Thursday, March 2, 2017

Weekend Seru ke Museum Tekstil Jakarta bersama Honestbee



Asyiik weekend...
Mau kemana kita ? gimana kalau ke mall, mal atau mall ?

Sebagai makhluk urban, sepertinya satu-satunya hiburan yang bisa kita nikmati hanyalah mall yang menyajikan jajaran toko dengan display barang yang menarik hati, atau icip-icip segala rupa makanan fusion yang meski awalnya aneh dilidah, tapi lama-kelamaan malah lebih akrab rasanya dibanding makanan tradisional.

Padahal kalau kita mau sedikit kreatif, spending time saat akhir pekan enggak cuma berkutat di mall saja lho.. pernah terpikir untuk mengunjungi museum ? 

Untuk di Jakarta saja ada lebih dari 50 museum, dan semuanya berada dilokasi yang mudah dijangkau, ditambah lagi semakin mudahnya fasilitas transportasi yang disediakan, membuat jalan-jalan ke museum bisa jadi pilihan alternatiff untuk destinasi.

Dari sekian puluh museum itu, bisa jadi media edukasi juga relaksasi, kalau saya sih selalu senang suasana museum karena biasanya hening, tenang dan jauh dari hiruk pikuk, apalagi saat melihat barang-barang atau diorama yang dipamerkan, kadang membuat saya sedikit Deja Vu dan terbawa ke waktu dimana barang itu berjaya, jadi kalau lihat kain batik kuno berasa ada di pedalaman pulau Jawa dengan latar belakang kerajaan dan saya jadi Putrinya *ups.

Salah satu museum yang membuat saya seperti itu adalah Museum Tekstil Indonesia yang terletak di jl. KS. Tubun no 2-4 Jakarta selatan, lokasinya yang mudah dijangkau, hanya perlu satu kali naik bis dari Bekasi yang mengantarkan saya tepat di depan pintu gerbang museum, selain itu koleksi barang yang dipamerkan disini masih ada hubungannya dengan background pendidikan saya.



Ada 2350 koleksi yang dipamerkan disini, 886 diantaranya kain batik, 819  kain tenun, 425 termasuk koleksi campuran, ada 70 koleksi peralatan dan sekitar 150 koleksi busana tekstil kontemporer, kalau dari pengalaman saya sih.. sistem pamer di museum ini dibuat tematik, beberapa waktu yang lalu saya mengunjungi museum ini dan koleksi yang dipamerkan adalah Kain Kulit Kayu, lengkap dengan peralatannya, tapi saat hari Minggu 26 Februari 2017 kemarin, koleksi yang dipamerkan adalah Batik Pesisir.

Yang dimaksud Batik Pesisir adalah kerajinan batik yang biasanya di hasilkan oleh masyarakat yang  tinggal di sekitar pesisir laut yang membentang di sepanjang pulau Jawa,

Ciri batik pesisir biasanya dipengaruhi akulturasi budaya yang berkembang di daerah itu, seperti salah satu karya batik dari Cirebon dengan motif burung phoenix dan naga, yang merupakan hewan mitologi Cina, itu karena pengaruh budaya Cina masuk dan mempengaruhi kebudayaan masayarakat sekitar.


Beberapa koleksi di Museum Tekstil Jakarta


Ada juga batik Madura yang memiliki warna-warna cerah mencerminkan masyarakat Madura yang aktif dan dinamis, ternyata dari hampir semua motif dan warna pada selembar kain batik memiliki nilai filosofi yang menyertainya.

Menikmati selembar kain batik tulis dengan harga yang bisa dibilang cukup mahal membuat saya berpikir bagaimana selembar kain bisa banyak bercerita, karena dari selembar kain itu setidaknya ada lima pihak yang terlibat yaitu pemodal, pembuat pola, pencanting, pemberi warna dan pelorot, dan itulah kenapa harga selembar kain batik terutama batik tulis menjadi sangat mahal.

Peralatan membatik ini juga menjadi salah satu barang yang dikoleksi disini


Media digital ini disediakan untuk memudahkan pengunjung memperoleh informasi

Selain menikmati beragam barang koleksi yang berhubungan dengan tekstil, di museum ini kita akan diajak sejenak masuk ke masa lalu, bangunan museum yang terdiri dari dua bagian utama ini didirikan pada akhir abad ke 19, dan peruntukaannya sebagai rumah tinggal warga kebangsaan Perancis, dan setelah beberapa kali  berpindah kepemilikan dan juga berganti fungsi dari yang awalnya rumah tinggal, lalu rumah dinas resmi, selanjutnya juga pernah menjadi Markas Barisan Keamanan Rakyat , hingga akhirnya di tahun 1976 tempat ini resmi menjadi Museum Tekstil Indonesia yang diresmikan oleh Ibu Tien Soeharto.



Selain sebagai ajang pamer museum ini tak jarang menyelenggarakan bermacam-macam kegiatan yang tentunya masih berhubungan dengan dunia pertekstilan, bekerjasama dengan Kriya Indonesia, Museum Tekstil Jakarta kerap menggelar beberapa pelatihan atau workshop seperti pelatihan menjahit kulit kayu, pengenalan tekhnik quilting juga workshop lainnya.

Salah seorang teman saya Mbak +Astri Damayanti yang juga aktif di Kriya Indonesia beberapa kali mengajak saya untuk ikut serta dalam kegiatannya, bisa dibilang ke museum tujuannya ga cuman liat-liat aja, tapi juga berkegiatan.

Mbak Astri Damayanti, Mbak Ria dan Tiffany


Seperti hari Minggu 26 Februari  kemarin, saya sengaja kembali datang ke museum ini, karena ada hal menarik lainnya, yaitu acara Wisata Belanja bersama Honestbee, awalnya agak bingung juga sih.. apa hubungannya belanja dan museum.

Tapi ternyata saat acara berlangsung baru saya "ngeh", jadi saat pembukaan acara kami di ajak mengenal apa itu Honestbee, salah satu e commerce atau lebih tepatnya supermarket online sih kalau saya sebutnya, karena Honestbee ini bekerjasama dengan Transmart Carrefour, jadi barang yang disediakan adalah yang memang di jual di supermarket modern itu.

Pas pertama kali mencoba aplikasi Honestbee ini sih lumayan excite, soalnya bawaan aplikasinya enteng dan mudah aja, pilih-pilih barangnya pun enggak ribet apalagi metode pembayaran dan waktu pengiriman bisa disesuaikan dengan keinginan kita.

Selain itu hal yang menarik dari honestbee ini karena saat kita berbelanja nantinya akan ada Asisten Belanja, yaitu orang yang bertanggung jawab pada pesanan kita mulai dari pemilihan barang, memberikan saran barang pengganti kalau-kalau barang yang kita pesan stoknya kosong sampai memastikan kalau pesanan kita diterima dengan baik.

Adanya asisten belanja ini ternyata sangat membantu, seperti pas saya lakukan order kemarin, ada satu barang yang ternyata stoknya habis, nah.. Si asisten belanja ini telepon ke saya dan menyarankan mengganti jenis barang yang saya order dengan barang sejenis dengan harga yang sama, meski beda merek, ini yang membuat layanan ini terasa personal banget.

Ini lho Asisten Belanja yang sudah bantuin saya belanja kemarin.


o iya.. biar enggak kepanjangan baca ceritaku ini, untuk cerita Honestbee dan bagaimana cara memesannya akan saya tulis di artikel ini yah.. silahkan dibaca, pasti menarik.

Ok.. kembali ke acara di Museum Tekstil hari Minggu kemarin yah, setelah kita diajak berkenalan dengan Honestbee, selanjutnya kami semua diajak berkeliling museum dan menikmati beragam koleksi yang dipamerkan, yaitu koleksi Batik Pesisir seperti yang saya ceritakan di atas, ada yang menyentil saya waktu itu, sang tourguide kita hari itu adalah Tiffany, warga negara Perancis yang ternyata tahu banyak sekali tentang tekstil asli Indonesia, terutama Batik, saya yang orang Indonesia malah pengetahuan tentang itu terbatas, rasanya pengen nutup muka pakai tas kresek .

Me with Tiffany si bule yang paham betul tekstil asli Indonesia


Pengenalan Museum Tekstile ini juga sebagai upaya semakin mendekatkan masyarakat agar lebih mencintai dan gemar berkunung ke museum sebagai media edukasi, itu yang dismpaikan oleh Ibu Ari saat memberikan sambutan.

Acara Wisata Belanja ini ternyata tak hanya diisi dengan tour keliling museum dan berbelanja bareng di Honestbee, tapi juga ada demo masak oleh Chef Jun, ada dua resep yang diperagakan yaitu Ayam Rica-rica ala Resep Dapur Ayah dan Puding Srikaya Gula Merah, dua-duanya resep praktis yang mudah ditiru.

Seluruh bahan  dari kedua resep itu ternyata di beli langsung lewat Honestbee lho..

Chef Jun mendemokan masakan andalan


Dan akhirnya acara hari Minggu itu lumayan menyenangkan, meski acaranya padat dangan tiga acara utama tapi karena kita melakukannya dengan enjoy ditambah suasana museum yang klasik dengan banyak pohon peneduh disekitarnya membuat kami para undangan tidak merasa lelah sama sekali, next kayaknya pengen ngajak anak-anak main lagi nih ke Museum Tekstil Jakarta ini.



Yeaay.. it's wrap.



























Wednesday, February 8, 2017

Saat Barang Berharga Hilang



Beberapa waktu yang lalu saya terkena musibah yang lumayan berat. Kalau buat saya sih..

Sepulang dari pasar, setelah berbelanja keperluan dapur yang lumayan segambreng itu, saya meletakkan belanjaan itu di gantunngan motor bawah setang lengkap bersama dompet dan handphone, dan bencana itupun datang, saat  sampai rumah saya baru sadar ternyata dompet dan handphone yang saya letakkan bersamaan dengan belanjaan saya sudah tidak ada ditempatnya.

Saat itu jantung saya rasanya mau copot, bercampur aduk antara bingung dan kaget akhirnya saya telusuri kembali jalan yang tadi saya lalui, sambil terus saya coba hubungi nomer di handphone saya yang hilang itu.

Awalnya masih nada masuk, terus saya coba, lebih dari 50X saya mencoba menghubungi nomer itu, tapi hasilnya nihil, tidak ada yang mengangkat, sampai akhirnya pada titik dimana saya merasa putus asa saat nada di hanphone saya menunjukkan sudah tidak aktif lagi, selesai sudah, seseorang telah menemukan dan mematikannya, saya lemas.

Terbayang di benak handphone yang selama ini setia menemani saya, alat komunikasi yang selalu saya andalkan itu kini sudah tidal lagi ada bersama saya, semua file penting ikut raib bersama handphone yang hilang itu.

File-file seperti foto yang banyak bercerita tentang kegiatan sehari-hari saya, foto anak-anak, data kontak teman-teman dan keluarga, semua tersimpan rapi disitu, itu yang membuat saya bingung, saya takut sekali semua itubakal disalahgunakan oleh orang yang mengambil handphone saya ini, ditambah lagi dompet yang hilang bersamaan dengan handphone itu juga berisi data-data penting seperti beberapa kartu ATM, kartu identitas dan STNK kendaraan bermotor yang saya kendarai.

Akhirnya setelah puas bergelut dengan kesedihan karena kehilangan dan kegalauan ini, saya mulai bergerak agar orang yang mengambil barang-barang berharga saya itu tidak banyak berbuat lebih jauh, saya mulai memblokir semua kartu ATM yang ada didompet juga nomer kartu seluler yang tertanam didalam handphone saya itu.

Hal-hal tidak terduga seperti ini sebenarnya sudah harus diperhitungkan, beberapa hal bisa kita lakukan agar efek dari kehilangan ini tidak terlalu menyulitkan, seperti yang saya alami sekarang ini, contohnya :

1.    Fotokopi semua surat berharga dan simpan fotokopian itu di tempat yang aman di rumah, seperti STNK ( Surat Tanda Nomer Kendaraan ), SIM, KTP juga surat-surat lainnya, agar nanti suatu saat tas atau dompet kita hilang ( bukan ngarep sih..) mengurusnya kembali akan lebih mudah kalau kita punya copy nya.
 
2.    Sebaiknya jangan meletakkan semua surat berharga di satu dompet atau tas, seperti kartu asuransi enggak perlu donk kita bawa-bawa di dompet yang akan kita gunakan kepasar *it’s me.
 
3.    Rajin-rajin memindahkan file-file penting di handphone kita ke dalam perangkat yang lebih aman, misalnya di PC atau flash disc yang nantiny akan kita simpan di rumah.

Untuk poin terakhir itu sepertinya saya sendiri juga jarang sekali melakukannya, padahal seringkali hal-hal tidak terduga terjadi gara-gara saya lupa melakukan hal ini, seperti lupa memindahkan data dari email ke perangkat yang lebih aman, jadi saat paket internet habis saya tidak bisa berbuat apa-apa untuk membukanya.

Meki sebenarnya masalah pulsa habis atau kuota internet yang tiba-tiba berhenti bukanlah masalah besar, kita bisa langsung mendapatkannya di mana-mana, baik secara langsung atau lewat beberapa aplikasi e-commerce yang menyediakan pulsa murah yang bisa dibeli secara online, istilahnya pulsa murah online, salah satunya adalah Tokopedia yang menyediakan layanan itu.

Jadi kapanpun atau dimanapun kita membutuhkan pulsa murah untuk telpon atau berinternetan enggak akan bingung lagi, teknologi sudah memudahkan kita yah.. tapi tetap kita tidak boleh terlena.


Friday, February 3, 2017

Minum Jamu Makin Praktis dengan Sirup Jamu Bregas



Suka minum jamu ? sammaa...
Suka nungguin Mbak-mbak jamu lewat depan rumah ? Sammaa..

Meski sudah banyak suplemen modern dan minuman ringan yang beredar dipasaran, tapi saya termasuk orang yang setia dan percaya dengan khasiat si sepet seger ini lho.

Tradisi minum jamu ini memang sudah seperti kebiasaan turun temurun yang diwariskan oleh nenek moyang kita, dari sebuah literatur saya pernah membaca, dulu saat masih jaman kerajaan, orang-orang yang memiliki keahlian membuat ramuan yang rutin diminum oleh para Putri dan Ratu di suatu kerajaan akan menempati posisi yang penting di kerajaan tersebut, yang dimaksud bukan Tabib lho.. tapi para Among (penjaga) yang memang memiliki keahlian ini, para ahli pembuat jamu ini harus menjaga benar rahasia racikan jamunya.

Sampai sekarang ternyata jamu juga sering di hubung-hubungkan dengan rahasia kecantikan atau kekuatan seseorang, di beberapa daerah malah masyarakatnya lebih cenderung memilih jamu sebagai pengobatan utama dibanding harus pergi ke tenaga medis, karena mereka menganggap kalau jamu ini lebih meyakinkan dengan efek yang lebih kecil tentunya.

Tapi jamu seperti apa dulu nih? Mestinya sih jamu yang benar-benar berasal dari bahan tumbuhan entah itu akar, batang atau daun tumbuh-tumbuhan berkhasiat, sehingga punya punya effek “greng” dalam tubuh.

Kalau saya sih, yang tinggal di daerah yang masih gampang sekali menemui Mbak-mbak penjual jamu keliling, jadi mudah saja buat saya untuk menikmati jamu kapanpun saya mau, untuk kriteria Mbak penjulnya bisanya saya lihat dari warna tangannya, klau tangannya kuning bekas kunyit,  berarti dia memang benar-benar mengolah sendiri jamu dagangannya, bukan memakai bahan pewarna untuk jamunya.

Tapi bukan saya donk namanya kalau enggak banyak maunya, meski Mbak penjual jamu bertebaran, tetap saja saya kadang menginginkan jamu disaat-saat si Mbak itu enggak lewat, di waktu malam contohnya, aneh sih.. tapi yah mau bagaimana lagi.

Untunglah beberapa waktu yang lalu, salah seorang teman mengirimkan sesuatu yang istimewa, mungkin dia tahu kalau saya doyan jamu hehe..

Kiriman yang saya maksud adalah Sirup Jamu Bregas, iya.. ini bisa dibilang biangnya jamu, jadi kapanpun kita ingin minum jamu tnggal tuang sedikit di gelas lalu tambahkan air, sama persis kalau kita membuat minuman sirup, hanya saja saat minum ini kita juga mendapatkan khasiat jamu.

Seger yah...


Sebenarnya ada beberapa jenis yang ditawarkan oleh Sirup Jamu Bregas ini, semuanya berkhasiat, seperti kunyit asem yang bermanfaat untuk melancarkan dan mengurangi keluhan saat datang bulan, atau beras kencur yang bermanfaat menghilangkan capek-capek juga temulawak yang baik untuk fungsi hati dan menambah nafsu makan.

Kalau saya kemarin sih nyobain yang kunyit asam, dari tampilan warnanya sudah sama persis dengan jamu yang di jajakan oleh Mbak-mbak jamu itu, dan untuk aromanya kalau saya bisa gambarkan sih, seperti saat kita memarut kunyit, asli segera gitu... Kalau untuk khasiat yang paling terasa ya tubuh rasanya lebih segar, karena saya pada dasarnya doyan banget jamu, jadi minuman ini buat terasa nikmat banget.

Meski harganya lumayan mahal dibanding sirup gula yaitu sekitar Rp 60 ribu- Rp 75 ribu, tapi sangat sebanding koq dengan khasiatnya, sirup ini bisa didapat di Alun-alun Grand Indonesia, atau toko-toko yang menjual produk - produk khas daerah, seperti Kemchic Kemang atau Koperasi DPR RI di bilangan Senayan



Jadi mulai sekarang kayaknya minum jamu enggak ribet lagi, karena minum jamu makin praktis dengan sirup jamu Bregas.