Laman

Friday, August 14, 2015

Diskusi Serempak ,Yuk Jadi Maker Dengan Berinovasi.





Ada yang istimewa di tanggal 14 agustus 2015 kemarin.
Lewat seorang teman saya mendapat undangan khusus untuk bisa hadir didiskusi khusus yang diadakan satu portal yang konsen tentang permasalahan seputar wanita dan anak, yaitu Serempak.or.id, portal ini kalau menurut saya seperti media komunikasi yang membahas tentang pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, banyak sekali artikel dan informasi yang up to date disana yang klop banget buat referensi yang berhubungan dengan ini.


Serempak sendiri sebenarnya situs independen yang kebetulan didukung oleh KPPAI ( Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI) karena memang isi dan misi situs ini sngat bermanfaat untuk kita nih para perempuan Indonesia, banyak artikel menarik yang bis kita baca, ga percaya? coba aja buka sendiri, tampilan web nya sih seperti ini..


Nah kebetulan hari ini saya mendapat undangan diskusi yang dri judulnya sih saya anggap menarik, acara ini sendiri diadakan di slah satu ruang rapat Gedung KPPPAI, tema utama diskusi kita kali ini tentang 

                       Marketing Innovation dan Maker Movement

 awalnya saya agak keder juga karena enggak ada background marketing takutnya lolak-lolok di ruang rapat, tapii.. ternyata diskusi ini cair banget dan Alhamdulillah materinya bisa saya serap dengan baik, karen memang dua pembicaranya Mas Adhiatmo Rahadi dari Komunitas Robot juga pelopor Maker Movement Indonesia juga  dan mas Robert AB sang dosen di salah satu sekolah bisnis di Jakarta ini asik banget jelasin materinya

Presentasi pertama dari mas Adhi yang bercerita tentang komunitas robot dengan berbagai karyanya, Mas Adhi juga mengajak kita untuk jadi kreatif dan enggak hanya selalu jadi konsumen tapi jadi seorang maker, saya jadi keingetan dengan anak-anak kita yang sudah terbiasa terima bersih tiap harinya, dan jarang banget berpikir kreatif , padahal anak dengan kreatifitas tinggi akan sangat berpengaruh nanti saat mereka dewasa.

Anak-anak kita yang selalu dimanja dengan tekhnologi yang membuat mereka nyaman dan enggak mau keluar dari zona itu, sebenarnya salah kita juga sih para orang tua yang hanya memberikan fasilitas dn bermacam gadget yang bikin kreatifitas mereka kering lama-kelamaan.

Di Komunitas Robot ini yang memang kebanyakan anggotanya remaja cowok, kita digiring agar menciptakan sendiri apa yang kita butuhkan, dan mimpi terbesar pentolannya ingin mengenalkan kegiatan ini ke anak-anak, jadi enggak mustahil kalau suatu saat nanti ada pameran robotik khusus karya anak-anak Indonesia, robot yang aplikatif dan bermanfaat tentunya, amiiin..

Presentasi kedua disampaikan oleh Robert AB, Mas Robert ini pakar sosial media marketing, sebelum menyampaikan materi Mas robert mengajak semua peserta diskusi berkenalan satu-persatu, seru banget.. apalagi beberapa peserta ada yang salah tingkah dengan celetukan mas Robert saat mereka memperkenalkan diri..

Mas Robert yang juga konsultan marketing untuk beberapa perusahaan ini menjelaskan tentang Inovasi di dunia usaha.

Saat mas Robert menjelaskan apa itu Inovasi yaitu perubahan atau penemuan baru yang bisa mengubah suatu hal, enggak melulu tentang produk lho.. bisa cara kerja atau konsep.

Saya jadi teringat saat pisang goreng ponti pernah booming di sini, seperti menggebrak para tukang gorengan yang waktu itu hanya menjual pisang goreng biasa, antrian panjang rela di lakukan orang demi mendapatkan kelezatan pisang goreng yang konon katanya bisa bunyi kriuuk..kriuuk pas dimakan, nah.. yang seperti ini bisa di sebut inovasi, dan di bidang usaha hal seperti ini perlu banget.

Perusahaan yang tak mau berinovasi biasanya akan selalu jalan ditempat dan atau malah mati tergerus dengan perusahaan lain yang terus menerus menciptakan hal baru untuk kelangsungan usahanya.


Mas Robert menyampikan materinya


Masih menurut Mas Robert, ternyata inovasi itu di bagi dua menurut bagaimana inovasi itu tercipta yaitu Radical dan Incremential, untuk radical biasanya inovasi yang langsung melesat dan wow.. seperti pada penemuan pisang goreng  ponti ini, namun lama-kelamaan inovasi hanya akan bersifat incremential atau berlangsung begitu saja, istilahnya lurus-lurus saja, dan di zona cremential inilah biasanya suatu usaha tetap stagnan atau malah bangkrut dan akhirnya gulung tikar.

jadi intinya untuk bisa berhasil dikenal masyarakat, satu usaha harusnya mempunyai inovasi yang bersifat radical  selanjutnya terus berinovasi secara terus menerus untuk menghindari efek cremential ini dan juga agar orang banyak mengenal, seperti pas jaman awal-awal teknologi SMS muncul dan menggantikan pager, semua orang menggunakannya.



Tapi bagaimanapun juga inovasi ini tak mungkin dilakukan oleh hanya satu orang, karena memang manusia ini pada dasarnya adalah makhluk sosial jadi memerlukan orang lain untuk terciptanya inovasi ini, itulah sebabnya diperlukan kolaborasi atau kerjasama.

dari diskusi ini juga saya dan juga peserta lain menemukan hal yang sangat berharga bahwa kerjasama beberapa pihak bisa menghasilkan sesuatu yang luar biasa.

Kerjasama atau kolaborasi ini tak hanya di bidang yang sama, tapi beberapa bidang yang berbeda, seperti bagaimana ahli teknologi bekerjasama dengan ahli marketing.

Juga dalam diskusi ini yang di fasilitasi Serempak berkolaborasi dengan para Blogger, dan para maker yang diharapkan membuahkn hasil yang diharapkan yaitu mengajak msyarakat untuk lebih kreatif enggak cuma jadi konsumen tapi jadi maker, para maker yang membuatnya, para blogger yang menyebarkan.. ajiib.




2 comments:

  1. waaw ini acaranya kereen banget yah.. sayang banget kemarin ngga bisa datang, hiks..
    Tapi alhamdulillah kebagian ilmunya dari sini, makasih mbak :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya keren banget emang.. dan menginspirasi tentunya, makasih dah mampir :)

      Delete