Tuesday, August 9, 2016

Penyakit Herpes dan Penanganannya



Kalau mendengar kata Herpes apa ya yang ada dalam pikiran kita, kalau saya pribadi yang terlintas adalah penyakit kelamin menular yang hanya bisa diderita orang yang memiliki gaya hidup atau gaya berhubungan yang tidak sehat, alias suka gonta-ganti pasangan.

Tapi ternyata pengetahuan saya tentang herpes ini salah besar lho..

Yang benar adalah Herpes atau lazim disebut dengan Herpes Zooster adalah salah satu jenis ruam kulit yang menyakitkan, terkadang muncul dengan luka dan biasanya muncul di salah satu bagian wajah atau tubuh.

Herpes ini  di sebabkan oleh virus yang bernama Varicella Zoster Virus, cantik ya namanya? tapi jangan terkecoh meski namanya cantik tapi ini merupakan virus yang sama dengan yang menyebabkan Cacar air penyakit yang sama sekali enggak cantik, dan penyebarannya bisa lewat udara atau kontak dengan penderita.

Berbicara masalah herpes ini saya akan sedikit bercerita tentang salah satu anggota keluarga kami yang tiba-tiba terserang penyakit ini, yaitu Ibu saya sendiri.

Gejala awal Herpes

Gejla pertama yang dirasakan adalah rasa nyeri yang lumayan kalau Ibu saya merasakan seperti rasa pegal dan linu di sekitaran tangan sebelah kirinya, dimulai dari pangkal lengan hingga ke pergelangan, awalnya saya mengira itu seperti rasa capek yang berlebih dan bisa hilang setelah diurut atau diberi balsem, tapi ternyata rasa linu dan nyeri itu masih berlanjut sampai beberapa hari.
Hingga akhirnya di hari ke 3 muncul semacam bintik merah berisi air disekitaran lengan, Ibu saya sendiri tidak menyadarinya karena memang munculnya bintik merah itu tanpa di barengi dengan rasa gatal, bintik merah itu muncul dibeberapa bagian, dan hanya disalah satu sisi tangan yaitu tangan kiri yang beberapa hari ini nyeri.

Positif Herpes

Setelah bintik merah itu muncul akhirnya kami putuskan untuk membawa Ibu saya ke dokter dan karena fasilitas kesehatan terdekat dirumah kami adalah Puskesmas Taman yang saya anggap memiliki fasilitas yang lumayan lengkap karena memang Puskesmas ini sudah terakreditasi A ( kayak sekolah yah..) dan terkenal dengan gerakan Santun Lansianya, jadi kami anggap kalau Puskesmas ini tempat yang pas untuk berkonsultasi.

Kebetulan dokter Nurul adalah dokter yang sedang berjaga hari itu, dokter cantik dan ramah ini sangat informatif, beliau menjelaskan apa itu herpes, dan bagaimana penanganannya, pada dasarnya kebersihan diri memang sangat diperlukan untuk mencegah dan mengobati penyakit ini.

Dokter Nurul meresepkan obat anti virus kalau tidak salah merek dagangnya Acyclovir dan juga Vitamin untuk suplemen harian Ibu saya, obat anti virus ini harus diminum 5X sehari selama 2 hari dan untuk lukanya dr.Nurul tidak menyarankan untuk diberi apa-apa hanya harus mengompresnya dengan cairan infus.

Penggunaan cairan antiseptik untuk membersihkan luka Herpes.

Setelah beberapa hari mengkonsumsi obat antivirus dan istirahat cukup ternyata penderitaan Ibu saya gara-gara penyakit ini berangsur-angsur membaik.

O iya.. ada satu hal yang bisa saya share dalam proses penyembuhan Ibu saya ini, beliau rajin menggunakan cairan antiseptik dibagian lukanya saat mandi, saya tidak tahu tindakan ini benar atau tidak tapi ternyata luka herpesnya lebih cepat kering.

Dan ada satu hal penting lagi yang Ibu saya lakukan agar luka herpesnya tidak semkin menjadi penyebarannya, saat mengeringkn tubuh setelah mandi beliu tidak menggosoknya dengan handuk melainkan hanya menepuk-nepuknya dengan handuk kecil yang disediakan khusus untuk daerah tubuh yang terdapat luka herpesnya.

Masa penyembuhan.

Penyakit herpes berasal dari virus dan bagian yang diserang adalah syaraf tepi , jadi tidak heran kalau rasa nyerinya terkadang lumayan hebat, apalagi untuk Ibu saya yang sudah berusia 50 tahun lebih, dan untuk menguranginya dr.Nurul juga memberikan suplemen khusus untuk mengatasi nyeri syaraf tepi, yang didominasi Vitamin B6 dan B12, ada beberapa suplemen ini dipasaran seperti Neurobion atau Neurosanbe.

Penderita herpes memang akan masih terus merasakan nyeri dibagian tubuh yang diserang meskipun lukanya sudah mengering atau sembuh, ini juga terjadi dengan Ibu saya, setelah beberapa hari luka herpesnya sembuh rasa nyerinya masih terus dirasakan, jadi memang seperti itu prosesnya.

Dr.Nurul juga menyatakan kalau Herpes Zoster ini lebih banyak menyerang para lansia yang berusia 50 tahun keatas dan sebagian besar memang wanita, itulah sebabnya ada vaksin khusus untuk mencegahnya.

Ini sedikit tulisan saya mengenai Herpes zoster yang kebetulan beberapa waktu lalu menyerang Ibu saya, o iya.. ada juga beberapa mitos yang beredar di masyarakat kalau penyembuhan herpes bisa dengan disembur oleh perempuan (maaf) mantan tunasusila, caranya perempuan itu harus mengunyah dulu kelapa parut selanjutnya di semburkan ke luka herpes itu, tapi saya pribadi agak kurang yakin dengan jenis pengobatan semacam itu selain saya anggap kurang higienis juga gimana mau nyari perempuan macam itu.. susah boo..Jadi saya lebih memilih pengobatan medis.

Apapun jenis penyakitnya memang lebih baik diobati sedini mungkin agar dapat ditanggulangi dengan cepat, semoga sharing saya ini bermanfaat.

14 comments:

  1. Bilqis waktu kecil pernah mengalami, airnya menular seperti cacar. Untungnya segera sembuh setelah si bawa ke dokter.

    ReplyDelete
  2. Bilqis waktu kecil pernah mengalami, airnya menular seperti cacar. Untungnya segera sembuh setelah si bawa ke dokter.

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya.. bener, makanya sebisa mungkin jangan digosok, atau digaruk.

      Delete
  3. Itu pengobatan alternatifnya baru tahu, Mbak
    Heuuuuu
    Ngeri juga, ya

    ReplyDelete
  4. TFS mbak Lubena
    saya jadi tahu perihal penyakit Herpes

    ReplyDelete
  5. Jadi hrs tetep dibawa ke dokter ya.. Kirain bisa sembuh dengan salep aja..

    ReplyDelete
    Replies
    1. baiknya sih ke dokter, takutnya bukan Herpes kalau kita diagnosa sendiri.

      Delete
  6. Ok, jadi tambah tau. TRIms mba lubena

    ReplyDelete
  7. suamiku pernah kena ini, aku kasih salep aja sih buat menghambat penyebaran.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalau Ibuku waktu itu malah enggak dikasih salep, hanya dikompres pakai cairan infus.

      Delete
  8. sama mbak, dulupun aku kira herpes itu penyakit kelamin gara2 suka gonta ganti pasangan.. tp trnyata ada yg lainny lagi yaaa... temenku ada yg prnh kena herpes ini, dan kyknya lumayan sering... dan aku sempet pula deket2 ama dia wkt itu, tp alhamdulillah g nular sih... mungkin imun bdnku saat itu juga lg bgs kali yaa :D

    ReplyDelete