seperti bayi yang diberi ASI akan mengalami penurunan resiko hingga 63% terkena ISPA hingga usia 6 bulan, dan 20% untuk penyakit Leukemia saat berusia dibawah 6 bulan, bila bayi tersebut diberi ASI, dan masih banyak resiko penyakit lain yang turun akibat keajaiban cairan ASI ini.
ASI Eksklusif, berarti bayi tidak konsumsi apa-apa sama sekali ?
Ada yang menarik dari perbincangan kami kemarin tentang ASI Eksklusif, ada pendapat kalau bayi dengan ASI Eksklusif artinya sama sekali tidak boleh dikasih minum apapun sama sekali, tapi yang jadi pertanyaannya bagaimana kalau sibayi mengalami sakit saat belum lulus sarjana ASI ( istilah bila melewati masa 6 bulan hanya mengkonsumsi ASI) ? mau tidak mau kita harus memberikan obat agar sakit si bayi mereda, jadi ASI Eksklusifnya gagal donk..
Dr.Ariani memiliki jawaban untuk itu, menurut beliau nih yah.. ASI Eksklusif bisa diartikan upaya kita memberikan full ASI kepada bayi, tapi jangan lantas dijadikan seperti obsesi dan ambisi lho yah.. dan malah jadi stress sendiri kalau memang tidak bisa terlaksana, yang nantinya akan berakibat buruk juga pada produksi ASI.
Jadi saat bayi sakit sah-sah saja memberikan obat dengan dosis tepat pada bayi dan tetap memberikan ASI sampai sembuh,
Bagaimana kalau Ibu kembali bekerja?
Permasalahan klasik buat Ibu bekerja formal adalah apakah masih mungkin tetap memberikan ASI saat harus kembali bekerja, dan cuti melhirkan sudah habis.
Kalau saya sih memang bukan Ibu bekerja dan saya menyusui ketiga anak saya sampai umur 2 tahun tanpa hambatan apapun, tapi saat melihat Ibu-ibu yang punya bayi dan harus bekerja, berangkat pagi pulang malam, saya jadi tergelitik, apa mereka masih menyusui anaknya yah?
Dan inilah pentingnya pengetahuan tentang manajemen ASI Perah, saat mau berangkat kerja si Ibu biasanya menyusui anaknya sampai puas, lalu memerah dan menyimpannya, selanjutnya saat di tempat kerja juga Ibu ini akan memerah ASInya untuk selanutnya disimpan atau langsung di kirim kerumah menggunakan jasa ojek online atau jasa khusus yang biasa mengantar ASI.
Mudah yah sepertinya? saya yang tidak pernah mengalaminya pasti berpikir seperti itu, tapi ternyata untuk pelaksanaanya lumayan ribet.
Orang yang dipercaya untuk menjaga bayi selama Ibu bekerja harus tahu bagaimana memberikan ASI Perah itu pada bayi, bisa memakai sendok, cangkir, pipet atau botol, dan harus diusahakan agar si bayi tidak bingung puting dengan puting susu si Ibu dan dot di botol.
Cara menyimpan ASIP juga tidak boleh sembarangan, meski bisa dibilang ASI itu cairan hidup yang tidak cepat rusak tapi tetap saja kuman dan bakteri harus dihindari, itulah makanya sebelum disimpan ASIP harus disterilkan dulu.
Ada beberapa cara yang bisa dipakai untuk mensterilkan ASIP sebelum disimpan, dan bisa dikerjakan sendiri yaitu dengan cara Pastereusasi Pretoria dan Flash Heating.
Cara Pasteurisasi Pretoria :
Masukkan ASI kedalam botol beling, tutup dan masukkan dalam panci aluminium
Tuang air mendidih kedalam panci
Tunggu selama 30 menit.
Keluarkan susu dan berikan pada bayi setelah suhunya agak turun, atau bisa disimpan di kulkas.
Cara Flash Heating :
Masukkan ASI dalam botol kaca tanpa tutup dan letakkan di panci berisi air.
Dididhkan air di panci dengan cepat, bila muncul gelembung segera pindahkan botol kaca.
Setelah suhunya agak turun berikan pada bayi, atau bisa disimpan dikulkas.
Cara menyimpan ASI Perah
Bila harus memakai botol, baiknya yang seperti apa?
Salah satu media memberikan ASIP ke bayi adalah dengan menggunakan botol, botol seperti apa yang digunakan, tentunya enggak boleh sembarangan yah..
Kalau saya sih menyarankan botol susu yang baik digunakan untuk bayi adalah, yang :
Aman
Food Grade
BPA Free
Tidak membuat bayi tersedak.
Nyaman untuk mulut bayi.
Dan ternyata di event kemarin juga dikenalkan salah satu koleksi Tupperware yang khusus untuk bayi namaya Cutie Tweelucu yah namanya, dan ternyata memang imut koq tampilannya.
Koleksi Cutie Twee
Tapi meski imut dan lucu ternyata botol susu ini punya beragam fungsi dan fitur yang keren, ini sama persis seperti yang dikatakan Mbak Eta dari Tupperware yang memberikan informasi di event ini.
Kalau sebelumnya ada poin-poin yang saya sarankan saat memilih botol susu untuk bayi, dan di Cutie Twee ini ada semua, dengan inovasi yang khas Tupperware tentunya, seperti pemakainan bahan Polypropylene Random Copolymer (PPRC) 100 %, bahan ini terbukti benar-benar bebas BPA yang tidak baik untuk bayi, meski warnanya jadi tidak sebening botol susu pada umumnya tapi keamanannya lebih terjamin.
Selain itu bentuk botolnya pun ergonomis dan pas sekali ditangan bayi, dan sangat baik untuk latihan menggenggam untuk melatih motoriknya. Saya kemarin mencoba memberikan Cutie Twee ini pada anak tetangga saya yang kebetulan ingin memberikan ASIP karena tetap ingin memberikan ASI tapi harus kembali bekerja untuk kebutuhan ekonomi keluarga kecilnya.
Jadi ceritanya selama ini Bayi Nadia ini hanya menyusu langsung dari sang Ibu yang sebentar lagi harus kembali bekerja, dan Ibunya berencana memberikan ASIP buat dia, nah ... karena masih bingung harus bagaimana saya uji coba Cutie Twee ini, dan lucunya dia langsung suka 😀
Dan untuk nipple atau dotnya ini yang unik, bahannya menggunakan Silicone 40SA 100% yaitu bahan silikon yang sangat lembut dibandingkan dengan dot botol sejenis, dan yang saya bilang unik ternyata di dotnya ini ada 3 lubang udara yang bisa mengatur aliran susu dari botol, jadi kita tidak perlu ganti dot untuk merubah ukuran, cukup putar leher botol saja maka aliran susu akan berubah sesuai ukuran.
Ada 3 pilihan aliran susu yang bisa dipilih yaitu Lambat ( nomor 1) Aliran sedang ( nomor 2) dan Aliran cepat ( nomor 3)
Jadi kalau sepertinya bayi sedang terlihat sangat haus bisa memposisikan leher botol ke nomor 3 agar keluarnya susu lebih cepat atu sebaliknya kalau sepertinya bayi sedang tidak begitu ingin menyusu sebaiknya posisikan leher botol ke nomor 1 agar aliran lebih lambat dan santai, ini membuat bayi tidak mudah tersedak.
Selain itu botol ini juga dilengkapi dengan tutup yang rapat dan enggak mudah terlepas, jadi susu didalamnya tidak terkontaminasi.
O iya ada dua varian lucu dari koleksi Cutie Twee ini lho yaitu seri Penguin dengan ukuran 150 ml seharga Rp 146.000 dan seri Frog dengan ukuran 270 ml seharga Rp 146.000, harga yang lumayan bersahabat yah apalagi dengan jaminan garansi seumur hidup produk
Jadi meskipun Ibu kembali bekerja tidak menjadi halangan untuk tetap memberikan ASI untuk bayinya, dan dengan niat yang kuat serta pengetahuan yang benar tentang ASIP semakin meyakinkan kalau menyusui sambil bekerja? Bisa!
Varian Cutie Twee Penguin
Varian Cutie Twee Frog
Kembali berbicara mengenai salah satu piranti yang mendukung program ASIP yaitu botol susu, tetap yah... senyaman dan sebaik apapun botol susu yang diberikan pada bayi kita, kita tetap harus bijak dalam pemakaian.
Ini pengalaman saya sendiri, Hania memang menyusu dari botol dan baru-baru ini saja saya lepas saat usianya sudah 5 tahun lebih, karena saya pikir tidak ada yang salah dengan menyusu dari botol, bahkan terkadang Hania tidak mau lepas dari botolnya itu ( istilahny "ngempeng") apalagi saya tidak memakai dot yang selembut Cutie Twee ini, dan ternyata akibat dari kebiasaan buruk ini membuat Hania terlambat bicara, karena dot pada botol susunya menekan lidahnya terus-terusan kearah bawah untuk waktu yang lama.
Jadi saran saya ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memakai botol susu untuk bayi kita, yaitu:
Pakaikan botol susu maksimal hingga usia 12 bulan saja, setelah itu sebaiknya gunakan Training Cup, dan di Tupperware ada koleksi lengkapnya lho.. ada Tiwi Todz ( usia 6-18 bulan) dan Tiwi Kidz ( usia 18-36 bulan) ada Sippy Cup , gelas anti tumpah atau Straw Tumbler gelas dengan sedotan yang lembut, untuk melatih mulut si kecil yang nantinya merupakan organ bicaranya dia.
Pilih botol dengan kualitas yang baik, dan yang terpenting kualitas niple atau dotnya harus lembut dan tidak membuat lidah tertekan.
Jangan memberikan dot atau botol susu hanya untuk menenangkan si kecil, sebelum menyesal kemudian, sebaiknya hal ini jangan pernah dilakukan, fungsi botol susu adalah memasukkan susu ke dalam mulut bayi, dan bukan sebagai penenang bayi, saat susu habis langsung cabut dan simpan, botol susu bukan mainan.
Selalu perhatikan kebersihan botol susu anak kita, karena benda itu berhubungan langsung dengan mulut bayi.
Sesi Cooking Demo seru bersama Chef Pasya
Cooking Demo bersama Chef Pasya
Setelah puas berbicara masalah ASI, ASIP, dan semua perlengkapannya, kini para undangan diajak untuk masak-masakan makanan untuk pendamping ASI.
Para undangan yang hadir kini digiring ke ruangan dapur yang nyaman tadi, disitu sudah ada Chef pasya dan asistennya yang cantik (kayak saya)
Ada tiga resep yang diperagakan dan ketiganya cepat dan praktis membuatnya, karena piranti masak yang dipakai Tupperware semua kali yah..
Resep yang pertama yaitu Beef Bolognese, bahan yang digunakan daging sapi, wortel bawang bombay, batang seledri ( semuanya dicincang menggunakan TURBO CHOPER Tupperware) selain itu juga ada daun bayleaf, oregano, rosemary kering dan saus tomat serta Demiglace ( yang ini saya kurang tahu)
Cara membuatnya pun sepertinya mudah banget, panaskan minyak di atas WORK PAN lalu masukkan semua bahan yang digiling, diikuti dengan daun-daun kering tadi, terakhir masukkan dua macam saus itu, dan voila.. selesai.
Beef Bolognese ini dinikmati bersama Mashed Potato, yang merupakan resep kedua.
Cara buatnya juga mudah koq kentang yang sudah di kupas dan dikukus dihancurkan bersama butter dan susu ( bisa pakai ASIP) dan kombinasi dua makanan ini enak banget lho...yakin banget kayaknya Hania pasti suka.
Hasil masakan kita nih...
Selain dua makanan itu juga ada satu resep lagi yaitu Jus Semangka, kalau ini tinggal peras semangka menggunakan JUIST dari Tupperware dan tambahkan simple sirup serta es batu, jadi deh minuman segar.
Yeaay it's wrap
Dan akhirnya acara pun berakhir, dan saya dapat buanyaaak banget, mulai dari ilmu langsung dari ahlinya, pengetahuan tentang produk-produk baru juga segobyok koleksi Tupperware gara-gara ngasih pertanyaan dan menang lomba Sosial media Instagram, jadi deh pulang bawa Lunch Box aneka ukuran.
Bertabur hadiah di eventnya Tupperware itu biasaaa
Sepatunya keren cyiiin... merek apa ya? impor yah?
Pernah enggak dengar yang seperti ini? kalau saya sering, agak lumayan sebel sih.. kenapa barang-barang yang terlihat bagus pas kita pakai selalu di bilang bikinan luar negeri, padahal nih yah, kalau mau jujur barang-barang buatan Indonesia itu banyak sekali yang berkualitas dan keren-keren.
Tak percaya ? coba saja sekai-kali mampir ke Smesco, tempat dimana banyak sekali karya anak bangsa di pajang daan di tawarkan disitu, mulai dari baju, perabot rumah tangga serta sepatu dengan kualitas istimewa dan desain menarik akan banyak kita temui.
Salah satunya adalah sepatu degan merek dagang Ranah MBa berdiri sejak 3 September 2015. adalah UKM yang bergerak di
bidang alas kaki; yang menyediakan beberapa jenis sepatu dari berbagai model,
yaitu;
- Kets/Docmart (Unisex)
; Product unggulan ini beebahan canvas,
juga tidak lupa menggunakan kertas kaku agar bentuknya sempurna, biasanya ini untuk jenis sepatu flatrom, flat, kets hingga docmart. Tapi
kadang juga tidak menggunakan kertas kaku ketika ada pilihan design lain,
jadi opsi itu hanya terdapat dengan pilihan dari sang desiner, tidak hanya desainnya yang profesional namun pengerjaan seperti pengepresan dan pengeleman juga dilakukan dengan sangat baik.
Beberapa model dari UKM sepatu yang membanggakan ini diantaranya :
- Flat Shoes
- Heels/Wedges
- Sepatu Sendal
- Sendal
- Boots/Ankle Boots
Ada satu hal lagi yang membuat saya jatuh cinta dengan produk dari Ranah MBa ini adalah penggunaan bahan yang 100 % berasal dari dalam negeri jadi bisa dibilang ini adalah asli made in Indonesia. karena tak bisa dipungkiri ada beberapa UKM yang masih menggunakan bahan baku dari luar negeri.
Beberapa desain sepatu dari Ranah MBa ini juga cukup eye cathing lho.. dengan pengaplikasian kain-kain nusantara dan batik di bahan baku sepatunya membuatnya terlihat menarik, motifnya rata-rata berwarna cerah tapi ada juga yang berwarna lebih kalem atau monorom untuk kegiatan yang lebih formal.
Selama
perjalanannya Ranah MBa dibangun dengan keadaan terbatas dan sangat pelan-pelan
bahkan bisa dibilang dari titik nol. Kantor utamanya sendiri berdomisili di
daerah Tangerang, Jl. Kano 15 No. 31 tepat di rumah sang pemilik untuk membuat desain sepatu, cover dus, paper bag hingga mencari bahan untuk produksi, sementara workshop pembuatannya berada di Bandung, tempat rekanan bisnisnya.
Selama perjalanan tersebut juga sudah memproduksi 100 pasang lebih sepatu
yang sudah terpajang di outletnya, yang berada di Mall Season City lt UG Blok
D3/5, JalanProf. Latumenten No.33, Jakarta
Barat.
Desain menarik, kualitas yang memenuhi standar, dan promosi yang baik adalah gabungan sempurna bakal terkenalnya suatu produk dan disukai pasar, dan saya juga ikut bangga kalau produk sepatu karya anak bangsa yang nantinya akan di kenal luas di seantero dunia.