Selasa, 23 Februari 2016

Sarasehan TDB 2 Karena Kita Peduli



Enggak ada yang biasa disetiap gelaran Sarasehan Tau Dari Blogger, komunitas yang tidak hanya berisi para blogger kece ini selalu konsisten mengusung tema kemanusiaan dan gerakan sosial ini  setiap eventnya.

Seperti  Sarasehan TDB 2 yang diadakan  di tempat yang sama seperti Sarasehan TDB 1 yaitu di Gedung PMI Pusat daerah Kramat raya, Jakarta timur, menempati salah satu ruang pertemuan yang nyaman meski tidak terlalu luas tapi cukup membuat nyaman semua yang hadir, acara sarasehan yang kedua ini tetap bertema humanis #Savecare4Humanity yang juga jadi tagar khusus selama acara berlangsung di tanggal 20 Februari 2016 dan sempat menjadi trending topic di Twitter.

Acara yang dibagi 3 sesi ini dan berlangsung dari jam 11 an, diawali dengan presentasi dari dua siswa Global Jaya School, Band Cokelat dan yang terakhir penjelasan dari PMI.

Sesi 1 Hydro Solar untuk pemenuhan air bersih


Awalnya saya tidak ada gambaran apapun tentang proyek yang dibawa dan akan dipresentasikan oleh dua siswa unyu-unyu dari Global jaya School, David yang lahir di 8 Juli 1999 dan Dominic yang lahir di tanggal 30 Juli 1999.

Tapi setelah mereka menjelaskan kepada kami apa itu Hydro Solar dan bagaimana manfaatnya untuk banyak pihak saya jadi berpikir “ wow.. u’re cool gaes “

Gimana enggak keren ternyata dua siswa ini punya proyek yaitu membuat suatu alat yang bisa menyedot air tanah di pinggiran kota Jakarta, tepatnya di desa Pasar Angin, Bogor ke tandon air dan mengalirkannya ke fasilitas MCK (Mandi Cuci kakus) yang juga akan mereka buat dan sediakan untuk warga di desa itu untuk lebih dari 100 orang, dan hebatnya alat itu digerakkan dengan hanya menggunakan tenaga matahari, mereka menamai alat atau proyek itu Hydro Solar.

Dua siswa yang masih duduk di kelas 11 ( 2 SMU) ini ternyata enggak main-main dengan proyeknya semua di teliti dengan baik dan disurvey dengan mendetail, mereka datang langsung kelokasi dan mendengarkan keluhan dari warga sekitar yang selalu kesulitan air dan memerlukan waktu dan usaha yang  besar untuk bisa mendapatkan air di saat musim kemarau dan sumur mereka kering, bahkan ada kejadian seorang Nenek terjatuh saat mengambil air dan akhirnya sakit sampai meninggal, kejadian yang di ceritakan warga itu ternyata membuat David dan Dominic tergerak hatinya apalagi saat melihat sendiri anak-anak yang mandi menggunakan air sungai atau got tepatnya yang kotor dan tidak higinis, dari situ mereka bertekad kalau proyek Hydro Solar ini harus terlaksana, meski sudah dipastikan akan menemui banyak kendala, terutama masalah biaya yang memang tidak sedikit.

Diagram proyek dua siswa hebat ini

David dan Dominic yang datang didampingi Bu Guru pembimbing pelaksanaan proyek itu juga menjelaskan kalau besar harapan mereka proyek ini akan segera dilaksanakan mengingat hanya 60% warga pinggiran Jakarta yang mendapatkan akses air bersih dengan baik, besar harapan mereka Hydro Solar dan sarana MCK sehat yang akan mereka buat nanti akan bisa menekan angka warga yang tidak tercukupi kebutuhan air bersihnya, semoga saja.

David dan Dominic 


Sesi 2 Band Cokelat dukung anti Pembajakan


Setelah acara makan siang ada yang seru di sarasehan TDB 2, Band Cokelat hadir dan kembali menyebarkan semangat nasionalisme kepada para blogger yang hadir untuk diteruskan ke seluruh negeri, kali ini Band Cokelat membahas tentang kacaunya koordinasi hak cipta di Indonesia dan tingginya tingkat pembajakan.

Pernah enggak terpikirkan kenapa para seniman ini begitu benci dengan yang namanya pembajakan? Begini..eeeaa.. saya punya contoh sederhana, suatu saat kita di beri ilham oleh Allah untuk bisa menciptakan satu produk, anggaplah itu tas atau dompet istimewa, hasil karya kita dengan banyak uji coba desain dan survey berkali-kali, serta pemilihan bahan dan pengerjaan yang sepenuh hati hingga  akhirnya tercipta satu produk tas yang eksklusif perwujudan ide kita, dan dengan bangganya kita patenkan hasil karya kita itu, namun tiba-tiba ada tas yang sama dengan merek yang sama namun bukan buatan kita beredar dipasaran dengan harga lebih murah dari produk hasil karya kita... bagaimana perasaan kita? Hancur..hancur pasti.

Begitulah rasanya kalau hasil karya kita dibajak, para pembajak itu bisa menjual harganya dengan murah kepasaran karena mereka memang tidak melewati proses pencarian ide yang rumit itu.

Itulah yang membuat band Cokelat yang notabene band yang selalu konsisten dengan humanismenya ini selalu lantang menyuarakan kampanye anti pembajakan dan selalu bangga atas hasil karya kita sendiri, negara kita sendiri.

Dengan mengangkat jargon #IamIndonesia dan Stop Piracy Band Cokelat berharap pembajakan di Indonesia bisa hilang selama-lamanya, untuk mendukung  gerakan itu Band Cokelat juga mempromokan satu produk asli Indonesia, yaitu Tshirt #IamIndonesia, ini keren banget, Tshirt berbahan premium dengan motif garuda dan peta Indonesia yang dibordir dengan benang emas berkualitas tinggi, tapi ada yang paling luar biasa dari produk Tshirt yang didesain khusus oleh Hengki Kawilarang ini yaitu di setiap item Tshirt sudah disertai barcode berbeda, yang di bordir di kanan bawah Tshirt, jadi di tanggung kita eh Tshirt kita ini eksklusif sekali dan enggak bakal tertukar.

Tshirt asli Indonesia ini diharapkan mengambarkan Indonesia yang mampu melahirkan hal-hal hebat yang berkualitas.

Personil Band Cokelat


Sesi 3 PMI di semua lini

Ini adalah sesi terakhir dari acara TDB kali ini, dari PMI diwakili oleh Mbak Rovie, yang semula saya kira laki-laki karena namanya.

Mbak Rovi memaparkan usaha PMI dalam menjaring sukarelawan dengan berbagai cara, dengan program PMR yang mencakup sekolah-sekolah dimulai dari Sekolah Dasar hingga masuk ke lingkungan kerja dengan Program Tenaga Sukarela Profesional, dengan program ini memungkinkan perusahaan-perusahaan juga ikut serta dalam menggerakkan para karyawannya untuk menjadi relawan PMI.

Sebenarnya apa sih yang dilakukan para relawan ini bila bergabung dengan PMI? Banyak, karena bila bencana terjadi berbagai tenaga dengan berbagai kealian diperlukan termasuk saat pasca bencana seperti dukungan kesehatan, pelayanan sosial, pendidikan dan pelatihan berbagai hal itu biasanya diperlukan untuk memuihkan kondisi setelah bencana terjadi , dan tentunya dibutuhkan banyak sukarelawan dengan keahlian yang kompeten di bidang-bidang itu untuk menanganinya.

Lalu bagaimana caranya bila kita tertarik untuk bergabung untuk menjadi sukarelawan PMI ? gampang sekali tinggal datang ke kantor-kantor PMI dan kita akan di minta mengisi formulir yang akan diproses menjadi ID card Sukarelawan PMI.

Mbak Rovie dari PMI

Setelah pemaparan dari perwakilan PMI acara pun berakhir, meski tidak benar-benar berakhir, karena setiap acara TDB selalu banyak hadiah, juga untuk Sarasehan kali ini, sederet sponsor sudah menyiapkan hadiah untuk para peserta, salah satunya dari Central Springbed, produsen kasur dan perlengkapan tidur yang berkualitas.

Beberapa produk dari Central Spring bed dibagikan di acara ini, meski saya enggak beruntung mendapatkannya, tapi saya ikut senang karena teman-teman blogger  saya Liswanti Pertiwi, Tauhid Patria,  Agung Han dan Horas Silalahi berkesempatan merasakan kenyaman produk Central Spring Bed ini, yang konon katanya bisa menyokong posisi tidur dengan baik karena terbuat dari bahan berkualitas tinggi dan melewati proses serta quality control yang mumpuni sehingga setiap produk keluaran Central Spring Bed merupakan produk premium, apalagi mereka juga mengklaim kalau produk-produk Central Spring Bed ini anti alergi dan tungau sehingga aman dipakai bahkan untuk bayi sekalipun tanpa takut terjadi alergi pada pernafasan dan kulitnya, keren deh..

Produk Central Spring Bed di desain mengikuti kontur tubuh sehingga menjamin kenyamanan penggunanya, koq saya bisa tahu sih? sebab beberapa waktu lalu kami sekeluarga sempat menginap di salah satu hotel dan merasakan kenyamanan kasur Central Spring Bed ini, jadi pengen punya satu nih dirumah, apalagi salah satu anak saya mengidap asma kayaknya aman kalau tidur pakai kasur dan bantal dari Central Spring Bed.

Salah satu produk berkualitas dari Central Spring Bed


Inilah sedikit cerita saya tentang Sarasehan TDB yang kedua ini dan semoga selanjutnya akan ada sarasehan yang ketiga untuk kembali menyebarkan semangat kemanusiaan.

5 komentar:

  1. Semoga menular ya rasa kemanusiaan dan kepedulian mereka terhadap sesama.

    BalasHapus
  2. Benar-benar kegiatan yang sangat bagus. Semoga kedepannya makin sukses.

    BalasHapus
  3. alhamdulillah masih ada rasa kemanusiaan yaa

    BalasHapus
  4. Waah, kegiatan keren nih, mau dong kapan-kapan diajak mbaa

    BalasHapus