Laman

Monday, March 7, 2016

Bangun Dulu Mentalitasnya Baru Pikirkan Modalnya



Maksudnya mentalitas yang mana dulu nih?

Jangan - jangan malah yang seliweran dipikiran adalah Dedy Corbuzer sang mentalis, bukaaan.. tapi mentalitas mau maju dan berdikari alias berdiri di atas kaki sendiri.

Mentalitas yang seperti ini memang sangat diperlukan dalam melakukan apapun, termasuk dalam membangun sebuah UKM, salah satu bentuk usaha yang mampu bertahan meski bertemu banyak krisis dan kendala.

Saat anak kita duduk di bangku SMU atau kuliah apa yang menjadi harapan kita? 

"Semoga kamu lulus dengan nilai baik dan dapat kerjaan di perusahaan yang bagus bergaji tinggi"

Yakin banget kalau itu harapan hampir semua Orang tua, pun itu pula yang terjadi pada anak-anak muda yang sedang menyelasaikan sekolahnya atau baru lulus, rumah saya berdekatan dengan salah satu sekolah kejuruan yang menjanjikan alumninya untuk bisa bekerja di perusahan-perusahaan besar, dan pemandangan yang paling umum di sekolah itu adalah alumninya yang mondar-mandir berseragam hitam-putih yang kembali mencari referensi pekerjaan ke sekolah asalnya karena kontrak kerjanya diputus pihak perusahaan tempatnya bekerja sebelumnya.

Tidak ada yang salah dengan pemandangan seperti itu, tapi saya pribadi koq jadi mikir kenapa sekolah itu sepertinya mencetak "pekerja" bukan " wirausahawan", padahal dengan para anak muda yang memiliki jiwa usahawan akan membuka banyak peluang dan menguatkan ekonomi Indonesia.

Mungkin saya berpikir ketinggian kali yah.. usaha mau usaha apa? apa saja, seperti saya bilang di awal yang penting mentalitasnya, seperti kata Bob Sadino 

"Setinggi apapun pangkat yang dimiliki, anda tetap seorang pegawai.
Sekecil apapun usaha yang anda punya, andalah bosnya"

Memiliki usaha sendiri dan membangun UKM (Usaha Kecil dan Menengah) sepertinya sedang di galakkan pemerintah, apalagi menghadapi gejolak PHK yang semakin enggak karuan, beberapa waktu yang lalu kita mendengar dua perusahaan elektronik tutup dengan menyisakan ribuan pekerja yang tak tahu harus bagaimana.

Dan sepertinya pemerintah tidak main-main dalam mendukung UKM ini, setidaknya itulah yang saya tangkap dari satu acara yang saya hadiri beberapa waktu lalu,  acara diskusi santai gelaran Kementrian Koperasi dan UKM,  menghadirkan Dedy Gumelar sebagai moderator dan Bapak Prakoso BS selaku Deputi SDM Kemenkop UKM juga ada motivasi bisnis yang disampaikan oleh Bapak Jimmi M Rifai Gani Rektor dari Bussines School.

Acara diskusi yang mengangkat tema "Menentukan Arah Kewirausahaan" ini berlangsung di gedung SMESCO, surganya UKM Indonesia berkegiatan dan memasarkan produknya, untuk ulasan SMESCO yang keren ini akan saya tulis tersendiri yah.. 


Kenapa pemerintah berharap banyak dari UKM ini? karena ternyata UKM adalah jenis usaha yang tahan banting, bahkan terbukti saat krisis melanda Indonesia banyak perusahaan besar gulung tikar tapi para UKM ini masih tetap berdiri dan berlanjut tanpa hambatan, mungkin ada sedikit hambatan, tapi perhatikan, pedagang-pedagang warung nasi pinggir jalan masih buka, tukang jahit langganan saya masih terima jahitan, juga ribuan UKM lain.

Dan Kementrian Koperasi dan UKM  ini memang dibentuk untuk menfasilitasi para UKM ini, dari acara diskusi ini saya tahu kalau ternyata banyak sekali usaha yang telah mereka lakukan agar UKM Indonesia lebih maju, salah satunya mempermudah mendapatkan hak cipta atas karya para pelaku UKM agar tidak mudah ditiru.

Memangnya apa sih pentingnya pengakuan hak cipta itu? untuk melindungi pelaku UKM ini dari aksi contek-mencontek khususnya dari negara tetangga kita, dan itu terjadi karena mereka terlambat mendaftarkan hasil karya mereka, nah disini KemekopUKM membantu dengan menggratiskan dan menfasilitasinya.

Lalu bagaimana dengan permasalahan modal yang sering dihadapi para pelaku UKM, ternyata KemenkopUKM juga sudah menangani masalah itu dengan pemberian pinjaman berbunga rendah dan tanpa agunan untuk permodalan yang dinamakan Program Wira Usaha Pemula dengan sistem Koperasi.

Tapi memang betapapun besarnya dukungan dari KemenkopUKM tetap saja dibutuhkan jiwa-jiwa tangguh pengusaha agar program ini berhasil.

Posisi UKM dalam Perekonomian Indonesia

Dan jiwa-jiwa pengusaha itu kemarin saya temui langsung saat acara diskusi, 3 orang anak muda luar biasa yang mau membuka usaha dari bawah meski masih kuliah dan menciptakan lapangan pekerjaan untuk orang-orang disekitarnya.

Ada Mas Dir dari Makasar, dan Kartika dari Medan yang keduanya masih  kuliah tapi memiliki usaha sablon dan kue kering yang modal awalnya hanya ratusan ribu dan sekarang omsetnya sudah ratusan juta perbulannya.

Juga ada Ayu dari Bali yang kemampuan dandannya bisa membawanya menjadi Perias  profesional di Bali, semangat Ayu ini luar biasa, dia mengikuti pelatihan gratis yang diadakan KemenkopUKM sehingga mampu memiliki usaha sendiri, semangat dan kerja keras Ayu patut diacungi jempol, apalagi diusianya yang masih tergolong muda.

Kartika sang pengusaha kue kering sukses dari Medan

Mas Dir dari Makassar yang memilki usaha sablon
Ayu, perias dari Bali

Kalau mendengar kisah sukses ketiga orang ini seperti menyulut semangat para orang muda lain yang memang seharusnya berjiwa tangguh seperti ini, dan berani mengambil resiko dengan membuka usaha yang mandiri, apalagi Kementrian Koperasi dan UKM yang mendukung penuh kelangsungan para pelaku UKM ini.

Usaha kecil itu kalau diibaratkan bangunan, posisinya ada di bagian fondasi yang mampu menopang perekonomian Indonesia, jadi kalau ingin perekonomian atau bangunan yang kuat maka sudah seharusnya usaha kecil ini maju dan kuat juga.

Selain masalah hak cipta dan permodalan biasanya masalah klasik dari para pelaku UKM ini adalah pemasaran dan ini juga sudah dipikirkan oleh Kementrian Koperasi dan UKM salah satunya dengan dibangunnya galeri Indonesia Wow, yang membantu para pelaku UKM mengenalkan produknya ke masyarakat luas.

Dari acara yang berkesan itu saya mendapat ilmu baru tentang wirausaha dan kesempatan yang ditawarkan oleh Kementrian Koperasi dan UKM untuk para pelaku usaha kecil, beberapa poin penting itu adalah:

  • Tumbuhkan jiwa pengusaha yang tangguh dan tahan banting dalam memulai usaha.
  • Jangan takut untuk mencoba, kesuksesan tidak datang tiba-tiba.
  • Perhatikan aspek kultural dan sosiologis daerah tempat kita membuka usaha.
  • Turut serta dalam program-program milik Kementrian Koperasi dan UKM yang akan memajukan usaha kita.
  • Selalu berdo'a dan optimis.

Karena sinergi antara pelaku usaha kecil dan dukungan dari Kementrian Koperasi dan UKM ini akan menghasilkan usaha kecil yang bermasa depan cerah, lalu secara garis besar atas penjelasan yang saya tangkap di acara diskusi ini, ada beberapa usaha kementrian Koperasi dan UKM untuk memajukan UKM :

  • membantu para pelaku UKM dalam masalah perizinan dan dokumen.
  • Penguatan KUD ( Koperasi Unit Desa) untuk memajukan UKM di wilayah desa bersangkutan.
  • Penumbuhan dan Pengembanan wirausaha
  • Penyaluran kredit berbunga kecil untuk kelangsungan UKM
  • Membangun Galeri Indonesia Wow untuk lahan promosi produk UKM.

Diakhir acara diskusi ada Bapak Jimmi F Gani (Rektor Bussines School, mantan Dirut Sarinah) yang menyulutkan semangat kewirausahaan dengan mengetengahkan teori bisnis Disruptive Innovation, yang dicetuskan oleh Prof Clayton Christensen, awalanya saya bingung dengan penjelasan konsep ini, tapi saat di sebutkan salah satu orang Indonesia yang menerapkan metode ini yaitu Nadiem Makariem si Bos Gojek  dan berhasil, saya baru ngeh dengan apa yang dimaksud Disruptive Innovation.

Dalam Disruptive Innovation yang menjadi tonnak utama yaitu friendly user ( memahami dan memudahkan pengguna) dan low cost ( biaya yang rendah, dengan dua pilar itu salah satu bisnis transportasi online itu dibentuk dan bagaimana besarnya keuntungan dari bisnis itu.

Hadir di acara yang penuh informasi dan inspirasi membuat saya semakin semakin bersemanat membaginya lewat tulisan di artikel ini dan semoga ada manfaat yan didapat.

Untuk Informasi mengenai program-program Kementrian Koperasi dan UKM, pantau sosmed :

Twitter : @Humaskukm





8 comments:

  1. Allhamdulillah ya, usaha Mikro dan UKM lainnya mendapat dukungan dari Kementrian. Semoga saja UMKM di Indonesia mampu bersaing dan semakin kuat :)

    ReplyDelete
  2. Dari dulu impianku ingin menjadi wirausaha sukses tetapi gak tahu kenapa kok sampai sekarang masih jadi pegawai yah,,,

    ReplyDelete
  3. Sepakat mbak, membangun mentalitas bahwa sukses itu perlu perjuangan nggak mudah ya ternyata. Bawaannya pgn serba instan. Apalagi yg berhubungan dengan entrepreneur, nggak mudah utk sukses. Butuh effort konsisten.

    ReplyDelete
  4. Berdiri diatas kaki sendiri itu memang tidak mudah, namun bukan berarti tidak mungkin ya mba ?? apalagi sekarang ada program baru dari pemerintah yang meminjamkan modal tnpa adanya aguna. sip dah semangat-semangaaattt :D

    ReplyDelete
  5. setuju bgt nih, lg belajar jd pengusaha juga..sukses tuk pengusaha indonesia

    ReplyDelete
  6. Aku pingin wawancara salah satu narasumber di acara ini, keren2 profilnya :)
    Mereka Pahlawan buat negara sebab UKM memakmurkan perekonomian.

    ReplyDelete