Rabu, 04 Mei 2016

Tumbuh Kembang Optimal untuk si Kecil yang Alergi




“ Bi.. jangan lupa Hania dipakein masker kalau duduk di depan yah..”
“ Bi.. nanti kalau ngajak main Hania jangan terlalu capek yah..”

Kata-kata itu sering sekali saya pesankan ke Abinya anak-anak saat saya tidak bersama Hania anak ketiga saya dan Abinya yang giliran menjaganya, bukannya apa karena Hania alergi terhadap debu dan asmanya akan kambuh bila bersinggungan terlalu lama dengan debu, asap jalanan atau asap rokok.

Pernah suatu kali Hania mengalami alergi asma yang parah gara-gara cuma mainan bedak tabur dan masuk ke mulutnya, itulah kenapa saya sangat memperhatikan pola makan juga kondisi disekitarnya.

Apa sih sebenarnya Alergi itu ? kata alergi berasal dari bahasa Yunani alllon - argon yang artinya " suatu keadaan yang berubah" atau bisa dikatakan adanya perubahan reaksi kekebalan tubuh dalam menerima suatu zat yang masuk, dan alergi ini bisa diturunkan

Asma ini bukanlah hal baru dikeluarga kami, anak pertama saya Hasnah yang kini berusia 14 tahun juga mengalaminya, tapi Alhamdulilllah, bertambahnya umur sepertinya serangan asmanya jarang sekali muncul, hanya bila dia berada ditempat yang benar-benar berasap  maka asmanya akan kembali menyerang, apalagi hobi berenangnya yang kata orang bisa mengurangi serangan asma yang datang.

Bagi sebagian orang melihat anak yang terserang  alergi asma memang cukup menakutkan, awalnya dimulai dengan batuk lalu nafas anak semakin pendek-pendek disertai keringat dingin yang biasanya mengucur dari kepalanya, susahnya bernafas akibat lendir yang menumpuk membuat tenggorokan anak terlihat masuk jauh kedalam dan gerakan perut saat bernafas lebih jelas terlihat.

Ada beberapa hal yang biasanya membuat Hania terserang asma, seperti :

  1. · Kecapekan, kalau dia terlalu aktif biasanya akan sedikit terbatuk-batuk dan akhirnya sesak napas.
  2.    Debu dan bulu binatang, bila disekitarnya banyak debu atau yang serupa dengan itu seperti asap,       bedak tabur atau bulu binatang bisa di pastikan asmanya akan kambuh.
  3.   Terlalu dingin, di ruangan atau tempat yang terlalu dingin biasanya dia akan langsung bereaksi dan membuat asmanya menyerang
Beberapa alergen yang harus dihindari Hania

·       
·        Dan kalau sudah mengalami asma, pertolongan pertama yang saya lakukan adalah memberikan obat semprot dan memberikan obat gosok hangat ke sekitar dada dan punggungnya.


Obat semprot dan obat gosok ini harus selalu saya bawa kemanapun saya pergi

Namun terkadang obat semprot saja tidak mempan dan masih membuat Hania susah bernapas, jadi saya harus melakukan nebulasi atau penguapan untuk melegakan pernapasannya, kalau untuk tindakan yang satu ini saya harus menemui dokter, tapi belakangan ini saya sudah bisa melakukannya sendiri di rumah, tapi tetap di bawah pantauan tenaga kesehatan.

Nebulasi atau penguapan melegakan pernapasan Hania saat alergi asmanya menyerang

Serangan asma pada anak-anak saya biasanya tidak berlangsung lama, hanya beberapa jam saja bila langsung saya tanggulangi dengan beberapa cara tadi, tapi serangannya itu lho.. cukup membuat deg-degan, itulah yang membuat saya lebih baik menghindarkan mereka dari alergen atau zat yang bisa jadi pencetus reaksi alergi.

Sadar memiliki anak yang memiliki reaksi alergi membuat saya banyak mencari tahu apa itu alergi dan bagaimana mengatasi alergi pada anak sehingga nantinya anak-anak saya bisa bisa optimal tumbuh kembanganya meski mereka memilki alergi.

Punya anak yang sehat, cerdas dan kuat itu mutlak keinginan setiap orang tua, dan untuk mewujudkannya sepertinya tak semudah membalikkan telapak tangan, banyak ilmu yang harus orang tua miliki.

Itulah kenapa saat tahu Kalbe Nutritional mengadakan kampanye khusus tentang alergi di Alergy Week 2016 ini saya langsung ikut serta, kesempatan seperti ini sangat berharga dan akan sangat bermanfaat buat saya pastinya.

Saya korek-korek keterangan dari berbagai media sosial yang dimiliki Kalbe Nutritional yang berhubungan dengan itu , di Facebook saya dapati Fanpagenya Morinaga Platinum pun di Twitter ada @Morinagaid.

Dari jalur media sosial itu saya akhirnya menemukan situs www.cekalergi.com yang mengupas dan memberikan banyak pengetahuan khususnya buat para orang tua yang memilki anak dengan alergi, saya ikut Live Chatnya yang dijawab langsung oleh Dokter spesialis anak, di situs itu juga ada lho Jurnal Alergi yang bisa kita gunakan untuk cek alergi anak kita.

Selain itu di situs ini saya juga bisa mendapatkan Info Nutrisi , artikel-artikel yang berhubungan dengan alergi pada anak, cerita dari para Ibu yang memiliki anak dengan alergi bahkan berbagai resep makanan dengan bahan-bahan yang tidak menimbulkan alergi, keren banget kan...

www.cekalergi.com


Seperti inilah tampilan Jurnal Alergi


Tak puas hanya disitu, dari situs itu saya tahu ternyata Kalbe Nutritional juga mengadakan Coaching Clinic (Konsultasi) khusus tentang alergi ini di beberapa KalCare atau pusat layanan Kalbe yang tersebar dibeberapa mall di Jakarta.

Mau Live Chat atau langsung ikut Coaching Clinicnya


Lewat situs ini pula saya membuat janji untuk melakukan Coaching Clinic, saya memilih KalCare Lotte Shop Avenue di bilangan karet, Jakarta.

Suasana Kal Care di Lotte Shop Avenue Jakarta

Ruangan yang didesain khusus untuk berkonsultasi dengan dokter, nyaman dan personal.


Display produk Kalbe Nutritional di KalCare


Ternyata Kalbe Nutritional tidak main-main dalam memberikan perhatiannya pada masalah alergi pada anak ini, salah satunya dengan adanya Coaching Clinic ini yang dengan profesional memberikan pemahaman kepada para Orang tua tentang masalah alergi, karena memang kanpanye semua dari ingin tahu : tau-cegah & atasi serta sebar informasi yang tepat, khususnya mengenai alergi pada anak ditujukan untuk semua orang tua terutama yang memiliki anak dengan alergi.

Saat datang ke KalCare saya langsung disambut Mbak petugas yang ramah dan mengarahkan saya untuk masuk ke salah satu ruangan yang disediakan khusus untuk melakukan sesi konsultasi secara personal dengan Dokter Spesialis Anak yang expert di masalah alergi.

Dokter Nila Kusumasari SPA yang cantik dan ramah sudah siap diruangan yang disediakan untuk sesi konsultasi khusus alergi ini, saya  mendapat banyak hal baru yang saya tidak tahu tentang alergi dari beliau.

Saya bersama dr.Nila Kusumasari SPA yang cantik dan ramah


Pada dasarnya ada dua tipe alergi pada anak yaitu  anak dengan resiko alergi yaitu anak dengan orang tua atau ssaudara kandung yang mengidap alergi dan anak dengan alergi yaitu anak yang memang sudah terdeteksi menderita alergi melalui rangkaian tes.


Dokter Nila menjelaskan dua faktor utama penyebab alergi :
  1.  Faktor Genetik atau faktor keturunan, anak dengan orang tua yang alergi akan lebih besar kemungkinan mengidap alergi juga
  2.  Faktor Lingkungan bisa dari makanan ( susu sapi, telur, seafood) kondisi sekitar ( debu, bulu binatang, serbuk bunga, cuaca dingin)
Alergi susu sapi.

Karena pada dasarnya ASI adalah makanan terbaik untuk bayi dan protein ASI sangat mudah diserap tubuh bayi,namun meski terkadang di beri hanya ASI bayi masih alergi, ternyata dari susu sapi yang dikonsumsi si Ibu, setelah usia 6 bulan biasanya beberapa orang tua menambahkan susu formula untuk melengkapi nutrsi si kecil, dan biasanya pilihan pertama jatuh pada susu sapi, dan sayangnya ada beberapa anak yang tubuhnya tidak mudah menerima protein yang terkandung dalam susu sapi ini, dan menunjukkan gejala-gejala seperti :

1.    Gangguan dikulit, bisa berupa gatal, ruam atau kemerahan, yang akan menghilang bila pemberian susu sapi dihentikan.
2.    Gangguan pernapasan, bersin-bersin, tenggorokan gatal dan napasnya berbunyi.
3.    Gangguan pencernaan mual, muntah diare, ada darah saat BAB

Tahu lebih banyak tentang alergi susu sapi


Saya juga sempat bertanya pada dokter Nila apakah anak saya ini termasuk alergi susu sapi, karena selama ini Hania mengkonsumsi  susu sapi, tapi beliau mengatakan kalau kemungkinannya kecil karena biasanya anak dengan alergi susu sapi gejala yang muncul berkelanjutan, tidak seperti Hania yang mengalami alergi asma hanya saat bersinggungan dengan pencetus alergi.

Kasus Hania ini sama seperti orang yang mendadak bersin-bersin dan bereaksi saat terkena debu, hidung terasa gatal dan berair, dr.Nila juga menyarankan untuk melakukan nasal irrigation / cuci hidung atau membersihkan hidung dengan  larutan air garam dengan metode manual atau memakai alat semprot hidung (strimer) yang berfungsi sama.

     Awalnya saya berpendapat kalau anak menderita alergi susu sapi maka langsung saja ganti saja susunya dengan susu soya, tapi dokter Nila bilang tidak bisa semudah itu, bila anak diketahui alergi lewat beberapa tes alergi dengan Skin Prick Test (uji tusuk kulit) dan IgE Rast (IgE Atopi) , dua test itu menjadi rujukan apakah si anak alergi susu sapi, bila dari tes-tes tersebut positif baru anak dikatakan alergi susu sapi.

Sebenarnya anak yang alergi susu sapi masih bisa mengkonsumsi susu sapi yang proteinnya di hidrolisir sehingga bisa lebih mudah diserap tubuh, pilihan lain untuk anak yang alergi susu sapi adalah dengan mengganti susunya dengan formula soya atau kedelai.

Mengingat perkembangan alergi pada anak yang semakin meningkat setiap tahunnya hampir di semua negara di dunia maka Kalbe Nutritional hadir dengan Morinaga Alergi Total Solutionnya memberikan beberapa pilihan untuk anak dengan resiko alergi atau anak dengan alergi lewat beberapa produknya seperti :

1.    Chil Kid P-HP ( Susu Protein Hidrolisat Parsial) Susu dengan protein susu sapi yang mudah dicerna bagi anak yang memiliki resiko alergi, yaitu anak yang memiliki orang tua atau saudara kandung yang menderita alergi.
2.    Chil Kid Soya dan Chil School Soya (Susu Soya), kalau ini merupakan produk susu soya yang memang ditujukan untuk anak yang memang aleri susu sapi, 100% protein soya yang setara dengan kualitas protein susu sapi yang diperkaya dengan L-metionin, Karnitin,Asam Amino essential, vitamin dan Mineral.

Produk-produk dari Morinaga ini seperti menjawab pertanyaan para orang tua dengan anak yang mengidap alergi, karena orang tua beranggapan kalau makanan yang mudah diserap nutrisinya adalah susu, dan kalau anak saya alergi susu sapi bagaimana donk..dan ternyata susu-susu  tanpa protein susu sapi atau protein susu sapinya sudah dipecah ini tetap menunjang tumbuh kembang optimal anak dengan, karena Morinaga dengan Alergi Total Solution ini merupakan inovasi baru dengan MoriCare+ dan Prodiges yang merupakan sinergi nutrisi untuk beberapa faktor yang diharapkan oleh semua orang tua agar memiliki generasi platinum, seperti : 

1.    Kecerdasan Multi Talenta, karena mengandung Kolin dan asam lemak essensial AAL dan AL serta zat besi yang baik untuk perkembangan otak anak.
2.    Pertahanan Tubuh Ganda , dengan kombinasi Probiotik 536 dan 16V serta Prebiotik Laktulosa( untuk Chil Kid P-HP) dan Prebiotik FOS ( untuk Chil Kid Soya dan Chil School Soya) yang memberikan perlindungan pada saluran cerna anak.
3.    Tumbuh Kembang Optimal, anak dengan alergi juga tetap harus mendapatkan asupan kalsium dan vitamin D yang mencukupi dan di rangkaian Morinaga Alergi Total Solution ini kebutuhan dua zat penting ini tercukupi

Saat berkonsultasi dengan dokter Nila saya juga menyinggung darimana anak-anak saya mendapatkan riwayat alergi, padahal saya dan suami tidak memilikinya, ternyata pada kenyataanya anak dari kedua orang tua yang tidak memilki alergi masih memilki kemungkinan 5-15% terjangkit alergi, apalagi setelah saya runut kembali ternyata Ibu saya atau Neneknya anak-anak saya juga memilki riwayat alergi pernapasan.

Sebenarnya masih banyak yang ingin saya tanyakan masalah alergi ini pada dokter dihadapan saya ini, tapi kondisi tidak memungkinkan, saya harus bergantian dengan orang tua lain yang juga kebetulan datang untuk berkonsultasi tentang masalah yang sama.

O iya... selain lewat live chat di situs cekalergi.com dan menghadiri Coaching Clinic di KalCare, Kalbe Nutritional juga ada program Hospital Parenting Seminar, yaitu edukasi kepada masyarakat mengenai pola asuh dan kesehatan, saya pernah sekali ikut program ini di salah satu Rumah Sakit, dan ternyata memang sangat bermanfaat sekali.

Untuk tahu apa itu Hospital Parenting Seminar bisa baca tulisan saya Tahu Tentang Alergi pada Anak dan Cara Mengatasinya

Setelah bertemu muka dengan dr.Nila saya dipersilahkan untuk mengikuti paket selanjutnya yang memang merupakan program khusus kalbe Nutritional dalam  mensukseskan Allergy. Week 2016 yaitu Konsultasi Gizi dengan pakar gizi yang siap menjawab segala pertanyaan pemenuhan gizi khususnya untuk anak dengan alergi atau anak dengan resiko alergi.

Saat konsultasi gizi ini saya juga mendapatkan banyak masukan tentang makanan apa saja yang seharusnya dihindari juga pengantinya agar kebutuhan nutrisi Hania yang memiliki alergi asma tetap terpenuhi.

Berkonsultasi dengan ahli gizi

Sudah berkonsultasi gratis dengan dokter dan ahli gizi.. eh pulang masih dibawain paket cantik ini.

Memiliki anak dengan alergi atau anak dengan resiko alergi memang cukup menguras tenaga dan kita sebagai orang tua sudah selayaknya mencari banyak informasi tentang hal ini, karena mereka tetap harus tumbuh dan berkembang secara optimal, jangan jadikan alergi sebagai penghalang mereka bereksplorasi menjelajah dunia ini, Hania memang mengidap alergi asma tapi saya tidak mau mengungkungnya dan membuat dia takut mencoba banyak hal, saya berusaha untuk selalu Tau- Cegah- Atasi -Sebar tentang alergi ini agar semakin banyak Ibu yang memiliki anak alergi atau anak dengan resiko alergi seperti saya tetap optimis dan pastikan alergi tidak menghambat potensi si kecil.

Saya sangat yakin pada tiga hal yang sangat menunjang pertumbuhan anak kita yaitu Interaksi, Stimulasi dan Nutrisi  ketiganya tidak bisa dipisahkan, meskipun Hania mengidap alergi pernaasan yang terkadang sedikit menghambat aktifitasnya, tapi sebagai Ibu saya berusaha memberikan stimulasi sesuai umurnya tapi yang tidak terlalu menguras tenaganya pasti, dan memberikan nutrisi yang tepat untuk usianya, dan apabila ada beberapa jenis makanan yang Hania terpaksa tidak bisa mengkonsumsinya saya akan berusaha mencari tahu asupan nutrisi yang setara dengan makanan itu.

Karena untuk selalu bisa ada saat anak-anak tumbuh dan berkembang itu seru dan saya sangat menikmatinya.


Hania bereksplorasi













23 komentar:

  1. Waaah. Makasih banyak ilmunya Mbak Lubena. Ini saya jadi keinget ponakan dari sepupu saya yang alergi lumayan banyak hal. Semoga bisa membantu mencerahkan artikel ini. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mas.. senang kalau bisa bermanfaat.

      Hapus
  2. Lengkap sekali. Aku sampe ngga berhenti bacanya. Aku dan anakku itu alergi debu tapi tidak sampai sesak napas. Jadi, kalau ada debu sedikit aja, kami itu langsung bersin terus terusan. Kalau sedang beres beres rumah yang harus pakai bongkar bongkar gitu, bersihnya malah ngga berhenti dan akhirnya meler dan sakit kepala. Di kondisi cuaca yang dingin juga aku dan anakku pasti akan pilek disertai bersin juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih Mbak.. bisa jadi alergi debu itu.

      Hapus
  3. Anakku dan aku juga Alergi sama asap dan dwbu. Kalau udah Kumar bisa bersin2 & meler. Untungnya sih ga sampai asma

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama donk Mbak.. iya kalau Hania pake nyesek sih.

      Hapus
  4. 2 anakku alergi susu sapi.. tapi alhamdulilah si kaka hilang alerginya pas nginjak usia 2 thn.. sementara adeknya yg skr msh 2 bulan, msh blm hilang. Ditambah anakku ga ASI, makin bingunglah emaknya ini milih susu yg cocok.. kalo kakanya dulu harus pake susu yg full hidrolized mbak, cuma ada 2, kita milihnya yg pregestimil, susah bgt didapt dan cuma ada di RS ato apotik.

    untungnya si adek ga separah sikaka.. jd pake susu yg partially hydrolized (P-HP) masih bisa.. Tapi sayangnya yg morinaga soya dia ga cocok :(.. Pup nya jadi keras bgt dan slalu nangis tiap malam krn ngeden. makanya aku ga berani minumin morinaga P-HP krn takutnya bikin pup keras juga.

    Terpaksa pake merk lain.. Tapi yg namanya susu mah, itu cocok2an ya :).. yg 1 cocok utk si anak, blm tentu cocok utk anak lain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener banget Mbak.. kalau masalah susu itu memang cocok-cocokan.
      Iya terkadang alergi susu sapi akan hilang sendiri saat bayi sudah bertambah besar dan pencernaanya bertambah sempurna untuk menyerap protein susu sapi yang memang ukuran pertikelnya lebih besar.

      Hapus
  5. wah anaknay asma?? wah aku suka takut lihat anak yg kena asma. pernaha da tetangga nitipin anaknya sebentar karena dia mau ke warung. kok lama, tiba2 anak itu sesak nafas aku panik banget, untungnya ibunya datang.Sejak itu aku suka ngeri lihat anak sesak nafas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau yang baru lihat memang panik, itu orang tuanya kalau nitipin harusnya nitipin obat semprotnya juga.

      Hapus
  6. Saya juga pernah konsultasi ke dokter alergi.. Katanya alergi berhubungan dengan daya tahan tubuh...

    Dulu pagi hari saya sering bersin2.. Trus sekarang hilang.. Asumsi saya sembuh.. Nah itu dokter bilang.. Karena daya tahan tubuh lagi bagus makanya alerginya hilang.. Bukan berarti sembuh ya... Makanya saya disarankan untuk harus terus meningkatkan daya tahan tubuh untuk mengalahkan alerginya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau alergi kayak gitu seperti anakku yang pertama, dokter nyaranin memakai sterimer atau cuci hidung agar lebih nyaman.

      Hapus
  7. Enak juga ya kalau ada jurnal alergi gitu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mbak.. bisa dimanfaatkan.

      Hapus
  8. setuju, harus cari tau dan kenali baru ambil tindakan ya mba agar anak alergi tetap bisa berprestasi :)

    BalasHapus
  9. sebagai ibu musti paham tindakan yg diambil saat anak alergi ya mbak
    salam sehat dan semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener Mas, sesuai kampanyenya Morinaga Cari tau, cegah &atasi lalu sebarkan agar semakin banyak Ibu yang paham tentang hal ini.

      Hapus
  10. Informasi yang bermanfaat, jadi tahu tentang alergi setelah membaca ini

    BalasHapus
  11. Alergi memang sangat mengganggu ya mba. Semoga anaknya selalu sehat ya

    BalasHapus