Kamis, 01 Januari 2015

Tips dan Trik Berkhitan di Musim Liburan

Apa yang paling di kuatirkan seorang Ibu pada anak laki-lakinya ? saat mau berkhitan *ga semua Ibu sih, mungkin cuma saya  hehe...
Nah ceritanya karena si Ali anak kedua saya ini sudah mulai masuk usia yang pas buat berkhitan, 9 tahun, buat sebagian orang sih mungkin sudah ketuaan yah, sebab beberapa tetangga di sini mengkhitankan anaknya saat mereka masih balita, tapi mungkin saya yang asal Surabaya dan kebanyakan anak laki-laki di sana baru di khitan di usia yang lumayan gede.
Pas banget momennya, liburan akhir tahun kali ini lumayan lama, sekitar 17 hari, jadi ini waktu yang tepat buat melakukan kewajiban itu.

Sebelum pelaksanaan khitan pada Ali di lakukan ada beberapa hal yang kayaknya bisa saya share disini.

Persiapan khitan :


  1. Pastikan anak sudah siap untuk di khitan. 

Syukur-syukur kalau anak minta sendiri untuk di khitan, biasanya anak laki-laki memiliki fase di mana dia ingin di khitan, biasanya anak sudah malu kalau ketahuan belum berkhitan, karena salah satu faktor cepatnya proses penyembuhan luka khitan katanya juga di pengaruhi oleh kondisi psikologis si anak.

     2. Pilih tempat khitan yang sudah di percaya

Memilih tempat khitan bisa di Klinik khusus khitan maupun Rumah Sakit, ada beberapa klinik dengan berbagai macam paket yang di tawarkan, bisa hunting via internet atau tanya-tanya ke tetangga atau kerabat di mana klinik yang di rasa pas, tekhnik di setiap klinik juga berbeda, seperti 
  • Tekhnik khitan dengan laser
  • Tekhnik khitan manual
  • Tekhnik khitan dengan klem, atau alat penahan yang di pasang sesaat setelah di khitan
Kalau untuk Ali kemarin saya pilih tekhnik manual , kliniknya pun yang memang sudah lumayan tersohor di lingkungan kami, dan memang kebanyakan anak laki-laki tetangga saya di khitan disini, nama kliniknya Klinik Khitan Paramedika, di bilangan Kalimalang, Bekasi, tekhnik yang di gunakan disini adalah khitan manual, jadi langsung bius, jahit, potong...  aduuh ngilu ngomonginnya

Sebaiknya mendaftar sehari sebelumnya agar kita dapat nomor antrian ,dan jangan lupa bayar DP juga, biaya untuk berkhitan di klinik Paramedika tempat ali sunat ada dua macam yaitu Rp 400 rb ( reguler) dan Rp 950 rb (VIP) dua-duanya sebenarnya penanganannya sama bedanya di antrian dan obatnya, tapi kalau ingin obat yang bagus tapi terjangkau bisa memilih paket reguler dengan menambah Rp 100 rb untuk biaya obat extra.

Ini lho..klinik tempat Ali di khitan.


           3. Siapkan mental dan fisik anak saat berangkat berkhitan

Bagi sebagian anak berkhitan bisa menjadi begitu menakutkan, tugas kita orang tua untuk menenangkannya, dan jangan lupa kompensasinya setelah itunya di potong hehe.. kalau Ali minta PS 3, banyak juga anak di klinik yang permintaanya sama dengan Ali.

Khitan biasanya di laksanakan di pagi hari karena memang kondisi anak sedang bagus, usahakan anak buang air kecil dan besar di pagi hari, selanjutnya mandikan anak dan basuh bagian alat vital anak dengan air hangat, selain itu jangan lupa sarapan secukupnya agar anak tidak masuk angin, lalu pakaikan celanan yang berkaret tanpa resleiting agar memudahkan pemakaian celana setelah proses khitan.

Tak perlu membawa peralatan khusus karena biasanya klinik menyiapkan celana dalam khusus untuk khitan.

Ali siap untuk di khitan

             
Suasana klinik khitan lumayan rame saat liburan.

                4. Perawatan pasca khitan

Sebenarnya luka khitan merupakan luka kecil dan tak perlu begitu di kuatirkan, bisa ngomong gini setelah Ali sukses berkhitan hehe..

Ali keluar setelah proses khitan.


Penangannya cukup sederhana, setelah khitan biasanya kita di beri dua macam obat yaitu obat anti nyeri dan antibiotik, juga obat tetes untuk kasus anak dengan pendarahan di luka khitannya, sesaat setelah berkhitan beberapa jam setelahnya obat bius akan hilang efeknya dan anak akan meresakan nyeri yang lumayan, nah saat itu boleh di berikan obat anti nyeri 2 x dosis biasanya, selanjutnya di minum sesuai dosis 3x1 untuk kedua obat, dan antibiotik harus di habiskan.

Setelah khitan sebaiknya anak jangan di mandikan, hanya di seka saja dan usahakan perban yang menutupi luka khitan tidak terkena air, baru setelah hari ke empat setelah khitan anak berendam mulai perut kebawah dengan air yang di campur dengan Panties, semacam antiseptik yang di dapat dari klinik, dan biasanya perban akan menjadi lebih lunak, dan anak siap untuk kontrol kembali ke klinik dan pihak klinik akan membuka perban yang masih menempel.

untuk anak yang tanpa masalah sebenarnya luka khitan sudah hampir sembuh di proses ini, tinggal tunggu 2 sampai 3 hari agar luka benar-benar kering, dan tetap jangan terlalu banyak bergerak dan hindari mengkonsumsi telur dan seafood.

Bila ada seperti koreng menghitam di sekitar bekas luka khitan, jangan kuatir karena dengan berendam dengan air hangat koreng-koreng itu akan lepas dengan sendirinya, satu hal lagi yang membuat anak takut setelah di khitan yaitu saat akan buang air kecil, sebenarnya tak perlu takut, memang agak sedikit nyeri tapi tetap bujuk anak agar mau buang air kecil, ada tips sedehana yang sangat bermanfaat untuk itu saat anak hendak buang air kecil, siapkan gelas bekas air mineral yang telah di lubangi bagian dasarnya, dan masukkan atau selongsongkan gelas plastik tersebut di alat vital anak dengan sedikit di tekan dan dengan sendirinya anak akan bisa buang air kecil dengan lancar.

Itulah serba-serbi khitan pada anak, jadi mumpung masih ada waktu liburan, ga ada salahnya kalau mengkhitankan anak di saat seperti ini, khitan adalah sunnah nabi kita Muhammad SAW dan juga pembersihan diri yang sangat bagus, jadi jangan pernah ragu melakukannya pada anak kita.


Selamat Berkhitan
          

7 komentar:

  1. kalau menurut saya, yang penting mental dari sang anak dulu.
    habis itu barulah cari tempat yang terpercaya, soalnya ada beberapa kasus mall praktek khitan. kan ngeri juga kalau masa depan hilang di tangan orang lain -__-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul.. setuju banget, makanya itu saya taruh di urutan no 1.. pastikan si anak siap untuk di khitan :)
      Thanks for coming...

      Hapus
  2. Berawal dari celoteh adek sepupu
    bhahaha,, jadi inget jaman khitan kelas 3 sd tahun 1999 silam. pagi Abis acara keluarga sepupu celoteh minta khitan, siang nya dia sama aku suruh tidur, sorenya diajak khitan dan aku manut aja, santai dan ga ada rasa takut. jadi kita berdua khitan bareng haha..
    iya memang mental anak harus siap dulu.

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasanya kalau yg ga siap takut setengah mati..

      Hapus
  3. hihihi...iyaa bener , lebih enak kalo kemauan sendiri ya Mak

    Seperti ponakanku, umur 5 tahun, kemaren di khitan gara2 pipisnya sakit, minta sendiri. Yang deg2an malah emak2nya :v

    BalasHapus
    Balasan
    1. biasa itu,, itu pas aku khitanin Ali yang di khitan mah tenang2 aja, emaknya langsung mewek pas anaknya kluar dari ruang khitan.

      Hapus
  4. Makasih infonya mak. Lagi prepare nih buat si sulung ��

    BalasHapus