Rabu, 28 Oktober 2015

Menyampaikan Pesan Moral Lewat Dongeng Di Festival Dongeng Internasional Indonesia 2015

Suasana media release acara Festival Dongeng Internasional Indonesia

Masih ada yang suka mendongeng?

Saya masih, tiap hari malah. Sejak anak pertama 14 tahun yang lalu saya selalu menikmati saat bisa mendongeng untuk anak saya, sampai sekarang, saya masih senang mendongeng, biasanya anak saya akan berhenti minta didongengi saat sudah mulai besar dan sibuk dengan urusannya atau bahkan karena buku yang dibacanya lebih menarik ketimbang dongeng saya.

Saya tak punya pakem atau persiapan khusus saat mendongeng, bahkan terkadang alur cerita bisa saja melenceng kemana-mana, bisa jadi dalam dongeng saya Malinkundang bertemu Putri Elsa dan mereka bertarung melawan Shadow Master, saya membiarkan imajinsi anak-anak menguasai dongeng yang saya sampaikan, dan sepertinya mereka manikmatinya, selama nilai-nilai moral yang baik masih bisa saya selipkan diantara ngaconya dongeng saya, saya anggap itu hal wajar.

Dan ternyata dongeng yang saya ceritakan ke anak-anak saya selama ini banyak manfaatnya lho, paling tidak dongeng itu mampu menciptakan bonding yang baik antara saya dan sekaligus juga mengasah sisi kreatifitas mereka, itulah yang disampaikan oleh Kak Ariyo Zidni, pentolan Ayo Dongeng Indonesia yang tak lama lagi akan mengadakan Festival Dongeng Internasional Indonesia di Museum Nasional, Jakarta tanggal 31 Oktober- 1 November 2015, diacara Presscon kemarin Jum'at 28 Oktober yang bertempat di Resto Bebek Bengil, Menteng, acara yang sedianya juga dihadiri oleh Pak Raden (Pendongeng senior) yang akhirnya berhalangan datang karena sakit ini berlangsung santai, Kak Aryo juga menjelaskan bahwa dengan dongeng anak terkadang akan menemukan sosok idolanya, yang biasanya akan mempengaruhi kehidupannya sehari-hari, dongeng bisa berupa cerita binatang ( fabel), legenda, atau personifikasi benda-benda yang akrab dengan anak.

Festival Dongeng Internasional Indonesia ini sudah yang ke3 kalinya, event pertama diselenggarakan tahun 2013, dengan target pengunjung 800 orang tapi yang datang lebih dari 1700 orang.. wow!! di tahun berikutnya lebih fantastic lagi 3000an lebih pengunjung datang dan menikmati dongeng yang disampaikan oleh para pendongeng profesional, dari jumlah yang luar biasa itu terbukti kalau anak-anak Indonesia masih suka didongengin, termasuk anak saya. kayaknya.

Hajatan berdongeng ini sebenarnya tak hanya digelar di Jakarta saja tapi juga di 5 wilayah berbeda, yaitu di Situ Babakan (24 Oktober), Perpustakaan UI (3-4 November), Kebun raya Bogor ( 7 November), Bandung (8 November) dan terakhir di wilayah Poso (20-21 November) untuk di wilayah Poso ini memang peneyelenggara ingin memberi kesan berbeda pada masyarakat tentang kota yang beritanya tak pernah jauh dari konflik ini.

Festival Dongeng Internasional Indonesia ini juga kerjasama dengan Bintang Nutricia, salah satu brand yang concern dengan nutrisi dan tumbuh kembang anak-anak, di acara yang target pengunjungnya 3000 lebih ini memang bertujuan mengedukasi anak-anak tentang nutrisi dan kebaikan baik melalui dongeng.

Bintang Nutricia sendiri sebenarnya sudah dari tahun 2014 ikut serta menyampaikan pentingnya nutrisi untuk tumbuh kembang anak melalui Paud di sekitaran Sentul dan Ciracas, Jakarta, itu yang disampaikan Mbak cantik perwakilan Bintang Nutricia Putri Realita.


Diacara media releasa kemarin juga hadir 2 pengisi acara yang akan tampil di festival Dongeng Nasional Indonesia weekend nanti, yaitu Anabella, si pendongeng cilik yang masih kelas 6 SD dan Zahir, dalang imut umur 4 tahun yang tergila-gila dengan wayang, dua anak luar biasa ini menampilkan sedikit cuplikan penampilan mereka nanti dan ternyata unyuuu banget, dan sangat berbakat tentunya

Penampilan Annabella dan Zahir
.

Annabela yang sudah mulai mendongeng sejak umur 4 tahun ini awalnya hanya ikut-ikutan Papanya yang memang seorang pendongeng handal, bisa ala biasa itu mungkin istilah yang cocok, Annabela yang sering terpapar kebiasaan mendongeng setiap harinya menjadi anak yang piawai dalam mendongeng, suaranya merdu saat menyampaikan dongeng dan bernyanyi, improvisasinya mantap.

Sedang Zahir dalang imut yang dari awal saya pengen gigit *eh ternyata berbakat banget, dia bisa hafal semua nama tokoh wayang dan lihai memainkan lembaran-lembaran wayang itu dengan baik lho.. padahal Zahir ini anak dengan penyakit leukimia ditubuhnya, tapi kalau sudah bicara masalah wayang wajahnya akan berbinar dan semangatnya muncul, salah satu tokoh wayang favoritnya adalah Wisanggeni yang kuat dan hebat, tokoh inilah yang menginspirasinya untuk tetap kuat dan tabah menghadapi penyakit yang setiap saat mendera tubuhnya *sampai sini mata saya mulai basah. Tapi semangat dan kecintaan Zahir dengan wayang benar-benar luar biasa.

Jadi buat semuanya yang masih belum ada acara weekend di akhir Oktober ini kayaknya pas deh ngajak anak-anak ke acara yang sangat luar bisa ini, sebab tak hanya dongeng dari dalam dan luar negeri juga ada penampilan dari berbagai macam kelompok seni yang nantinya mengibur, tak perlu membeli tiket masuk event, hanya bayar tiket masuk museum saja senilai Rp.5000, murah kan :).untuk informasi dan jadwal bisa cari tahu di website Festival Dongeng Internasional Indonesia yah..

Ada yang menarik di acara kemarin, pas pulang kami diberi oleh-oleh dadu dongeng sebagai goodiebag, lucunya ditiap sisi dadu ada gambarnya, ternyata gambar itu yang akan jadi tema cerita, seperti untuk lemparan pertama keluar gambar kuda maka akan jadi cerita

 " suatu pagi Dudu si kuda berjalan-jalan menyusuri jalan setapak di sekitar peternakan, cuacanya cerah sekali"

 lalu dilanjutkan lemparan kedua, bila keluar gambar pesawat, maka bisa dilanjutkan ceritanya seperti ini

 " tiba-tiba Dudu melihat pesawat lur angkasa yang jatuh tepat di belakang peternakan, Dudu ketakutan... "

diteruskan sendiri sesuai kreatifitas orang tua dan anak, dadu dongeng yang sederhana ini ternyata bisa jadi sarana yang baik buat menggali kreatifitas berdongeng, tapi sayang saya hanya punya satu, jadi enggak bisa bagi-bagi hehe..

Si dadu dongeng

Ayo kita lestarikan lagi kebiasaan mendongeng untuk memasukkan nilai-nilai baik pada anak-anak.










11 komentar:

  1. Cucu bunda udah berumur 9 tahun udah gak mau lagi didongengin, malahan dia yang balik interview kita gimana dulu waktu muda, bla, bla, bla..'tapi seneng sih obrolan nyang bisa diselingi dengan beberapa nasehat untuk menjadi anak yang soleh, antara lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah senangnya bunda.. anak-anak saya kasihan Neneknya jauh :(

      Hapus
  2. anak2 lebih sudak main candy crush dari pada dongeng, karena kita sebagi orang tuanya kurang bahan cerita :(

    BalasHapus
  3. Suamiku yg dulunya suka mendongeng, aku mah cuma penikmat aja, hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cocuiiit... kalau suamiku malah kebalikannya, sama sekali enggak bisa dongeng..

      Hapus
  4. Dongeng banyak sekali manfaatnya. Salah satunya bonding sama anak. Ayah dan nenek suka mendongeng sampai sekarang saya ingat kenangan itu dan pesan moralnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama.. saya juga dulu paling senang denger dongeng, makanya sekarang juga senang dongengin anak-anak

      Hapus
  5. sekarang sudah jarang mbak, tapi kadang kalau Alfi mau tidur suka saka kasih dongeng buatan mamanya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. siip.. entar dongengnya tentang putri cantik yang sering menang lomba nulis :)

      Hapus
  6. Aku suka baca dongeng, tapi males kalo disuruh cerita lagi :p

    BalasHapus