Sunday, November 1, 2015

Memilih Berdamai Dengan Kanker Ala CISC

Dr.Alifia dan Mbak Yuniko

 Memilih berdamai dengan kanker. Beberapa waktu yang lalu di blog ini saya pernah menulis tentang kanker dan penanganannya, yang mau tahu coba cek kembali disini.

Kali ini tulisan saya bukan mengenai apa itu kanker, tapi lebih ke bagaimana bisa dengan ikhlas dan legowo menerima keputusan Allah kalau kita menjadi salah satu pengidap kanker, disini saya juga mau mengenalkan satu klub komunitas yang berisi para survifor pengidap kanker terutama kanker payudara yaitu CISC ( Cancer information & Support Center)

Sabtu 30 Oktober kemarin saya diundang oleh Liputan6 untuk acara talkshow yang membahas tentang kanker, sebenarnya ini bukan kali pertama saya hadir diacara talkshow yang membahas sel mengerikan ini, tapi ada satu yang istimewa kali ini saya berkenalan dengan CISC, satu komunitas nirlaba yang memberikan informasi dan dukungan kepada para pasien pengidap kanker payudara.

Hadir di acara itu Dr. Alfiah Amirudin, MD, MS Konsultan ahli bedah payudara dan dari CISC diwakili oleh Mbak Yuniko, menurut Dr. Alfi Indonesia termasuk tertinggal dalam urusan penanganan kanker payudara dibanding negara-negara tetangga, istilahnya kita ini main distadium 3-4 saat pasien baru terdeteksi, sedangkn ambil contoh negara Thailand yang rata-rata pasiennya memeriksakan dirinya saat kankernya masih distadium 1-2.

Dr.Alfi juga menjelaskan kalau kanker payudara tak hanya monopoli kaum perempuan saja ternyata, 1% pengidap kanker ini adalah laki-laki, saya juga sempet ngobrol dengan Mas Willy yang mengidap kanker payudara dan harus menjalankan operasi pengangkatan payudara dan menjalankan kemoterapi berkali-kali.

Menerima kenyataan kalau seorang pasien mempunyai sel kanker yang hidup dipayudaranya adalah hal yang sangat berat untuk diterima *kebayang donk.. untuk itulah peran CISC disini sangat berarti, ada sejak tahun 2003 sebagai bentuk keprihatinan atas banyaknya informasi yang menyesatkan yang banyak diterima para pasien pengidap kanker, mitos yang bertebaran tentang penyembuhan penyakit kanker payudara yang diluar medis ini bisa menghambat pengobatan yang seharusnya dilakukan penderita kanker, karena sel kanker ini berkembang sangat cepat.

Tugas utama CISC yang didirikan oleh Aryanthi Baramuli ini adalah memberikan support dan informasi yang benar secara medis yang memang sangat dibutuhkan oleh penderita kanker, kegiatan rutinnya adalah mengadakan support group setiap bulan dengan mengambil tempat di beberapa Rumah Sakit di Jakarta, selain itu CISC memiliki rumah singgah yang bisa dimanfaatkan para pasien kanker yang tengah melakukan pengobatan.

Dengan anggota yang juga sama-sama mengidap kanker membuat CISC lebih mudah meakukan pendekatan dengan para pasien, karena memang melakukan operasi pengangkatan payudara, kemoterapi dan penyinaran radiasi itu sangat berat, dan sangat dibutuhkan support dari orang-orang yang mengerti akan keadaan si pengidap kanker.

CERDIK upaya pencegahan kanker payudara

Di CISC ada satu istilah yang digunakan untuk memudahkan masyarakat awam untuk lebih waspada akan bahaya kanker, yaitu dengan CERDIK :

  • Cek rutin kesehatan
  • Enyahkan asap rokok
  • Rajin olahraga
  • Diet seimbang
  • Istirahat yang cukup
  • Kelola stress 
6 poin penting ini mereka terapkan lewat video animasi yang mudah dicerna oleh yang menontonnya, selain itu juga ada satu video tentang bagaimana melakukan SADARI atau melakukan cek diri sendiri, melalui gerakan-gerakan yang sederhana untuk mengetahui apakah ada kelainan di payudara.

Selain mendengarkan penjelasan dari Dr.Alfi dan Mbak Yuniko diatas panggung, kami juga diajak berdiskusi dengan para survivor kanker anggota CISC, saya berkesempatan ngobrol dengan Mas Willy yang tadi saya ceritakan si pria macho dengan kanker payudara itu lho.. :)

Suasana grup diskusi , grup saya bersama Mas Willy


Mas Willy menceritakan awalnya hanya ada satu benjolan seujung kuku di dada sebelah kanannya di bulan Maret 2013 dan awalnya dia kira itu hanya bisul tapi 4 bulan kemudian benjolan yang dia anggap enggak berbahaya itu sudah sebesar telur ayam dan rasanya nyeri sekali, saat diperiksa Dokter mengatakan kalau itu kanker payudara, dan menyarankan untuk mengangkatnya, setelah pengangkatan masih harus dilanjutkan dengan kemoterapi, dan itu benar-benar menyiksa katanya, dia harus menjalankan 8 kali kemo, dan itu artinya 8 kali penderitaan itu berulang.

Ubah mindset untuk menjalankan pengobatan

Masih dari cerita mas Willy tentang kemo yang menyiksa itu, ternyata dia menemukan cara jitu untuk mengubahnya, yaitu dengan mengubah mindsetnya, dia anggap obat kemo yang masuk ketubuhnya itu adalah jus mangga kesukaannya, dan efeknya tubuhnya menerima hal itu dan siksaan selama dan sesudah kemo tidak begitu dia rasakan, bahkan dia masih bisa jalan-jalan setelah melakukan kemoterapi, yang seperti ini saya tak akan percaya kalau tidak mendengarnya sendiri dari yang bersangkutan, ternyata mengubah mindset kita seperti menghipnotis diri sendiri yah..

Satu hal yang saya tarik dari acara itu betapa para anggota CISC itu bisa masih tetap bisa bergembira padahal suatu saat sel kanker yang sudah mereka buang dari tubuhnya suatu saat bisa saja datang kembali, tapi seperti kata mas Willy tadi sekarang sudah waktunya berdamai dengan kanker dan menghadapinya dengan penuh keikhlasan, dan yakin kalau dengan do'a dan pengobatan yang tepat para survivor kanker itu masih bisa bertahan dan menjalankan kehidupannya dengan baik.

Para cancer survivor dari CISC

Saya dan Mbak Yuniko






Wednesday, October 28, 2015

Menyampaikan Pesan Moral Lewat Dongeng Di Festival Dongeng Internasional Indonesia 2015

Suasana media release acara Festival Dongeng Internasional Indonesia

Masih ada yang suka mendongeng?

Saya masih, tiap hari malah. Sejak anak pertama 14 tahun yang lalu saya selalu menikmati saat bisa mendongeng untuk anak saya, sampai sekarang, saya masih senang mendongeng, biasanya anak saya akan berhenti minta didongengi saat sudah mulai besar dan sibuk dengan urusannya atau bahkan karena buku yang dibacanya lebih menarik ketimbang dongeng saya.

Saya tak punya pakem atau persiapan khusus saat mendongeng, bahkan terkadang alur cerita bisa saja melenceng kemana-mana, bisa jadi dalam dongeng saya Malinkundang bertemu Putri Elsa dan mereka bertarung melawan Shadow Master, saya membiarkan imajinsi anak-anak menguasai dongeng yang saya sampaikan, dan sepertinya mereka manikmatinya, selama nilai-nilai moral yang baik masih bisa saya selipkan diantara ngaconya dongeng saya, saya anggap itu hal wajar.

Dan ternyata dongeng yang saya ceritakan ke anak-anak saya selama ini banyak manfaatnya lho, paling tidak dongeng itu mampu menciptakan bonding yang baik antara saya dan sekaligus juga mengasah sisi kreatifitas mereka, itulah yang disampaikan oleh Kak Ariyo Zidni, pentolan Ayo Dongeng Indonesia yang tak lama lagi akan mengadakan Festival Dongeng Internasional Indonesia di Museum Nasional, Jakarta tanggal 31 Oktober- 1 November 2015, diacara Presscon kemarin Jum'at 28 Oktober yang bertempat di Resto Bebek Bengil, Menteng, acara yang sedianya juga dihadiri oleh Pak Raden (Pendongeng senior) yang akhirnya berhalangan datang karena sakit ini berlangsung santai, Kak Aryo juga menjelaskan bahwa dengan dongeng anak terkadang akan menemukan sosok idolanya, yang biasanya akan mempengaruhi kehidupannya sehari-hari, dongeng bisa berupa cerita binatang ( fabel), legenda, atau personifikasi benda-benda yang akrab dengan anak.

Festival Dongeng Internasional Indonesia ini sudah yang ke3 kalinya, event pertama diselenggarakan tahun 2013, dengan target pengunjung 800 orang tapi yang datang lebih dari 1700 orang.. wow!! di tahun berikutnya lebih fantastic lagi 3000an lebih pengunjung datang dan menikmati dongeng yang disampaikan oleh para pendongeng profesional, dari jumlah yang luar biasa itu terbukti kalau anak-anak Indonesia masih suka didongengin, termasuk anak saya. kayaknya.

Hajatan berdongeng ini sebenarnya tak hanya digelar di Jakarta saja tapi juga di 5 wilayah berbeda, yaitu di Situ Babakan (24 Oktober), Perpustakaan UI (3-4 November), Kebun raya Bogor ( 7 November), Bandung (8 November) dan terakhir di wilayah Poso (20-21 November) untuk di wilayah Poso ini memang peneyelenggara ingin memberi kesan berbeda pada masyarakat tentang kota yang beritanya tak pernah jauh dari konflik ini.

Festival Dongeng Internasional Indonesia ini juga kerjasama dengan Bintang Nutricia, salah satu brand yang concern dengan nutrisi dan tumbuh kembang anak-anak, di acara yang target pengunjungnya 3000 lebih ini memang bertujuan mengedukasi anak-anak tentang nutrisi dan kebaikan baik melalui dongeng.

Bintang Nutricia sendiri sebenarnya sudah dari tahun 2014 ikut serta menyampaikan pentingnya nutrisi untuk tumbuh kembang anak melalui Paud di sekitaran Sentul dan Ciracas, Jakarta, itu yang disampaikan Mbak cantik perwakilan Bintang Nutricia Putri Realita.


Diacara media releasa kemarin juga hadir 2 pengisi acara yang akan tampil di festival Dongeng Nasional Indonesia weekend nanti, yaitu Anabella, si pendongeng cilik yang masih kelas 6 SD dan Zahir, dalang imut umur 4 tahun yang tergila-gila dengan wayang, dua anak luar biasa ini menampilkan sedikit cuplikan penampilan mereka nanti dan ternyata unyuuu banget, dan sangat berbakat tentunya

Penampilan Annabella dan Zahir
.

Annabela yang sudah mulai mendongeng sejak umur 4 tahun ini awalnya hanya ikut-ikutan Papanya yang memang seorang pendongeng handal, bisa ala biasa itu mungkin istilah yang cocok, Annabela yang sering terpapar kebiasaan mendongeng setiap harinya menjadi anak yang piawai dalam mendongeng, suaranya merdu saat menyampaikan dongeng dan bernyanyi, improvisasinya mantap.

Sedang Zahir dalang imut yang dari awal saya pengen gigit *eh ternyata berbakat banget, dia bisa hafal semua nama tokoh wayang dan lihai memainkan lembaran-lembaran wayang itu dengan baik lho.. padahal Zahir ini anak dengan penyakit leukimia ditubuhnya, tapi kalau sudah bicara masalah wayang wajahnya akan berbinar dan semangatnya muncul, salah satu tokoh wayang favoritnya adalah Wisanggeni yang kuat dan hebat, tokoh inilah yang menginspirasinya untuk tetap kuat dan tabah menghadapi penyakit yang setiap saat mendera tubuhnya *sampai sini mata saya mulai basah. Tapi semangat dan kecintaan Zahir dengan wayang benar-benar luar biasa.

Jadi buat semuanya yang masih belum ada acara weekend di akhir Oktober ini kayaknya pas deh ngajak anak-anak ke acara yang sangat luar bisa ini, sebab tak hanya dongeng dari dalam dan luar negeri juga ada penampilan dari berbagai macam kelompok seni yang nantinya mengibur, tak perlu membeli tiket masuk event, hanya bayar tiket masuk museum saja senilai Rp.5000, murah kan :).untuk informasi dan jadwal bisa cari tahu di website Festival Dongeng Internasional Indonesia yah..

Ada yang menarik di acara kemarin, pas pulang kami diberi oleh-oleh dadu dongeng sebagai goodiebag, lucunya ditiap sisi dadu ada gambarnya, ternyata gambar itu yang akan jadi tema cerita, seperti untuk lemparan pertama keluar gambar kuda maka akan jadi cerita

 " suatu pagi Dudu si kuda berjalan-jalan menyusuri jalan setapak di sekitar peternakan, cuacanya cerah sekali"

 lalu dilanjutkan lemparan kedua, bila keluar gambar pesawat, maka bisa dilanjutkan ceritanya seperti ini

 " tiba-tiba Dudu melihat pesawat luar angkasa yang jatuh tepat di belakang peternakan, Dudu ketakutan... "

diteruskan sendiri sesuai kreatifitas orang tua dan anak, dadu dongeng yang sederhana ini ternyata bisa jadi sarana yang baik buat menggali kreatifitas berdongeng, tapi sayang saya hanya punya satu, jadi enggak bisa bagi-bagi hehe..

Si dadu dongeng

Ayo kita lestarikan lagi kebiasaan mendongeng untuk memasukkan nilai-nilai baik pada anak-anak.










Saturday, October 24, 2015

Industri Rumahan Jadi Lebih Oke Dengan Pemanfaatan Teknologi Informasi

Beberapa waktu yang lalu saya datang ke sebuah diskusi yang diadakan oleh SEREMPAK, forum komunikasi yang berkaitan dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

Acara yang digelar dengan mengundang blogger, pelaku usaha rumahan dan penggiat gerakan kemasyarakatan ini membicarakan masalah bagaimana peran teknologi informasi untuk mendukung industri rumahan khususnya yang dikelola oleh perempuan.

Diawal acara saya sempat surprise lho dengan satu fakta, ternyata :

60% usaha di Indonesia di kelola oleh perempuan 


Ternyata para perempuan Indonesia ini semakin hebat saja, dan dari data survey juga didapat kalau tingkat pendidikan mereka setiap tahun semakin baik, itu bukti kalau sekarang perempuan-perempuan ini tugasnya tidak hanya Dapur--Sumur---Kasur. tapi ternyata perempuan - perempuan Indonesia juga piawai dalam berbisnis, itulah kenapa KPPPAI ( Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Indonesia) berupaya keras agar berbagai industri rumahan yang banyak dikelola para perempuan ini berjalan dengan baik dan terarah, karena selain menambah pundi-pundi pendapatan keluarga industri rumahan ini juga bisa sebagai alat pengarusutamaan gender antara laki-laki dan perempuan, bahwa perempuan juga memiliki posisi yang sama dalam hal tugas, posisi dan tanggung jawab.

Tak hanya itu lho.. KPPPAI juga berharap dengan semakin banyaknya industri rumahan yang digerakkan para perempuan ini akan bisa menekan jumlah TKW yang bekerja diluar negeri, semoga saja.


Acara diskusi ini enghadirkan narasumber 3 perempuan hebat yang mandiri ,

  • Ibu Martha Simanjuntak, Mompreuner yang aktif di berbagai organisasi
  • Ibu Puspita Zolawar, M Psi , Motivator
  • Ibu Ani Bertha , Full time blogger
Tiga perempuan ini hebat dibidangnya, pembicara pertama Ibu Martha, yang stylish dan segar pembawaanya mengungkapkan kalau banyak sekali peluang yang terbuka untuk para perempuan Indonesia ini untuk bisa mengembangkan diri dan berperan lebih.

Enggak perlu ragu-ragu atau takut gagal dalam mencoba berbagai bidang usaha yang bakal kita lakoni, yang terpenting usaha itu sesuai dengan bidang dan hobi kita, tak harus menjadi pegawai kantoran atau langsung membuka usaha yang besar, mulailah dari rumah, buat industri rumahan dengan skala kecil dulu dan terus berusaha mengembangkannya, tingkatkan jaringan sosial agar bisnis rumahan kita berjalan baik.

Ibu Martha juga mengatakan teknologi informasi yang berkembang pesat juga bisa dijadikan alat untuk memajukan industri rumahan yang dikelola para perempuan ini, contohnya Facebook, siapa sih yang enggak kenal aplikasi yang bisa menghubungkan satu orang dengan orang lain meski berjauhan ini? nah.. dengan pemanfaatan facebook secara maksimal sebagai media berpromosi industri rumahan itu sangat efektif  lho, apalagi terbukti masyarakat Indonesia ini doyan banget main facebook.

Namun memang adakalanya para perempuan pelaku bisnis ini enggan menggunakan fasilitas teknologi informasi ini, berbagai kendala pengoperasian diantara pemahaman bahasa, tapi hal itu bisa diatasi dengan terus belajar dan berusaha .

Ibu Martha juga mengingatkan meskipun telah sukses di bisnis rumahan ini namun hendaknya para perempuan ini tetap mengutamakan keluarga, agar semua berjalan baik dan seimbang.

Begini seharusnya sukses bisnis, sukses keluarga.




Hal senada juga disampaikan oleh Ibu Puspita, sang motivator kita siang itu, apa sih tujuan kita berbisnis rumahan? tanyanya , ada dua jawabannya menambah penghasilan keluarga dan aktualisasi diri , mana yang utama bisa didahulukan sesuai kebutuhan.

Ibu Puspita juga meyakinkan kalau setiap pribadi memiliki potensi, hanya saja banyak diantaranya membiarkan lapuk dan tidak mengasahnya, dia mencontohkan seorang penyanyi, *katanya dia dulunya penyanyi di TVRI sih* tidak akan terlihat potensinya kalau dia tidak berusaha berlatih dan mencoba terus menggali apa yang menjadi keahliannya.

Pun dengan para perempuan di Indonesia yang sudah seharusnya terus mencoba mengenali potensi dirinya dan berusaha untuk mengembangkannya.

Bila sesorang memiliki passion dan bakat untuk berwirausaha tak ada salahnya kalau mencoba berbisnis kecil-kecilan, silahkan bermimpi asal lakukan dan wujudkan mimpi itu meski dengan yang kecil dulu karena :

" Think Big but start from something small "

Jadi enggak perlu malu kalau memang usaha kita masih kecil dan kadangkala mendapat banyak penolakan tapi harus tetap berusaha bahkan bisnis sebesar Kentucky Fried Chicken juga berasal dari usaha rumahan yang awalnya menawarkan resep rahasianya dari pintu ke pintu setiap restoran yang mau membeli resepnya puluhan kali dengan berbagai penolakan, hingga akhirnya menjadi ikon besar seperti sekarang ini.

Banyak yang bisa dilakukan para perempuan untuk bisa menambah penghasilan keluarga dan mengaktualisasikan diri selain dengan memproduksi suatu juga mengembangkan bakat yang dimilikinya salah satunya dengan menjadi penulis, ini yang disampaikan oleh Mbak Ani Berta, blogger sukses dengan pengalaman dan penghasilan yang wah..

Mbak Ani menerangkan keuntungan menulis mulai dari bertambahnya penghasilan, fasilitas jalan-jalan dan masih banyak lagi, beberapa peserta diskusi sempat takjub dengan penghasilan yang didapat seorang blogger profesional, dan sekali lagi teknologi informasi berperan dalam usaha penulisan ini, itulah kenapa perempuan indonesia harus melek teknologi informasi agar lebih berdaya guna dan bisa lebih mandiri.

Banyak sekali informasi yang saya dapat dari diskusi kali ini dan bisa saya share disini, sambil berharap nantinya para perempuan Indonesia lebih maju dan baik lagi.

Berfoto bersama seluruh peserta diskusi ( foto milik Cahyanto Chan)






Sunday, October 18, 2015

Fun Blogging Itu Keren Banget



Kalau disuruh menjabarkan, apa itu Fun Blogging?

Saya akan menjawab itu komunitas yang keren banget, sudah.

Tapi bukan artikel donk namanya kalau saya enggak menjelaskan kenapa saya sebut Fun Blogging ini keren banget, karena lewat komunitas ini saya kembali menulis dan mengisi blog saya yang sudah matisuri, enggak tersentuh sama sekali dan termotivasi kembali untuk menceritakan semua hal yang mungkin bisa berguna buat siapapun yang membacanya.

Saya termasuk generasi awal masuk di Fun Blogging ini, gelombang 2, teman-teman seangkatan saya adalah para blogger hebat yang masih mau terus belajar membuat blognya lebih ciamik.

Saat pelatihan yang dipandu tiga mentor cantik, kami panggil Cek Gu, yaitu Mbak Haya Aliya Zaki, Teh Ani Bertha, dan Mbak Shinta Ries, ketiga orang ini hebat, mereka mau membagi ilmunya dengan kami.

Mbak Haya, seorang blogger yang juga sekaligus editor mmberikan trik-trik supaya artikel di blog kita enak dibaca dengan ejaan yang benar, saya baru tahu kalau ternyata banyak sekali kesalahan yang saya lakukan pada tulisan-tulisan di blog saya dulu, dari Mbak haya juga saya belajar kalau sebisa mungkin jujur pada tulisan kita, dan itu yang selama ini saya coba pertahankan.

Mbak Shinta Ries, mengajari kami para blogger bagaimana beramah-ramah dengan Google kalau mau tulisan kita masuk daftar di pencarian mereka, juga cara membuat blog yang enak dilihat, Google membaca dari kiri kekanan, itu yang selalu saya ingat sampai sekarang.

Dari Mbak Ani saya belajar banyak bagaimana cara membuat blog kita bisa menghasilkan, sampai sini saya benar-benar takjub.. ooh ternyata jadi blogger itu bisa dapat uang banyak ya..

Inilah para Cek gu kita,( foto minjem dari File Fun Blogging di Facebook)


Meski cuma beberapa jam workshop ini tapi benar-benar sangat berkesan buat saya, dan ngefek banget hingga saya kepikiran buat blog baru , ya lubenaali.blogspot.com ini, jadi bisa dibilang blog ini lahir gegara Fun Blogging, dan sebisa mungkin semua prinsip yang para Cik Gu itu ajarkan saya terapkan, meski enggak maksimal, karena memang kemampuan saya yang terbatas.

Kalau lihat gambar ini langsung inget Fun Blogging


Ada yang kurang sebenarnya, karena memang waktunya sangat terbatas, jadi semua materi yang berat-berat itu harus kami lahap dalam satu hari, kalau buat blogger yang piawai sih enggak masalah, tapi kalau buat saya benar-benar berat, saya merangkak-rangkak mengikuti pelajaran mereka sebenarnya, tapi Alhamdulillah ternyata workshop ini masih terus berlanjut di grup Fun Blogging di Facebook, jadi saya masih bisa ubek-ubek disana.

Grup Fun Blogging di Facebook ini enggak cuma menapak tilas kembali materi-materi yang kita dapat saat pelatihan, juga tempat kita berbagi tulisan-tulisan di blog kita, dan yang lebih asyik banyak lho kesempatan dapat job dari grup ini, itulah kenapa saya anteng banget berlama-lama stalk di grup ini.

Saya berharap next time Fun Blogging memberikan workshop ini lebih terfokus, dan hanya satu pokok pembahasan, bukan 3 jadi satu seperti sekarang, hanya usul sih.. tapi ngarep juga diwujudkan.

Dan diulang tahun Fun Blogging yang pertama ini saya ingin ucapkan :

Selamat Ulang Tahun Fun Blogging Teruslah Menginspirasi





Tuesday, October 13, 2015

Tim Tangguh Itu Bernama Nusantara Sehat


Hari Selasa tanggal 13 Oktober 2015 kemarin saya dan banyak teman-teman blogger yang tergabung di Sahabat JKN diundang Kementrian Kesehatan untuk lebih mengenal lebih dekat tentang Nusantara Sehat di acara Temu Blogger #SahabatJKN.

Sebelumnya memang saya pernah mendengar sih  Nusantara Sehat itu apa, seperti sekelompok tenaga medis yang dikirim ke daera-daerah, sudah.. hanya sampai disitu saja yang saya tahu, enggak lebih.

Dan ternyata Program besutan Kementrian Kesehatan ini keren banget, 2 jam saya duduk di salah satu ruang di Hotel Artotel, Jakarta, bicara tentang Nusantara Sehat ini sempat membuat perasaan saya campur aduk , lebay yaah.. tapi bener program ini menyentil sisi kemanusiaan saya.

Acara yang dibuka drg. Murti Utami, dalam sambutannya Dokter cantik ini menyatakan terimakasih yang sebesar-besarnya buat para blogger yang selalu mendukung program-program Menkes dengan JKN nya, ehem..

Mbak Murti ini juga menjelaskan Nusantara Sehat ini bentuk kegiatan yang dicanangkan Kemenkes dalam upaya mewujudkan Kebijakan Kementrian Kesehatan RI (Kemenkes) untuk periode 2015-2019.

Dibentuknya Nusantara Sehat ini seperti perwujudan dari tiga aspek program JKN yaitu Paradigma sehat, penguatan fasilitas kesehatan primer dan kemudahan akses fasilitas kesehatan.

Drg. Murti Utami


Setelah mbak Murti menutup sambutannya selanjutnya giliran mas Anjari, nah kalau ini temannya para blogger nih, Mas Anjari Umarjianto selaku Kepala Opini Publik Pusat Komunikasi Publik Kementrian Kesehatan RI yang juga akan bertindak sebagai moderator acara diskusi kali ini, gaya santai Mas Anjari ini membuat suasana cair banget.

Narasumber diskusi kali ini, ada kang Maman, kenal kan si Notulen Cakep  yang juga penulis banyak buku dan  wajahnya sering muncul di tivi ini akan memberikan pandangan-pandangannya tentang program Nusantara Sehat selain itu juga ada Ibu Dian Sarminarsih, Mbak Dian ini adalah Staf Khusus Mentri Di bidang Pemberdayaan Masyarakat dan SDG.

Mas Anjari Umarjianto

suasana diskusi


 Diskusi yang berlangsung santai ini diawali dengan video yang disetel tentang Nusantara Sehat, sampai sini saya masih menganggap program ini masih seperti diawal tulisan saya, sekelompok tenaga medis yang dikirim kedaerah.

Tapi seiring berjalannya diskusi ini, dengan pemaparan dari Mbak Dian mengubah pandangan saya diawal saya datang ketempat ini, program ini di tujukan untuk menguatkan sistem pelayanan primer di satu aerah, dan yang dimaksud daerah disini benar-benar pelosok bahkan untuk menuju ketempat itu membutuhkan perjuangan yang tidak mudah, bayangkan untuk menuju ke salah satu target sasaran tim ini harus mengendarai ketinting, semacam perahu kecil melewati perairan yang sangat luas selama berjam-jam.

Satu tim terdiri sekitar 9 personil, ini untuk formasi lengkapnya terdiri dari :
  1. Dokter
  2. Perawat
  3. Bidan
  4. Tenaga Gizi
  5. Tenaga Kesehatan Lingkungan
  6. Ahli Teknologi Laboratorium Medik
  7. Tenaga Kefarmasian
  8. Tenaga kesehatan Masyarakat
  9. Dokter Gigi
Tapi terkadang satu tim hanya terdiri dari 8 personil saja karena tidak tersedianya Dokter gigi.

Program ini sudah memberangkatkan gelombang pertama di bulan Mei 2015, sebanyak 143 orang dari 6000 pendaftar, saya takjub dengan jumlah angka pendaftar yang ribuan ini mengingat medan dan tugas yang akan diemban sangat sulit, juga sistem perekrutan yang sangat ketat, sampai sini ada semacam kebanggan pada diri saya dan bahagia karena ternyata sisi kemanusiaan dan nasionalisme para muda di Indonesia masih cukup tinggi.

Bahkan untuk pendaftar di gelombang kedua angkanya sudah mencapai 12000, yang nantinya akan dipilih 800 orang untuk kembali dikirim ke daerah-daerah terpencil di seluruh Indonesia, karena memang tujuan utama program ini adalah "Membangun Dari Pinggiran" ini termasuk pulau-pulau terluar di Indonesia, yang lokasinya sangat terpencil, sampai istilahnya di peta pun enggak kelihatan, dan mereka akan tinggal disitu selama 2 tahun, karena dikurun waktu itu diharapkan bisa merubah warganya berpola hidup sehat lebih baik.

foto minjem http://diananthie.blogspot.co.id


Di daerah-daerah terpencil ini paradigma kesehatan masyarakatnya masih rendah, bahkan kata kang Maman istilahnya bagi mereka hidup sehat itu makan empat sehat lima sempurna, enam nikmat, tujuh kenyang hehe.. padahal ada hal-hal lain yang tak kalah pentingnya untuk membentuk pola hidup sehat seperti hidup bersih, untuk itulah peran tim Nusantara Sehat sangat diperlukan.

Tim ini akan diterjunkan langsung ke Puskesmas daerah tujuan, targetnya 120 Puskesmas yang ada di 44 Kabupaten di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan, jangan membayangkan Puskesmasnya seperti di kota-kota besar lho.. yang nyaman dan berada di lokasi strategis, ini benar-benar butuh perjuangan untuk menjangkaunya. dan rata-rata Puskesmas di daerah-daerah ini kekuarangan tenaga pelayan kesehatan yang membuatnya tidak mampu melaksanakan fungsi sebagai fasilitas kesehatan dengan baik.

Tugas tim ini memperkuat fasilitas primer yang ada, selain itu juga mereka memberikan penyuluhan tentang pola hidup sehat, hasil dari kerja tim ini selalu dipantau secara berkesinambungan.

Speechless dengar testimoni anggota tim Nusantara Sehat.

Saat diskusi berlangsung kami sempat diperdengarkan percakapan via telepon dengan salah satu anggota tim Nusantara Sehat, Putri Indah Nurmala namanya, nutrisionis cantik ini sempat berbagi pengalamannya menjalankan tugas di Long Pahangai, salah satu daerah terpencil di pulau Kalimantan, dari suaranya saya yakin dengan semangatnya, 8 kali dalam sebulan dia bersama timnya yang terdiri dari 8 orang tenaga kesehatan itu melakukan Puskesmas Keliling, dan lokasinya itu sangat jauh, butuh waktu 6 jam dengan perahu kecil untuk mencapainya.

Ada yang menarik dari Mbak Putri ini, saat ditanya apa pengalaman lucu selama bertugas, dia menjawab pernah pas naik ketinting ( perahu kecil) di tengah sungai trus mesinnya mati karen bahan bakarnya habis dan dia bersama timnya harus mendayung di kegelapan malam, di tengah sungai untuk sampai kepinggir, aduh Mbak.. itu bukan lucu kalee.. syereem, tapi itulah semangat dan jiwa mengabdinya yang membuatnya memandang satu persoalan sebagai petualangan.

Eh ..ternyata Mbak Putri ini juga pernah di protes warga karena mereka masih tetap hamil meski sudah mengkonsumsi pil KB, pas ditanya ternyata pil KB itu mereka tumbuk dan konsumsi tidak sesuai dosis, hehe..miris yah, karena memang pendisribusian obat-obatan yang terbatas juga pengetahuan mereka yang minim mengakibatkan hal ini terjadi.

Putri Indah Nirmala salah satu personil tim Nusantara Sehat

 Enggak tahu karena memang saya orangnya suka kebawa perasaan atau apa, saat mendengar suara Mbak Putri ini saya merasa bangga dan malu juga, saat gadis seusianya sibuk dengan hura-huranya dia mau mengabdikan dirinya untuk bangsa ini, malu karena sampai diusia saya ini saya merasa enggak ada yang bisa saya berikan untuk negara yang katanya kita cintai ini

Memang dibutuhkan hati yang sangat besar dan kemampuan bekerja sama dalam satu tim agar program Nusantara Sehat ini bisa berjalan dengan baik.
"Terkadang cinta itu perlu ditantang, untuk tahu seberapa besar cinta itu sendiri, salah satu pembuktian tantangan cinta itu adalah mempersatukan Indonesia sebagai puzle yang utuh dan tak berserakan " (Kang Maman)






Wednesday, October 7, 2015

Seneng Dubsmash? Ikutan CNI Dubsmash Competition Yuk


Belakangan ini sering banget saya denger anak abegeh saya lagi keranjingan nyanyi  pake aplikasi dubsmash bareng teman-temannya di kamar, kadang saya ikut nimbrung juga sih, hehe *emakgataudiri

Tapi memang bener lho, ternyata dengan bikin video dubsmash ala-ala artis itu bisa bikin stress hilang paling enggak bisa ngakak bareng anak-anak, apalagi saya yang bikin videonya pakai acara penghayatan segala, buat anak-anak itu hiburan gratis lagi dari Mamanya.

Enggak tahu karena irama lagunya atau kebawa emosi karena biasanya si pelaku dubsmash ini biasanya lebih heboh emosinya daripada penyanyi aslinya, mungkin karena enggak pakai mikir kali yah suara yang bakal keluar, jadi asik aja.

Karena lagi booming jadi enggak heran kalau banyak kompetisi dubsmash yang diadakan, slaah satunya yang lagi rame nih yang dari GeraiCNI.com

Nama eventnya CNI Dubsmash Competition dan diadakan khusus buat pengguna twitter dan Instagram, dan yang punya aplikasi Dubsmash diperangkat gadgetnya donk, kebayang nih.. seru juga kayaknya saya kalau ikutan bareng anak abegeh saya.

Event ‘CNI Dubsmash Competition’ ini memungkinkan peserta untuk meng-cover jingle dari produk CNI Up Hot Dark Chocolate berdurasi 15 detik.

Selain bisa berdubsmash ria juga banyak hadianya, daan inilah hadiahnya:
  1.  Voucher MAP 750 Ribu
  2.  Voucher belanja Gerai CNI
  3.  6 Produk CNI Up Hot Dark Chocolate 
Hadiah -hadiah yang keren itu buat 3 video terkreatif, lumayan kan.. jadi langsung aja deh kayaknya kirim video Dubsmash Up Cocoa ini sebelum tanggal 31 Oktober 2015.

Mupeng kan? caranya gampang koq, tinggal ikuti ketiga cara ini trus eksis dan dapat hadiah

  1. Download jingle CNI Up Cocoa.
  2. Rekam video kreatif Dubsmash kamu.
  3. Upload video dubsmash kamu ke instagram lalu mention ke instagram @geraicni disertai hashtag #29CNI #DubsmashIndonesia #UpCocoaMantap. Kemudian share ke twitter ataupun facebook.
Ok sekarang mulai deh cover video dubsmash kamu deh.. kalau saya pastinya ikutan donk, o iya ini link buat download jingle up Cocoa CNI nya yah

  1. Download Jingle Up Cocoa
  2. Video Lirik Up Cocoa  

Saturday, October 3, 2015

Full Mom Juga Butuh Piknik


Bersyukur sekali dengan posisi saya saat ini sebagai seorang Ibu Rumah Tangga dengan satu suami dan tiga orang anak yang sehat dan pintar-pintar, semua berjalan baik setiap harinya.

Pagi hari berarti dimulainya hari, dan biasanya saya memulai dengan menyiapkan sarapan, memandikan si bungsu dan mendandaninya, selanjutnya say goodbye  ke anak-anak dan suami yang berangkat ke tempat kerjanya dan sekolah.

Setelah acara goodbye-goodbyean  ini biasanya saya tinggal berdua dengan si bungsu yang belum sekolah dan menunggu si Mbak yang bekerja dirumah kami buat membantu saya membereskan rumah dan cucian, lalu saya mulai belanja ke tukang sayur dekat rumah dan memasak, masih tetap di temani Hania si bungsu saya yang lucu dan imut ini.

Menjelang siang hampir semua pekerjaan rumah tangga saya rampung dengan hasil cemerlang, rumah bersih, cucian plus setrikaan beres, makanan siap bahkan Hania pun sudah siap-siap tidur siang, lalu apa yang saya lakukan? tidak ada.. saya hanya ongkang-ongkang kaki sambil nonton sinetron yang kadang saya enggak ngerti jalan ceritanya, atau duduk manis didepan laptop sambil ngisi blog kesayangan saya ini atau berhaha- hihi dengan teman-teman didunia maya.

Santai yah hidup saya, Alhamdulillah, tapi itu semua kayaknya kebanyakan ngayalnya deh.. dan hanya terjadi satu dua kali dalam satu bulan, pada kenyataannya, menjadi Ibu Rumah Tangga tidaklah segampang  itu, jadi pikirkanlah lagi sodara-sodara.

Saat pagi hari menjelang itu artinya seribu keruwetan berkumpul jadi satu dan jutaan Ibu-ibu diluar rumah saya pasti juga mengalaminya, bagaimana susahnya membangunkan anak-anak untuk sholat subuh dan menyuruh mereka cepat-cepat mandi itu bukanah tugas mudah, belum lagi tipe Ibu seperti saya yang sangat percaya kalau sarapan itu sangat penting, jadi kebayang donk setiap pagi saya harus memikirkan makanan apa yang sarat gizi dan bisa dieksekusi dengan cepat, dan meski kadang saya sudah berusaha memasak sarapan dengan sepenuh hati ga jarang kejadian suami atau anak-anak menolak makanan itu dan saya harus cepat berpikir untuk opsi sarapan yang lain.

Setelah peristiwa sarapan yang hectic itu, masih ada tugas lain yang menunggu, jadi tukang ojek buat anak-anak sekolah, bergelut dengan orang-orang yang juga mau cepat-cepat nyampe di tempat tujuannya membuat saya harus pintar-pintar mencari celah dijalanan agar anak-anak tidak terlambat masuk kelas.

Siang pun tak kalah hebohnya, berdua bersama Hania, anak ketiga saya yang berumur 4 tahun ini dan lagi aktif-aktifnya itu artinya pengerahan tenaga ekstra untuk menjaganya tak jarang barang-barang jatuh dan pecah berantakan dirumah, satu diberesin satunya berantakan, dan itu terus berlanjut.

Belum lagi saat menemui hal-hal yang diluar prediksi, si abang yang berantem disekolah atau menghadapi omongan Ibu-ibu yang doyan gosip atau cerita disinetron yang kadang menguras emosi kita.

Lebay ya...hehe....sory


Jujur saya mencintai pekerjaan saya yang sekarang, sangat mencintainya malah, saya menikmati setiap sudut rumah saya dan bersyukur berada didalamnya, tapi satu atau dua hari meninggalkannya dan bersantai di salah satu kamar hotel dengan view yang menarik lengkap dengan fasilitas dan pelayanan berbintang  kayaknya layak saya dapatkan sebagai Ibu Rumah Tangga yang berdedikasi *uhuy*

Tapi bener lho Ibu rumah tangga yang full mom seperti saya ini juga butuh piknik sekedar untuk lari sebentar dari rutinitas keseharian yang kadang bikin jengah, dan kembali merefresh tubuh dan otak .

Beberapa teman merekomendasikan untuk jalan-jalan keluar kota, tapi kalau mau having fun dengan membawa banyak anak seperti saya ini ya harus dipikir dua kali, paling tidak meski keluar kota tapi yang deket-deket ajalah,  seperti ke Bogor si kota hujan ini, paling tidak itu luar kota juga kan,  dan memuaskan rasa penasaran saya menikmati beberapa obyek wisata di kota Bogor ini, terutama Istana Bogor yang konon katanya pemandangannya ciamik buat selfy-selfy.

Masih anjuran teman juga sih untuk memilih stay di Padjajaran Suite Hotel yang katanya the bestlah  di kota Bogor, kebayang donk bisa menikamti suasana kota Bogor dari balik kaca jendela kamar hotel yang mewah dan berfasilitas lengkap.

Semoga tulisan ini membawa berkah dan bisa membawa saya piknik karena memang lagi butuh piknik nih    karena tulisan ini saya ikutkan di event Giveawaynya Mbak  Arin Murtiyarini untuk Lomba Blog Piknik itu Penting di www.murtiyarini.staff.ipb.ac.id  

Amiiin