Senin, 17 April 2017

Kapal Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap, Kapal Harapan Penuntas Kelaparan






Saat kita sibuk mau pilih menu apa hari ini, di belahan bumi lain ada yang bahkan bingung bagaimana harus makan hari ini.



Suatu hari saya datang ke satu acara yang digelar sebuah perusahaan ternama, acaranya di salah satu hotel berbintang di Jakarta, tempatnya mewah, dekorasi ruangannya sempurna dan makananya sangat melimpah.



Saking melimpahnya makanan, beberapa kali saya melihat undangan yang hadir hanya mengambil saja makanan itu, lalu dimakan sedikit dan akhirnya di letakkan begitu saja di sembarang tempat, tanpa memperdulikan akan diapakan makanan itu.

Padahal sadar atau tidak keadaan kita yang Alhamdulillah bekelimpahan makanan, apalagi makanan pokok (nasi) ternyata berbanding terbalik dengan keadaan di salah satu bagian lain bumi kita, tepatnya di sebagian benua  Affrika, jangankan berlebihan, mereka hidup dalam kekurangan bahkan bisa dibilang kelaparan.

Krisis pangan yang dialami sebagian wilayah di benua Affrika ini merupakan isu kemanusiaan yang kita tidak bisa acuh saja, negara-negara mayoritas Muslim seperti Somalia, Yaman, Sudan selatan dan Nigeria memiliki angka kelaparan tinggi, jutaan nyawa manusia berusaha bertahan dengan asupan makanan yang sangat minim.

Kelaparan ini disebabkan oleh beragam hal, mulai dari kekeringan, karena memang kondisi alamnya, ataupun konflik berkepanjangan yang diciptakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan.

Angka-angka mengerikan sempat membuat ujung mata saya basah, sebut saja di Somalia ada 6,2 juta jiwa kelaparan, 22 juta anak mal nutrisi, 14 juta penduduk rawan pangan dan 1 anak meninggal setiap 10 menit, atau di Sudan Selatan ada 5,65 jiwa kelaparan, 2.300 anak meninggal setiap hari, 2 juta jiwa mengungsi mencari suaka dan 244 ribu anak mengalami kekurangan gizi akut, belum lagi di Nigeria atau Yaman yang juga memiliki angka-angka fantastis itu.

Saya membayangkan diantara yang kelaparan itu pastilah sebagian besar anak-anak, yang sebenarnya membutuhkan asupan gizi yang cukup untuk tumbuh kembangnya, membayangkan anak-anak itu kadang membuat saya sedih sekali.

Mereka jauh, apa yang bisa kita perbuat ?

Memang benar, letak geografis mereka sangat jauh dari kita, tapi bukan berarti kita tidak bisa melakukan apa-apa, ada satu gerakan yaitu Kapal Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap yang InsyaAllah akan berusaha mengurangi angka-angka kelaparan itu, kenapa memilih kapal sebagai media transportasinya?  karena dianggap kapal lebih tepat menyalurkan bantuan ke negara-negara itu yang merupakan kepulauan, dan daya jangkaunya lebih luas.

Aksi ini tidak muluk-muluk misinya, yaitu mengumpulkan beras yang merupakan makanan pokok untuk selanjutnya akan dikirim ke negara-negara itu, karena ternyata beras atau nasi juga menjadi makanan pokok di negara-negara itu.

Rencana beras yang akan dikumpulkan adalah sejumlah 25 ribu ton beras, dan yang terkumpul sekarang hingga saat ini menurut statistik penghimpunan #BerasUntukKelaparanAfrika jumlahnya masih sekitar 1400 an ton beras, masih sekitar 5% , masih jauh dari target.
Tapi dengan optimisme tinggi aksi ini berharap kalau target ini bakal terpenuhi, dalam 38 hari kedepan semoga hati para donatur tergerak untuk bisa ikut serta dalam mensukseskan aksi ini.

Sebagai orang tua yang juga memiliki anak-anak yang sedang bertumbuh mungkin banyak yang merasakan hal yang sama seperti saya rasakan, sedih karena ada banyak anak lain yang seumuran anak kita terkapar lemah kelaparan dan ikut serta dalam aksi ini mungkin bisa jadi jawaban.

Bantuan bisa berupa donasi uang tunal atau dalam bentuk beras, yang nantinya akan dikumpulkan di titik-titik yang telah ditentukandan selanjutnya akan diteruskan ke negara-negara itu menggunakan Kapal Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap ini, untuk mengetahui bagaimana aksi ini berjalan atau bagaimana cara pendistribusian beras-beras ini bisa cek situs resminya  act.id

Sekecil apapun apa yang kita lakukan untuk aksi ini akan sangat bermanfaat, karena gunung yang besar juga terbangun dari pasir-pasir kecil kan ? dan sekarang 20 juta nyawa menggantungkan harapan hidupnya pada kita.




10 komentar:

  1. Saya mendukung Kapal Kemanusian ini mba Sehingga banyak yang membantu ya :)

    BalasHapus
  2. mba Lubena, makasih postingan pengingatnya yaa..salut sama ACT, semoga kita smua bisa berkontribusi lebih ya..

    BalasHapus
  3. sedih ya, semoga bantuannya dapat segera diterima

    BalasHapus
  4. salut sama orang orang yang ada di Kapal Kemanusian ya.

    BalasHapus
  5. Semoga bantuan secepatnya sampai ya dan di terima. Amin

    BalasHapus
  6. Kapal sebenarnya transportasi yg lambat ya dibanding pesawat. Tapi kalo ke kepulauan sptnya yg cocok memang via kapal distribusinya

    BalasHapus
  7. Smoga banyak yang sadar untuk membantu sesama dan lebih banyak bersyukur karena postingan ini

    BalasHapus