Selasa, 18 Oktober 2016

Rayakan Ulang Tahun ke 18 Komnas Perempuan bersama Blogger



Hari Sabtu tanggal 15 Oktober kemarin saya mendapat undangan pesta ulang tahun dari Komisi Nasional Perempuan.

Jangan membayangkan kalau pesta ultah ini bakal banyak balon dan badut sebagai piranti yang biasanya memeriahkan pesta pada umumnya lho..

Acara Ultah Komnas Perempuan bersama Blogger


Sama sekali tidak seperti itu, karena memang di ulang tahunnya yang ke 18 ini Komnas Perempuan kembali mengingatkan kami atas banyaknya kejadian penistaan kemanusiaan yang terjadi 18 tahun yang lalu, khusunya di bulan Mei 1998, dengan banyaknya kekerasan yang terjadi saat itu, dan sebagian besar dialami perempuan.

Sebenarnya saat kejadian di tahun itu saya masih berusia remaja, dan duduk di bangku SMU, karena tinggal di Surabaya jadi dampaknya tidak begitu kami rasakan, selain sekolah dipulangkan lebih cepat, karena dari berita di televisi saat itu tersiar kabar kalau terjadi pergolakan yang cukup meresahkan di Jakarta.

Ternyata tidak hanya di Jakarta yah...


Ternyata setelah hari itu berlalu, banyak sekali kepedihan yang disisakan, terutama para perempuan, dan keadaan ini harus dipulihkan.

Dari situ, tepatnya tanggal 15 Juli 1998 kelompok masyarakat yng terhimpundalam Masyarakat Anti Kekerasan menemui Presiden Habibie di Bina Graha, namun setelah tanggal tersebut tidak serta merta Komnas Perempuan terbentuk, tapi masih harus menunggu hingga bulan Oktober tanggal 9 , 1998 lembga ini resmi dibentuk.

Tapi kenapa ultahnya jadi tanggal 15 Oktober yah..? ternyata di tanggal itu untuk pertama kalinya Komnas Perempuan bertemu dengan korban kekerasan melalui forum dialog nasional, dari pertemuan itu didokumtasikanlah berbagai bentuk kekerasan yang dialami oleh perempuan saat itu.

Lalu apakah urusan sudah selesai dengan terbentuknya Komnas Perempuan ini? sama sekali tidak, sampai saat ini pun kasus Mei '98 ini masih terus menjadi misteri, dan sudah menadi tugas Komnas Perempuan juga masyarakat untuk terus mengingat kasus ini agar tidak hilang begitu saja tertelan bumi, karena dari kejadian ini banyak sekali perempuan yang menyimpan trauma, seperti yang tergambarkan di Monumen Jarum Mei yang terdapat di sekitaran Klender, Jakarta.

Monumen Jarum Mei ini menggambarkan bagaimana perjuangan para korban khususnya para perempuan pasca kejadian itu yang berusaha untuk memulihkan dirinya.

Monumen Jarum Mei, sumber www.jakarta.go.id


Di ultahnya yang ke 18 inipun Komnas Perempun masih terus berjuang untuk memberikan ruang para perempuan Indonesia untuk bersuara dan mendapatkan haknya, oleh karena itu perlu bekerjasama dengan banyak pihak, salah satunya para Blogger, macam kita ini.

karena sejak pertama kali dibentuk tidak hanya masalah Mei '98 saja yang menjadi bahasannya tapi juga banyak kebijakan pemerintah yang dirasa akan merugikan perempuan, di saat itulah Komnas Perempuan bersuara.

Saat diundang dan datang ke kantor pusatnya, saya juga merasakan aura perempuan yang begitu kental disana, gedung yang awalnya merupakan bagian gudang kantor Komnas HAM ini dihiasi beberapa mural menarik dengan dominasi warna ungu.

Mural-mural itu banyak menggambarkan tentang perjuangan para perempuan bangkit dari trauma, selain itu di salah satu sudut ruangan tepatnya dekat pintu masuk saya melihat patung tujuh wanita yang bergandengan tangan dan mulutnya terbuka, patung itu di sebut PITULUNGAN (Pertolongan), pitu yang dalam bahasa jawa artinya tujuh dan secara lengkap pitulungan berarti saling membntu dan menolong menyuarakan dan bergandengan sesama perempuan dalam mendapatkan hak-haknya.

Patung Pitulungan


Dan  di ultahnya ini, saya juga bisa melihat Pohon Harapan yang berisi berbagai pesan dari masyarakat yang digantungkan di situ untuk kemajuan Komnas Perempuan, ada banyak pesan disertai boneka yang khusus dijual untuk mengenang Mei '98.

 Komnas Perempuan berharap dengan bergadengan tangan dengan berbagai pihak termasuk Blogger diharapkan suara-suara perempuan lebih bisa didengar dalam mendapatkan keadilan, semoga saja.

Pohon Harapan



Selamat Ulang Tahun Komnas Perempuan





4 komentar:

  1. selamat ulang tahun komnas perempuan, smoga makin kuat merangkul perempuan indonesia

    BalasHapus
  2. Semoga Komnas Perempuan makin kuat dan suara perempuan makin terdengar ya... Aminnn...

    BalasHapus
  3. Bicara korban kekerasan seksual selalu ada rasa geram tapi iya benar, sebagian korban tidak tau apa yang harus dilakukan sesudahnya. Kalau ada semacam panduan langkah2 yang bisa dilakukan korban, rasanya perlu sosialisasi lebih luas.

    BalasHapus