Sabtu, 29 Oktober 2016

Ketemu Cutie Twee yang Lucu di Event Blogger Gathering Tupperware


Apa yang membuat seorang Istri dan Ibu bahagia ? keluarga yang sehat, rumah rapi dan dihadiahi perabot merek Tupperware ?

Haah... kenapa Tuperware ? iyalah, perangkat makan ini sepertinya sudah menjadi wish list buat sebagian besar Ibu-ibu, meskipun koleksi yang dimilikinya sudah lumayan banyak tapi kalau ada koleksi baru keluar atau promo diskon buat pembelian Tupperware, tak ayal pasti ingin nambah lagi, iyyyaa kaan...

Dan ... What lucky I am 😊, hari kamis 27 Oktober kemarin saya mendapat undangan khusus dari Tupperware untuk ikut hadir di event Blogger Gathering yang mereka adakan, enggak pakai ba-bi-bu lagi, langsung saya konfirmasi undangan itu, kebayang koleksi Tupperware saya bakal bertambah donk, karena sudah jamak diketahui hampir di semua event yang diadakan Tupperware selalu bertabur hadiah dan promo diskon besar-besaran,  jadi sayang kalau dilewatkan.

Apalagi  tema acara kumpul-kumpul Mom Blogger kali ini mengangkat tema yang cukup menarik, dan bermanfaat tentunya, yaitu bakal membahas tentang :

Menyusui Sambil Bekerja ? Bisa !

Sebenarnya topik seperti ini sudah tidak terlalu relevan dengan saya, karena si bungsu Hania sudah berhenti minum ASI sejak 3 tahun lalu, tapi yang namanya ilmu kan selalu berguna kapan saja dan yang terpenting bisa saya bagikan disini, dan bisa berbagi dengan banyak Ibu baru atau para calon Ibu, apalagi acara yang akan dihadiri dokter spesialis anak ini juga akan membahas tentang manajemen ASI Perah, berguna banget kan 😊

Saat saya datang ke tempat acara, di salah satu showwroom Tupperware di mall Taman Anggrek Jakarta, suasana masih agak sepi, hanya beberapa (biji 😆) teman blogger saja yang hadir, karena memang jam belum menunjukkan waktu yang ditentukan untuk dimulainya acara, jadi ceritanya saya kerajinan.

Tapi karena suasana masih belum terlalu ramai, saya malah berkesempatan menjelajah showroom itu, tempatnya meski tidak terlalu luas, tapi tertata apik dan rapi, dominasi warna ungu dan merah terlihat cozy sekali, ada dua ruangan utama di showroom itu, satu untuk ruang pamer yang juga bisa dibilang ruang utama dengan display barang-barang koleksi Tupperware yang ditata sedemikian rupa, dan ruang yang kedua adalah ruang memasak, dari para pegawai disitu saya diberitahu kalau ruangan itu dipakai untuk acara-acara Cooking Demo yang rutin di adakan disitu.

Ruangan yang kedua meski lebih kecil tapi nyaman banget, dapur dengan kitchen set yang praktis dan fungsional, dan yang pasti terlihat sangat menarik yah, karena semua perlengkapannya menggunakan Tupperware, teteup yah...

Setelah puas putar-putar, kami para undangan diarahkan untuk berkumpul di ruang utama dan acarapun dimulai ada Dr.Ariani Dewi Widodo SpA(K) yang cantik bersama Mbak MC yang akan menjelaskan materi tentang menyusui pada Ibu bekerja.

Para narasumber yang kompeten


Sudah tahu donk kalau ASI itu the best ever buat bayi kita, dan kandungan gizi dalam ASI itu tiada bandingannya, bahkan susu formula yang paling mahal sekalipun tidak akan bisa menandingi ASI, bayi yang diberi ASI terbukti lebih sehat, lebih cerdas dan lebih kuat bondingnya antara Ibu-anak.

Para Mom Blogger yang serius memperhatikan materi dari Dr.Ariani


Bahkan untuk beberapa kasus ASI juga bisa menurunkan resiko penyakit berat pada bayi, seperti bayi yang diberi ASI akan mengalami penurunan resiko hingga 63% terkena ISPA hingga usia 6 bulan, dan 20% untuk penyakit Leukemia saat berusia dibawah 6 bulan, bila bayi tersebut diberi ASI, dan masih banyak resiko penyakit lain yang turun akibat keajaiban cairan ASI ini.

ASI Eksklusif, berarti bayi tidak konsumsi apa-apa sama sekali ?

Ada yang menarik dari perbincangan kami kemarin tentang ASI Eksklusif, ada pendapat kalau bayi dengan ASI Eksklusif artinya sama sekali tidak boleh dikasih minum apapun sama sekali, tapi yang jadi pertanyaannya bagaimana kalau sibayi mengalami sakit saat belum lulus sarjana ASI ( istilah bila melewati masa 6 bulan hanya mengkonsumsi ASI) ? mau tidak mau kita harus memberikan obat agar sakit si bayi mereda, jadi ASI Eksklusifnya gagal donk..

Dr.Ariani memiliki jawaban untuk itu, menurut beliau nih yah.. ASI Eksklusif bisa diartikan upaya kita memberikan full ASI kepada bayi, tapi jangan lantas dijadikan seperti obsesi dan ambisi lho yah.. dan malah jadi stress sendiri kalau memang tidak bisa terlaksana, yang nantinya akan berakibat buruk juga pada produksi ASI.

Jadi saat bayi sakit sah-sah saja memberikan obat dengan dosis tepat pada bayi dan tetap memberikan ASI sampai sembuh,

Bagaimana kalau Ibu kembali bekerja?

Permasalahan klasik buat Ibu bekerja formal adalah apakah masih mungkin tetap memberikan ASI saat harus kembali bekerja, dan cuti melhirkan sudah habis.

Kalau saya sih memang bukan Ibu bekerja dan saya menyusui ketiga anak saya sampai umur 2 tahun tanpa hambatan apapun, tapi saat melihat Ibu-ibu yang punya bayi dan harus bekerja, berangkat pagi pulang malam, saya jadi tergelitik, apa mereka masih menyusui anaknya yah?

Dan inilah pentingnya pengetahuan tentang manajemen ASI Perah, saat mau berangkat kerja si Ibu biasanya menyusui anaknya sampai puas, lalu memerah dan menyimpannya, selanjutnya saat di tempat kerja juga Ibu ini akan memerah ASInya untuk selanutnya disimpan atau langsung di kirim kerumah menggunakan jasa ojek online atau jasa khusus yang biasa mengantar ASI.

Mudah yah sepertinya? saya yang tidak pernah mengalaminya pasti berpikir seperti itu, tapi ternyata untuk pelaksanaanya lumayan ribet.

Orang yang dipercaya untuk menjaga bayi selama Ibu bekerja harus tahu bagaimana memberikan ASI Perah itu pada bayi, bisa memakai sendok, cangkir, pipet atau botol, dan harus diusahakan agar si bayi tidak bingung puting dengan puting susu si Ibu dan dot di botol.

Cara menyimpan ASIP juga tidak boleh sembarangan, meski bisa dibilang ASI itu cairan hidup yang tidak cepat rusak tapi tetap saja kuman dan bakteri harus dihindari, itulah makanya sebelum disimpan ASIP harus disterilkan dulu.

Ada beberapa cara yang bisa dipakai untuk mensterilkan ASIP sebelum disimpan, dan bisa dikerjakan sendiri yaitu dengan cara Pastereusasi Pretoria dan Flash Heating.

Cara Pasteurisasi Pretoria :
  1. Masukkan ASI kedalam botol beling, tutup dan masukkan dalam panci aluminium
  2. Tuang air mendidih kedalam panci 
  3. Tunggu selama 30 menit.
  4. Keluarkan susu dan berikan pada bayi setelah suhunya agak turun, atau bisa disimpan di kulkas.
Cara Flash Heating :
  1. Masukkan ASI dalam botol kaca tanpa tutup dan letakkan di panci berisi air.
  2. Dididhkan air di panci dengan cepat, bila muncul gelembung segera pindahkan botol kaca.
  3. Setelah suhunya agak turun berikan pada bayi, atau bisa disimpan dikulkas. 
Cara menyimpan ASI Perah

Bila harus memakai botol, baiknya yang seperti apa?

Salah satu media memberikan ASIP ke bayi adalah dengan menggunakan botol, botol seperti apa yang digunakan, tentunya enggak boleh sembarangan yah..

Kalau saya sih menyarankan botol susu yang baik digunakan untuk bayi adalah, yang :
  •  Aman
  • Food Grade
  • BPA Free
  • Tidak membuat bayi tersedak.
  • Nyaman untuk mulut bayi.
Dan ternyata di event kemarin juga dikenalkan salah satu koleksi Tupperware yang khusus untuk bayi namaya Cutie Twee lucu yah namanya, dan ternyata memang imut koq tampilannya.


Koleksi Cutie Twee

Tapi meski imut dan lucu ternyata botol susu ini punya beragam fungsi dan fitur yang keren, ini sama persis seperti yang dikatakan Mbak Eta dari Tupperware yang memberikan informasi di event ini.

Kalau sebelumnya ada poin-poin yang saya sarankan saat memilih botol susu untuk bayi, dan di Cutie Twee ini ada semua, dengan inovasi yang khas Tupperware tentunya, seperti pemakainan bahan Polypropylene Random  Copolymer (PPRC) 100 %, bahan ini terbukti benar-benar bebas BPA yang tidak baik untuk bayi, meski warnanya jadi tidak sebening botol susu pada umumnya tapi keamanannya lebih terjamin.

Selain itu bentuk botolnya pun ergonomis dan pas sekali ditangan bayi, dan sangat baik untuk latihan menggenggam untuk melatih motoriknya.

Saya kemarin mencoba memberikan Cutie Twee ini pada anak tetangga saya yang kebetulan ingin memberikan ASIP karena tetap ingin memberikan ASI tapi harus kembali bekerja untuk kebutuhan ekonomi keluarga kecilnya.


Jadi ceritanya selama ini Bayi Nadia ini hanya menyusu langsung dari sang Ibu yang sebentar lagi harus kembali bekerja, dan Ibunya berencana memberikan ASIP buat dia, nah ... karena masih bingung harus bagaimana saya uji coba Cutie Twee ini, dan lucunya dia langsung suka 😀




Dan untuk nipple atau dotnya ini yang unik, bahannya menggunakan Silicone 40SA 100% yaitu bahan silikon yang sangat lembut dibandingkan dengan dot botol sejenis, dan yang saya bilang unik ternyata di dotnya ini ada 3 lubang udara yang bisa mengatur aliran susu dari botol, jadi kita tidak perlu ganti dot untuk merubah ukuran, cukup putar leher botol saja maka aliran susu akan berubah sesuai ukuran.

Ada 3 pilihan aliran susu yang bisa dipilih yaitu Lambat ( nomor 1) Aliran sedang ( nomor 2) dan Aliran cepat ( nomor 3)

Jadi kalau sepertinya bayi sedang terlihat sangat haus bisa memposisikan leher botol ke nomor 3 agar keluarnya susu lebih cepat atu sebaliknya kalau sepertinya bayi sedang tidak begitu ingin menyusu sebaiknya posisikan leher botol ke nomor 1 agar aliran lebih lambat dan santai, ini membuat bayi tidak mudah tersedak.

Selain itu botol ini juga dilengkapi dengan tutup yang rapat dan enggak mudah terlepas, jadi susu didalamnya tidak terkontaminasi.

O iya ada dua varian lucu dari koleksi Cutie Twee ini lho yaitu seri Penguin dengan ukuran 150 ml seharga Rp 146.000 dan seri Frog dengan ukuran 270 ml seharga Rp 146.000, harga yang lumayan bersahabat yah apalagi dengan jaminan garansi seumur hidup produk

Jadi meskipun Ibu kembali bekerja tidak menjadi halangan untuk tetap memberikan ASI untuk bayinya, dan dengan niat yang kuat serta pengetahuan yang benar tentang ASIP semakin meyakinkan kalau menyusui sambil bekerja? Bisa!


Varian Cutie Twee Penguin

Varian Cutie Twee Frog


Kembali berbicara mengenai  salah satu piranti yang mendukung program ASIP yaitu botol susu, tetap yah... senyaman dan sebaik apapun botol susu yang diberikan pada bayi kita, kita tetap harus bijak dalam pemakaian.

Ini pengalaman saya sendiri, Hania memang menyusu dari botol dan baru-baru ini saja saya lepas saat usianya sudah 5 tahun lebih, karena saya pikir tidak ada yang salah dengan menyusu dari botol, bahkan terkadang Hania tidak mau lepas dari botolnya itu ( istilahny "ngempeng") apalagi saya tidak memakai dot yang selembut Cutie Twee ini, dan ternyata akibat dari kebiasaan buruk ini membuat Hania terlambat bicara, karena dot pada botol susunya menekan lidahnya terus-terusan kearah bawah untuk waktu yang lama.

Jadi saran saya ada beberapa hal yang harus diperhatikan saat memakai botol susu untuk bayi kita, yaitu:
  1. Pakaikan botol susu maksimal hingga usia 12 bulan saja, setelah itu sebaiknya gunakan Training Cup, dan di Tupperware ada koleksi lengkapnya lho.. ada Tiwi Todz ( usia 6-18 bulan) dan Tiwi Kidz ( usia 18-36 bulan) ada Sippy Cup , gelas anti tumpah atau Straw Tumbler gelas dengan sedotan yang lembut, untuk melatih mulut si kecil yang nantinya merupakan organ bicaranya dia.
  2. Pilih botol dengan kualitas yang baik, dan yang terpenting kualitas niple atau dotnya harus lembut dan tidak membuat lidah tertekan.
  3. Jangan memberikan dot atau botol susu hanya untuk menenangkan si kecil, sebelum menyesal kemudian, sebaiknya hal ini jangan pernah dilakukan, fungsi botol susu adalah memasukkan susu ke dalam mulut bayi, dan bukan sebagai penenang bayi, saat susu habis langsung cabut dan simpan, botol susu bukan mainan.
  4.  Selalu perhatikan kebersihan botol susu anak kita, karena benda itu berhubungan langsung dengan mulut bayi.
Sesi Cooking Demo seru bersama Chef Pasya


Cooking Demo bersama Chef Pasya

Setelah puas berbicara masalah ASI, ASIP, dan semua perlengkapannya, kini para undangan diajak untuk masak-masakan makanan untuk pendamping ASI.

Para undangan yang hadir kini digiring ke ruangan dapur yang nyaman tadi, disitu sudah ada Chef pasya dan asistennya yang cantik (kayak saya) 

Ada tiga resep yang diperagakan dan ketiganya cepat dan praktis membuatnya, karena piranti masak yang dipakai Tupperware semua kali yah..

Resep yang pertama yaitu Beef Bolognese, bahan yang digunakan daging sapi, wortel bawang bombay, batang seledri ( semuanya dicincang menggunakan TURBO CHOPER Tupperware) selain itu juga ada daun bayleaf, oregano, rosemary kering dan saus tomat serta Demiglace ( yang ini saya kurang tahu)

Cara membuatnya pun sepertinya mudah banget, panaskan minyak di atas WORK PAN lalu masukkan semua bahan yang digiling, diikuti dengan daun-daun kering tadi, terakhir masukkan dua macam saus itu, dan voila.. selesai.

Beef Bolognese ini dinikmati bersama Mashed Potato, yang merupakan resep kedua.

Cara buatnya juga mudah koq kentang yang sudah di kupas dan dikukus dihancurkan bersama butter dan susu ( bisa pakai ASIP) dan kombinasi dua makanan ini enak banget lho...yakin banget kayaknya Hania pasti suka.


Hasil masakan kita nih...

Selain dua makanan itu juga ada satu resep lagi yaitu Jus Semangka, kalau ini tinggal peras semangka menggunakan JUIST dari Tupperware dan tambahkan simple sirup serta es batu, jadi deh minuman segar.

Yeaay it's wrap

Dan akhirnya acara pun berakhir, dan saya dapat buanyaaak banget, mulai dari ilmu langsung dari ahlinya, pengetahuan tentang produk-produk baru juga segobyok koleksi Tupperware gara-gara ngasih pertanyaan dan menang lomba Sosial media Instagram, jadi deh pulang bawa Lunch Box aneka ukuran.


Bertabur hadiah di eventnya Tupperware itu biasaaa


Terima Kasih Tupperware Indonesia .


Pulangnya bawa oleh-oleh ini


a
H

12 komentar:

  1. wah nerek ini memang sudah terkenal jaminan mutu ya, sekarang sdh merambah ke alat2 bayi juga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya biar bisa menjangkau semua anggota keluarga kayaknya.

      Hapus
  2. Iya iya asistennya Chef Pasha cakep kayak yg punya blog ehem ehem 😄😄😄😄ihhh ada fotoku juga jadi syukaaaa deh

    BalasHapus
  3. Seneng banget dpt banyak tupperware, Impian ibuk ibuk bgt..

    BalasHapus
  4. Botol Cutie Tweenya super cute mbak, kayaknya memang betul kalau pas digenggam tangan bayi. Btw, itu oleh-olehnya banyak banget ya :D ilmu yang didapet juga banyak, senangnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Banyak banget, sampai kerepotan ini bawanya.

      Hapus
  5. Asyikya sekarang sering dpt hadiah....aq juga mau dong tupperwere ya....

    BalasHapus
  6. Cantik-cantik cantik botol susu sekarang, jaman aku kecil dulu sampi tinggal separuh bagian dot nya belum di ganti juga 😁😂

    BalasHapus